Jenis-jenis Kayu Olahan

Jenis-jenis Kayu Olahan

Jenis-jenis Kayu Olahan

Tidak bisa dielakkan lagi bahwa kebutuhan akan kayu sebagai bagian dari bahan bangunan maupun untuk membuat furniture semakin hari-semakin meningkat, entah itu untuk di ekspor maupun untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri. Bahkan banyak kerajinan tanganpun yang menggunakan bahan baku dari barang ini.


Ketidakseimbangan antara persediaan dan permintaan, ini membuat harga kayu semakin mahal. Penebangan yang tidak dilakukan penanaman kembali, atau pengalihan lahan menjadi fungsi yang lainnya tentu saja akan membuat semakin menipisnya ketersediaan akan kayu ini.


Bahkan saat ini umur kayu yang masih mudapun sudah ditebang baik untuk memenuhi kebutuhan maupun diganti dengan jenis tanaman lainnya, ini sangat berbeda dengan zaman dahulu.


Betapa tidak, dulu umur kayu bisa mencapi puluhan bahkan ratusan tahun untuk diambil manfaatnya sebagai bahan bangunan maupun furniture. Namun sekarang bagaimana?


Kemajuan zaman dan semakin majunya peralatan memudahkan manusia untuk selalu berinovasi. Salah satunya adalah memanfaatkan limbah kayu maupun dengan merubah kayu yang memang sengaja ditebang untuk dijadikan berbagai jenis kayu olahan, antara lain Particleboard, Medium Densiti Fiberboard (MDF), Blockboard, dan Plywood.


Dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau, membuat produk yang dihasilkan dari kayu olahan ini semakin banyak diminati, tetapi bukan tidak mungkin harganyapun akan menjadi mahal jika desain dan kualitasnya memang terjamin bagus. Namun tetap saja harga bisa lebih murah apabila dibandingkan dengan produk yang dihasilkan dari kayu murni.


Lemari, rak televisi, meja belajar, meja komputer, meja kantor, dan kitchen set merupakan sedikit contoh dari produk yang berbahan baku kayu olahan.


Selain digunakan sebagai furniture, kayu olahan dapat jiga digunakan sebagai bahan bangunan. Seperti plywood misalnya dapat digunakan untuk sekat antar ruang di rumah, kantor, dan lain-lain. Daun pintu, daun jendela dan plafonpun dapat dibuat menggunakan jenis produk ini.


Lalu sebenarnya apa saja yang termasuk dalam kayu olahan tersebut?


Particleboard


Berbahan dasar serbuk kayu kasar dengan penambahan bahan kimia tertentu kemudian diproses dengan menggunakan mesin pres bertekanan tinggi, maka terbentuklah papan yang lebih kita kenal dengan nama partikel.


Dibandingkan dengan Medium Density Fiberboard, Blocboard, dan plywood, maka particleboard adalah yang paling mempunyai kualitas terendah dan harganyapun paling murah. Hal ini disebabkan karena teksturnya yang kasar dan tidak tahan air. Jadi jarang furniture yang menggunakan bahan baku ini.


Medium Density Fiberboard


Jenis kayu olahan yang sering digunakan sebagai bahan untuk membuat box speaker ini tidak berbeda dengan particleboard dalam proses pembuatannya. Namun Medium Density Fiberboard yang disingkat dengan MDF ini berbahan dasar serbuk kayu halus.


Kekuatan MDF lebih merata karena lebih padat sehingga menjadikannya lebih berkualitas apabila dibandingkan dengan particleboard. Banyak furniture yang dalam pembuatannya menggunakan bahan dari jenis kayu olahan yang satu ini.


Blockboard


Kayu olahan yang lebih mahal dari Particleboard dan Medium Density Fiberboard ini adalah hasil pemadatan atau penataan dari potongan-potongan kayu yang berukuran 4 cm sampai dengan 5 cm secara sejajar, kemudian dilapisi dengan Vinir untuk menjadikannya sebuah papan yang siap digunakan.


Tentu saja dengan menggunakan mesin untuk memadatkan/menatanya. Blockboard yang menggunakan pelapis vinir dari kayu jati banyak digunakan untuk membuat kitchen set dikenal dengan nama teakblock.


Plywood


Dalam bahasa kita plywood bearti kayu lapis, tetapi pada jaman dulu lebih dikenal dengan nama tripleks. Kayu olahan ini sebenarnya terdiri dari 2 macam yaitu tripleks dan multipleks. Apabila tersusun dari tiga lapis maka disebut tripleks, sesuai dengan namanya tri berarti tiga. Sedangkan multipleks tersusun lebih dari tiga lapis.


Proses pembuatannya yaitu dengan merekatkan log yang telah diproses menjadi lembaran-lembaran vinir. Antara lapisan yang saling menempel disusun dengan arah yeng berlawanan, hal ini membuat plywood lebih kuat apabila dibandingkan dengan kayu olahan lainnya.


Setelah lembaran-lembaran vinir tersusun dan direkatkan dengan lem khusus, kemudian dipres dengan tekanan tinggi lalu dikeringkan. Proses selanjutnya adalah memotong lembaran-lembaran plywood sesuai dengan ukuran panjang dan lebar yang diinginkan.


Langkah terakhir proses pembuatannya adalah menghaluskan permukaannya dengan mesin amplas dan juga memperbaiki apabila ada cacat produksi.


Itulah Jenis-Jenis Kayu Olahan, semoga bermanfaat...

Load comments