Kaca Sebagai Bahan Bangunan

Kaca Sebagai Bahan Bangunan

Kaca Sebagai Bahan Bangunan

Kaca adalah material padat yang merupakan zat cair yang sangat dingin, karena molekul-molekulya tersusun seperti air namun kohesinya membuat bentuknya menjadi stabil dan ini terjadi karena proses pendinginan yang sangat cepat.


Hal inilah yang membuatnya menjadi transparan atau tembus pandang. Dengan pengertian lain, Kaca adalah amorf (non kristalin) material padat yang bening dan transparan (tembus pandang), biasanya rapuh atau mudah pecah.


Kaca yang digunakan dalam bangunan bersifat tembus pandang sehingga ia dapat meneruskan cahaya. Namun dalam aplikasinya tidak selalu 100% dibuat tembus pandang, ada yang dibuat menjadi semi tembus pandang bahkan sama sekali tidak tembus pandang.


Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan sengaja saat pencetakannya maupun dengan cara memodifikasinya.


Menempelkan stiker atau film adalah salah satu cara memodifikasi kaca untuk membuatnya menjadi semi atau tidak tembus pandang.


Selain itu penggunaan kaca pada bangunan juga bertujuan untuk dekorasi, sehingga dapat menambah nilai estetika atau untuk memunculkan kesan tertentu pada bangunan.


Kelemahan kaca adalah mudah pecah tetapi tahan terhadap zat kimia, namun dengan kemajuan teknologi sifat mudah pecah itu dapat diminimalisir.


Misalnya saja jenis kaca tempered dan laminated misalnya, kaca ini lebih tahan terhadap lendutan dan kuat terhadap benturan jika dibandingkan dengan kaca biasa.


Contoh penerapan kaca dalam bangunan masa kini antara lain:


Dinding Kaca

Saat kita berbelanja ke minimarket sering kita jumpai bahwa dinding bagian depan didominasi oleh kaca, juga pada pintunya. Kaca tersebut berukuran tinggi dan berderet berjejer hingga seluas bagian depan bangunan tersebut.


Aplikasi kaca pada dinding ada yang dibuat transparan, semi transparan atau jenis kaca reflektive. Hal ini tergantung dari kebutuhan dan fungsi dari penerapannya.


Biasanya jenis kaca yang digunakan adalah kaca tempered atau laminated, kedua jenis kaca ini adalah yang paling aman dan kuat.


Baca: Jenis-Jenis Kaca untuk Bangunan Rumah


Atap Kaca


Aplikasi kaca sebagai atap lebih dikenal dengan skylight. Tujuan pemasangan kaca sebagai atap ini adalah untuk menghadirkan cahaya pada ruangan di bawahnya serta untuk mendapatkan pandangan ke langit secara luas.


Kaca tempered atau laminated adalah kaca yang dapat digunakan sebagai atap, namun dalam penerapannya membutuhkan rangka yang berbentuk kotak-kotak.


Lantai Kaca


Kaca yang digunakan adalah jenis laminated yang dipasang pada rangka kotak-kotak.


Penerapan kaca seperti ini akan memberikan kesan mewah nan elegan. Bisa diaplikasikan pada rumah bertingkat, tetapi pilihlah tempat yang memiliki privasi agar aurat tidak terlihat dari bawah.


Sedangkan penempatan untuk lantai bawah dapat divariasi, misalnya dibawah lantai kaca dibuat kolam ikan atau menempatan pasir pantai beserta karang dan sebagainya.


Tangga Kaca


Kaca yang digunakan adalah jenis tertentu dengan ketebalan tertentu pula, karena agar kuat saat menopang beban sebagai pijakan. Selain itu untuk penerapan sebagai anak tangga sebaiknya dipadukan dengan bahan bangunan lainnya sebagai penguat, seperti menempatkan kawat pada kaca misalnya.


Tangga dengan anak tangga yang terbuat dari kaca memang memiliki kesan minimalis nan elegan, namun juga harus diperhatikan keamanan dan kenyamannannya.


Hati-hati kaca juga memiliki sifat licin, keselamatan tetap hal yang utama.


Maka jika ingin menerapkan anak tangga kaca pada rumah, sebaiknya konsultasikan pada ahlinya.


Semoga bermanfaat...