Cegah Genangan Air di Halaman Rumah dengan Lubang Resapan Biopori - Rumah Sae

Halaman

    Social Items

Cegah Genangan Air di Halaman Rumah dengan Lubang Resapan Biopori
Pembangunan perumahan yang semakin pesat ternyata berdampak terhadap berkurangnya area resapan air, tanah yang padat akan mengurangi daya resap air sehingga akan menggenang. Apalagi jika halaman rumah kini sebagian besar juga telah “diselimuti” dengan paving, cor beton, bahkan keramik. Ini semua terjadi bukan hanya terjadi di kota-kota besar saja, namun kini juga telah merambah hingga daerah perdesaan.

Selain tampak kotor, air yang menggenang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah sebagai tempat berkembang biak nyamuk. Sehingga akan mengurangi keindahan dan tidak baik bagi kesehatan.

Jika hujan turun dengan sangat deras maka ini dapat menyebabkan banjir. Betapa tidak, air hujan yang turun tidak dapat cepat meresap ke dalam tanah. Saluran air yang tidak memadahi akan membuat air tumpah ke jalan, bahkan ini akan lebih buruk jika tidak ada sama semakali saluran pembuangan air itu.

Untuk mencegah semua itu terjadi, maka Anda dapat membuat sumur resapan air hujan. Namun tentu ada syarat-syarat yang harus terpenuhi, sehingga idealnya hanya dapat di buat pada halaman yang luas saja.

Lantas bagaimana jika tidak memiliki halaman yang luas?

Solusinya adalah dengan membuat Lubang Resapan Biopori atau yang disingkat dengan LRB. Selain tidak membutuhkan tempat yang luas dan mudah cara membuatnya, lubang resapan ini memiliki berbagai manfaat seperti:
  1. Mempercepat peresapan air ke dalam tanah sehingga tidak menggenang
  2. Memperbanyak cadangan air di dalam tanah, terutama saat musim kemarau
  3. Mengurangi penumpukan sampah organik
  4. Menghasilkan pupuk kompos
  5. Menyuburkan tanaman (jika dibuat disekitar tanaman)
Untuk membuat lubang peresapan ini sangatlah mudah, yaitu:

Menentukan Lokasi

Lubang Resapan Biopori dapat dibuat di halaman rumah yang telah berpaving, pada area taman/batas taman, mengelilingi tanaman, saluran air hujan.


Alat dan Perlengkapan

Untuk membuatnya akan lebih mudah jika menggunakan alat bor khusus yang memang didesain untuk membuat LRB, namun jika kesulitan menemukan toko penjualnya maka Anda dapat memesannya pada tukang las.

Untuk memperkuat/memperkeras permukaan atas LRB dapat menggunakan pipa paralon sepanjang 10 cm dengan diameter disesuaikan dengan lubang yang dibuat. Selain potongan paralon, dapat juga menggunakan semen. Untuk penutupnya dapat menggunakan kawat atau penutup paralon yang telah dilubangi seperti ayakan.

Cara Pembuatan

Buatlah lubang menggunakan bor LRB dengan kedalaman 100 cm dan jarak antar lubang yaitu 50 cm – 150 cm, sedang untuk jarak dengan sumur (jika ada) yaitu minimal 5 meter. Buatlah alur air untuk mempermudah aliran air pada lubang-lubang resapan biopori itu.

Setelah lubang selesai dibuat, perkeras permukaannya (bibir lubang) dengan menggunakan adukan semen atau dengan menanamkan potongan pipa paralon setinggi 10 cm. Kemudian isi dengan sampah organik setiap hari, jangan berpindah ke lubang yang lain jika belum penuh.

Jangan lupa untuk selalu menutup permukanan lubang dengan menggunakan kawat atau penutup pipa yang talah dilubangi, agar aman namun sirkulasi udara tetap mengalir dengan baik.

Itulah cara membuat Lubang Resapan Biopori untuk mencegah genangan air pada halaman rumah, bagaimana mudah bukan?

Dengan membuat LRB pada halaman rumah selain dapat meminimalisir genangan air, juga akan menambah cadangan air tanah ketika musim kemarau.

Sedangkan pupuk kompos yang dihasilkan dapat dipanen sekitar 45 hari. Jadi selain mengurangi tumpukan sampah organik, juga dapat digunakan untuk memupuk tanaman di sekitar rumah Anda. Sehingga tumbuhan akan lebih subur, sementara air tidak menggenang lagi di halaman rumah.

Semoga bermanfaat...

Cegah Genangan Air di Halaman Rumah dengan Lubang Resapan Biopori

Cegah Genangan Air di Halaman Rumah dengan Lubang Resapan Biopori
Pembangunan perumahan yang semakin pesat ternyata berdampak terhadap berkurangnya area resapan air, tanah yang padat akan mengurangi daya resap air sehingga akan menggenang. Apalagi jika halaman rumah kini sebagian besar juga telah “diselimuti” dengan paving, cor beton, bahkan keramik. Ini semua terjadi bukan hanya terjadi di kota-kota besar saja, namun kini juga telah merambah hingga daerah perdesaan.

Selain tampak kotor, air yang menggenang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah sebagai tempat berkembang biak nyamuk. Sehingga akan mengurangi keindahan dan tidak baik bagi kesehatan.

Jika hujan turun dengan sangat deras maka ini dapat menyebabkan banjir. Betapa tidak, air hujan yang turun tidak dapat cepat meresap ke dalam tanah. Saluran air yang tidak memadahi akan membuat air tumpah ke jalan, bahkan ini akan lebih buruk jika tidak ada sama semakali saluran pembuangan air itu.

Untuk mencegah semua itu terjadi, maka Anda dapat membuat sumur resapan air hujan. Namun tentu ada syarat-syarat yang harus terpenuhi, sehingga idealnya hanya dapat di buat pada halaman yang luas saja.

Lantas bagaimana jika tidak memiliki halaman yang luas?

Solusinya adalah dengan membuat Lubang Resapan Biopori atau yang disingkat dengan LRB. Selain tidak membutuhkan tempat yang luas dan mudah cara membuatnya, lubang resapan ini memiliki berbagai manfaat seperti:
  1. Mempercepat peresapan air ke dalam tanah sehingga tidak menggenang
  2. Memperbanyak cadangan air di dalam tanah, terutama saat musim kemarau
  3. Mengurangi penumpukan sampah organik
  4. Menghasilkan pupuk kompos
  5. Menyuburkan tanaman (jika dibuat disekitar tanaman)
Untuk membuat lubang peresapan ini sangatlah mudah, yaitu:

Menentukan Lokasi

Lubang Resapan Biopori dapat dibuat di halaman rumah yang telah berpaving, pada area taman/batas taman, mengelilingi tanaman, saluran air hujan.


Alat dan Perlengkapan

Untuk membuatnya akan lebih mudah jika menggunakan alat bor khusus yang memang didesain untuk membuat LRB, namun jika kesulitan menemukan toko penjualnya maka Anda dapat memesannya pada tukang las.

Untuk memperkuat/memperkeras permukaan atas LRB dapat menggunakan pipa paralon sepanjang 10 cm dengan diameter disesuaikan dengan lubang yang dibuat. Selain potongan paralon, dapat juga menggunakan semen. Untuk penutupnya dapat menggunakan kawat atau penutup paralon yang telah dilubangi seperti ayakan.

Cara Pembuatan

Buatlah lubang menggunakan bor LRB dengan kedalaman 100 cm dan jarak antar lubang yaitu 50 cm – 150 cm, sedang untuk jarak dengan sumur (jika ada) yaitu minimal 5 meter. Buatlah alur air untuk mempermudah aliran air pada lubang-lubang resapan biopori itu.

Setelah lubang selesai dibuat, perkeras permukaannya (bibir lubang) dengan menggunakan adukan semen atau dengan menanamkan potongan pipa paralon setinggi 10 cm. Kemudian isi dengan sampah organik setiap hari, jangan berpindah ke lubang yang lain jika belum penuh.

Jangan lupa untuk selalu menutup permukanan lubang dengan menggunakan kawat atau penutup pipa yang talah dilubangi, agar aman namun sirkulasi udara tetap mengalir dengan baik.

Itulah cara membuat Lubang Resapan Biopori untuk mencegah genangan air pada halaman rumah, bagaimana mudah bukan?

Dengan membuat LRB pada halaman rumah selain dapat meminimalisir genangan air, juga akan menambah cadangan air tanah ketika musim kemarau.

Sedangkan pupuk kompos yang dihasilkan dapat dipanen sekitar 45 hari. Jadi selain mengurangi tumpukan sampah organik, juga dapat digunakan untuk memupuk tanaman di sekitar rumah Anda. Sehingga tumbuhan akan lebih subur, sementara air tidak menggenang lagi di halaman rumah.

Semoga bermanfaat...