Cara Sederhana Menghitung Kebutuhan Material Penyusun Dinding

Cara Sederhana Menghitung Kebutuhan Material Penyusun Dinding

Cara Sederhana Menghitung Kebutuhan Material Penyusun Dinding

Dinding berfungsi sebagai pembatas dan juga penjaga privasi suatu ruang, baik pada bangunan rumah maupun bangunan lainnya.


Umumnya material bangunan yang digunakan untuk pekerjaan dinding yaitu batu bata ( bata merah), batako, dan bata ringan (hebel).


Sebenarnya material penyusun dinding bukan cuma itu saja, seperti kayu, plywood, anyaman bambu, dan masih banyak lagi material bangunan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk membuat dinding atau sekat antar ruang.


Bahkan di era modern ini telah banyak masyarakat yang menggunakan kaca untuk membuat dinding atau sekedar untuk sekat ruang. Namun tentu saja kaca yang digunakan adalah kaca yang memiliki tingkat keamanan tinggi, seperti kaca laminated misalnya.


Baca juga:

Jenis Kaca yang Aman untuk Membuat Pintu, Sekat, Atap, Railing, Lantai, dan Anak Tangga


Jadi sebenarnya banyak material bangunan yang digunakan untuk pekerjaan dinding, tetapi tetap yang paling umum digunakan yaitu batu bata, batako, dan bata ringan.


Dalam pekerjaan dinding, ketiga material pokok penyusun dinding itu tentu saja membutuhkan material bangunan lainnya.


Agar dindding dapat berdiri kokoh, selain terbuat dari material pokok juga membutuhkan bahan bangunan lainnya sebagai perekatnya. Seperti campuran pasir, semen, dan air digunakan pada pekerjaan dinding batu bata dan batako atau campuran semen instan/mortal dan air untuk diaplikasikan pada pemasangan bata ringan.


Sebenarnya perhitungannya cukup mudah dan sederhana, mula-mula hitung dulu berapa luas dari rencana pekerjaan dinding secara keseluruhan, kemudian di kurangi dengan luas seluruh lubang. Yang dimaksud lubang di sini adalah seperti pintu, jendela, ventilasi, dan lain-lain.


Berikut contoh perhitungan kebutuhan material penyusun dinding per 1 meter persegi, selanjutnya tinggal dikalikan saja dengan luas dinding yang akan dibangun.


Dinding Batu Bata


Ukuran

= 23 cm x 11 cm x 5 cm (P x L x T)

Batu bata = 70 buah
Semen (PC) = 9,68 kg
Pasir (PP) = 0,045 m3
Campuran spesi = 1 PC : 4 PP tebal 1/2 bata

Dinding Batako


Ukuran = 40 cm x 20 cm x 10 cm (P x L x T)
Batako = 12,5 buah
Semen (PC) = 12,13 kg
Pasir (PP) = 0,388 m3
Campuran spesi = 1 PC : 4 PP tebal 1/2 bata

Dinding Bata Ringan (Hebel)


Ukuran = 60 cm x 20 cm x 7,5 cm (P x L x T)
Bata ringan = 8 buah
Semen instan = 11,43 kg
Air = 0,15 - 0,16 liter

Keterangan:


Ukuran yang digunakan dalam perhitungan di atas adalah merupakan contoh, jadi apabila anda menggunakan ukuran batu bata, batako, atau bata ringan yang lain maka perhitungan juga akan berbeda.


Baca juga:

Dimensi Ukuran Batu Bata, Batako, dan Bata Ringan

Perbandingan Kebutuhan Batu Bata, Batako, dan Bata Ringan per m2 Pekerjaan Dinding


Itulah contoh perhitungan material penyusun dinding, terkait dengan harga dari masing-masing material bangunan tersebut Anda dapat bertanya langsung ke toko bahan bangunan, tukang bangunan, langsung ke pembuatnya, atau melalui situs internet.


Perlu diketahui perbedaan harga bisa dipengaruhi oleh tempat/daerah pembuatanya, setelah mengetahui jumlah material serta dana yang dibutuhkan maka itu semua dapat menjadi pertimbangan.


Baca juga:

Batu Bata, Batako, atau Bata Ringan yang Terbaik?

Keuntungan Menggunakan Bata Ringan untuk Membangun Rumah


Untuk efesiensi dana, anda dapat mengkombinasikannya dua atau tiga material pokok penyusun dinding namun bukan berarti mencampuradukkan.


Misalnya saja untuk dinding luar menggunakan batu bata sedangkan pembatas antar ruang menggunakan batako, atau jika bangunan terdiri dari 2 lantai maka lantai 1 menggunakan batu bata atau batako sedangkan lantai 2 menggunakan bata ringan.


Semoga bermanfaat...


Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bata

http://www.jasasipil.com/2014/09/menghitung-kebutuhan-semen-dan-pasir.html

http://www.analisaharga.com/memasang-1-m2-dinding-hbcb-10-campuran-spesi-1-pc-4-pp

Load comments