Cara Keliru Menghemat Pemakaian Air PAM

Cara Keliru Menghemat Pemakaian Air PAM

Cara Keliru Menghemat Pemakaian Air PAM

Pepatah mengatakan “Hemat Pangkal Kaya”, berhemat juga suatu bentuk kesederhanaan. Tak terkecuali dengan pemakaian air bersih, walaupun tersedia dengan sangat melimpah. Bukankah pada suatu daerah tertentu atau musim tertentu bisa saja air menjadi barang yang berharga?


Bagi konsumen air PAM, memang tak perlu berjuang mencari air bersih hingga harus berjalan berkilo-kilo meter untuk mencukupi kebutuhan dalam rumah tangga. Cukup hanya dengan menghidupkan kran, maka air akan mengalir.


Semua itu tentu saja tidak gratis, Anda sebagai konsumen air PAM akan dikenakan biaya sesuai dengan pemakaian. Menghematnya berarti menekan biaya yang harus dikeluarkan, sehingga semakin sedikit air yang digunakan maka semakin sedikit pula uang yang harus dibayarkan.


Sudah seharusnya penghematan itu dilakukan dengan cara yang benar dan bijak, bukan dengan berbuat curang agar tidak ada yang dirugikan.


Mungkin dengan membuka kran sekecil-kecilnya, ibarat kata air mengalir bagaikan sebatang lidi bisa saja jarum water mater tidak akan berputar. Jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama secara terus menerus, paling tidak dalam satu malam cukup untuk memenuhi satu bak mandi. Jika benar water meter tidak berputar, itu artinya air akan didapatkan namun tidak ada biaya yang harus ditanggung.


Bukankah menggunakan air PAM namun berupaya dengan cara apapun agar water mater tidak berputar itu merupakan suatu kecurangan?


Jika memang benar itu sebagai bentuk kecurangan, lalu bagaimana kehalalannya?


Kecurangan hanya akan menguntungkan satu pihak dengan cara yang tidak benar, sementara pihak lain akan dirugikan. Menghemat pemakaian air PAM dengan cara yang curang merupakan tindakan keliru dan seharusnya tidak dilakukan.


Cara yang benar untuk menghematnya adalah menggunakannya seperlunya saja. Hindari membuka kran air secara penuh, cukup setengahnya saja agar tidak banyak air yang terbuang atau sesuaikan dengan keperluan, seperti ketika berwudu, mencuci piring, mencuci tangan dan kaki, atau saat membasuh muka. Tentu masih banyak cara yang benar sebagai bentuk penghematan pemakaian air PAM. Jangan lupa untuk selalu menutup kran air ketika tidak digunakan.


Silakan baca: Ayo Gunakan Air di Rumah secara Hemat


Jadi marilah berhemat air PAM dengan cara yang benar dan bijak, bukan dengan cara yang keliru agar air yang kita dapatkan halal dan berkah. Ingatlah segala bentuk kecurangan adalah suatu pelanggaran, maka sebaiknya jangan lakukan itu.


Semoga bermanfaat...

Load comments