Rukun Islam Ibarat 5 Jari Tangan untuk Menggenggam

Rukun Islam Ibarat 5 Jari Tangan untuk Menggenggam

Rukun Islam Ibarat 5 Jari Tangan untuk Menggenggam

Bagi kaum muslim sholat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan. Sholat termasuk rukun Islam yang ke 2, yaitu setelah sahadat. Sehingga ini menjadikannya sesuatu hal yang sangat penting sekali. Sholat adalah tiang agama, apabila tiang ini kuat maka keimanan juga akan kuat.


Apabila seseorang muslim tidak mampu untuk menunaikan haji, maka gugurlah kewajiban untuk menunaikannya.


Bagi yang tidak mampu atau berhalangan untuk menunaikan puasa di bulan ramadhan maka Ia dapat menggantinya di lain waktu atau dengan membayar fidyah. Dan bagi yang tidak mempunyai kemampuan untuk membayar zakat, maka gugurlah kewajibannya.


Namun untuk batasan-batasan tentang kemampuan itu harus sesuai dengan syariat, bukan asal-asalan saja atau untuk lari dari kewajiban.


Sedangkan untuk rukun Islam yang kedua yaitu sholat. Alloh SWT memberikan keringanan bagi hambanya yang memiliki udzur atau kesulitan untuk menunaikan ibadah sholat.


Apabila seorang muslim yang tidak mampu menunaikannya dengan berdiri, maka dapat dilakukan dengan duduk. Apabila tidak mampu dengan duduk, maka dapat dilakukan dengan berbaring miring.


Sedangkan apabila tidak mampu dengan berbaring miring maka dapat dilakukan dengan berbaring terlentang. Apabila tidak mampu untuk melakukan rukuk dan sujud ia dapat menggunakan isyarat kepala. Jika tidak mampu dengan isyarat kepala maka dapat dilakukan dengan kedipan mata.


Apabila sudah tidak mampu lagi dengan kedipan mata, maka dapat dilakukan di dalam hati. Jadi dengan begitu sholat itu wajib bagi seorang muslim walaupun Ia dalam keadaan sakit sekalipun selama masih sadar dan berakal.


Rukun Islam dapat diibaratkan sebagai 5 jari tangan untuk menggenggam atau memegang sebuah tongkat. Jari jempol adalah sahadat, jari telunjuk sholat, jari tengah adalah zakat, jari manis puasa pada bulan ramadhan, dan jari kelingking adalah haji.


Apabila rukun Islam yang ke 5, 4, dan 3 tidak dapat ditunaikan, maka ibaratnya masih ada 2 jari yang digunakan untuk memegang tongkat yaitu jempol dan telunjuk. Dengan begitu pegangan masih kuat, sedangkan apabila sholat telah ditinggalkan maka hanya ada satu jari yang digunakan untuk memegang yaitu jempol.


Dengan begitu sudah dapat dipastikan bahwa tongkat akan terlepas, karena dengan hanya menggunakan jari jempol tidak akan mungkin kuat dalam memegang tongkat.


Sepertinya bukan hanya memegang tongkat saja, dalam menggenggam atau memegang sesuatu apapun tidak akan kuat jika hanya menggunakan satu jari.


Itu berarti jika sholat sudah tidak ditunaikan lagi, maka lepasnya Islam dari genggaman seorang muslim. Ibarat Islam itu sebuah bangunan, maka runtuhlah bangunan itu.


Jadi itulah mengapa sholat sangatlah penting bagi seorang muslim. Maka dirikanlah sholat, janganlah sampai meninggalkannya walau sekalipun.


Semoga bermanfaat...

Load comments