Social Items

Cara Sederhana Menanam Cabai di Rumah

Tidak ada salahnya jika kita menanam cabai di rumah, mengingat harganya yang sering kali tak menentu. Tak harus menanam dalam jumlah banyak, dengan memiliki beberapa tanaman saja paling tidak dapat mengurangi pengeluaran uang belanja.

Kalau hanya untuk mencukupi konsumsi harian keluarga, baik itu untuk memasak atau sebagai teman memakan gorengan saja maka kita tidak perlu membelinya. Sehingga pengeluaran uang belanja tidak akan terpengaruh ketika harga cabai pada titik yang sangat mahal sekali.

Tidak perlu menggunakan lahan yang luas, cukup teras atau pekarangan rumah saja sudah dapat dijadikan sebagai tempat untuk meletakkan tanaman ini. Dengan cara tanam yang sederhana, maka tanaman cabai sudah dapat dimiliki. Sehingga Anda tak perlu resah ketika harga cabai mahal, karena untuk konsumsi di rumah sudah dapat terpenuhi.

Untuk menanamnya cukup mudah dan sederhana seperti berikut ini:

Pembenihan

Tak perlu repot membeli benih cabai di toko pertanian, cukup gunakan cabai yang Anda punya. Tak harus yang masih segar, namun bisa menggunakan yang telah mengering.

Pilih yang berwarna merah, sobek kulitnya kemudian ambil bijinya. Rendamlah sejenak menggunakan air yang bersih, gunakan benih yang tenggelam saja dan buanglah yang mengambang. Lalu bungkuslah menggunakan kain, kemudian gantung selama 1 malam.

Penyemaian

Siapkan wadah untuk pembenihan, bisa menggunakan polybag atau wadah yang lainnya. Isi dengan campuran tanah dan kompos, usahakan agar campuran itu sehalus mungkin agar nantinya dapat mudah ditembus oleh akar.

Tebar benih pada tempat persemaian secara merata, atau buatlah larikan agar lebih rapi dan mudah ketika nanti memindahkannya pada media tanam. Kemudian gunakan tanah yang halus tapi tipis saja untuk menutupinya.

Letakkan persemaian cabai pada tempat yang teduh atau buatkan pelindung menggunakan plastik transparan untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung, juga untuk menjaga agar air hujan tidak mengenainya.

Media Tanam

Gunakan polybag, pot, atau wadah lainnya yang berukuran besar agar tanaman cabai dapat tumbuh dan berbuah dengan baik. Namun jangan lupa, berilah lubang sebagai saluran drainase. Kemudian isi wadah itu dengan campuran tanah, kompos, arang sekam, jika ada tambahkan juga pupuk kandang.

Anda juga dapat menanam cabai di rumah dengan menggunakan media tanam dari air, namun cara persemaiannya berbeda dengan menggunakan tanah. Cara tanam ini lebih dikenal dengan nama hidroponik.


Pemindahan Bibit ke Media Tanam

Bibit cabai dapat dipindahkan dari tempat persemaian ke media tanam pada umur 3-4 minggu atau ketika daun telah tumbuh 3-4 helai. Pindahkan dengan cara mencabutnya secara hati-hati agar akarnya tidak rusak, akan lebih baik jika beserta tanah yang menempel pada akarnya. Waktu yang tepat untuk memindahkannya adalah pada pagi atau sore hari.

Perawatan

Siramlah secara teratur pada pagi atau sore hari dengan melihat kondisi media tanamnya, artinya jika turun hujan atau tanah masih dalam keadaan basah maka tidak perlu menyiramnya. Saluran drainase harus berfugsi dengan baik, karena genangan air dapat membuat akar menjadi busuk.

Jangan lupa berikan pupuk secara berkala menggunakan NPK agar tanaman dapat tumbuh dan berbuah dengan baik, juga bunga tidak mudah rontok. Namun tentu saja akan lebih baik jika menggunakan pupuk organik, agar cabai yang dihasilkan lebih sehat tanpa pupuk kimia.

Jika pada masa pertumbuhan terlalu banyak tumbuh tunas-tunas muda maka hilangkanlah sebagian, agar batang benar-benar siap menopang cabang-cabangnya dan tidak terlalu rimbun. Topang tanaman cabai yang telah mencapai ketinggian 20 cm dengan menggunakan bambu, agar dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh.

Jagalah kebersihan media tanam dari tanaman pengganggu, amati juga apakah terdapat hama atau penyakit apa tidak. Jika ada segera atasi dengan menggunakan pestisida sebelum menular pada tanaman cabai lainnya.

Pemanenan

Dengan memiliki tanaman cabai di rumah, maka ketika telah berbuah dapat dipanen kapan pun ketika membutuhkannya. Inilah keuntungan menanamnya di rumah, namun jika cabai telah memerah segera petik saja walaupun belum memerlukannya.

Jika panen dalam jumlah banyak maka Anda dapat memberikannya sebagian kepada tetangga atau bahkan menjualnya, dengan begitu akan bertambah manfaatnya. Sehingga bukan hanya dapat dikonsumsi untuk keluarga saja, namun juga menjadi sarana untuk beramal shalih bahkan akan menghasilkan uang jika dapat menjualnya.

Semoga bermanfaat...

Cara Sederhana Menanam Cabai di Rumah

Cara Sederhana Menanam Cabai di Rumah

Tidak ada salahnya jika kita menanam cabai di rumah, mengingat harganya yang sering kali tak menentu. Tak harus menanam dalam jumlah banyak, dengan memiliki beberapa tanaman saja paling tidak dapat mengurangi pengeluaran uang belanja.

Kalau hanya untuk mencukupi konsumsi harian keluarga, baik itu untuk memasak atau sebagai teman memakan gorengan saja maka kita tidak perlu membelinya. Sehingga pengeluaran uang belanja tidak akan terpengaruh ketika harga cabai pada titik yang sangat mahal sekali.

Tidak perlu menggunakan lahan yang luas, cukup teras atau pekarangan rumah saja sudah dapat dijadikan sebagai tempat untuk meletakkan tanaman ini. Dengan cara tanam yang sederhana, maka tanaman cabai sudah dapat dimiliki. Sehingga Anda tak perlu resah ketika harga cabai mahal, karena untuk konsumsi di rumah sudah dapat terpenuhi.

Untuk menanamnya cukup mudah dan sederhana seperti berikut ini:

Pembenihan

Tak perlu repot membeli benih cabai di toko pertanian, cukup gunakan cabai yang Anda punya. Tak harus yang masih segar, namun bisa menggunakan yang telah mengering.

Pilih yang berwarna merah, sobek kulitnya kemudian ambil bijinya. Rendamlah sejenak menggunakan air yang bersih, gunakan benih yang tenggelam saja dan buanglah yang mengambang. Lalu bungkuslah menggunakan kain, kemudian gantung selama 1 malam.

Penyemaian

Siapkan wadah untuk pembenihan, bisa menggunakan polybag atau wadah yang lainnya. Isi dengan campuran tanah dan kompos, usahakan agar campuran itu sehalus mungkin agar nantinya dapat mudah ditembus oleh akar.

Tebar benih pada tempat persemaian secara merata, atau buatlah larikan agar lebih rapi dan mudah ketika nanti memindahkannya pada media tanam. Kemudian gunakan tanah yang halus tapi tipis saja untuk menutupinya.

Letakkan persemaian cabai pada tempat yang teduh atau buatkan pelindung menggunakan plastik transparan untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung, juga untuk menjaga agar air hujan tidak mengenainya.

Media Tanam

Gunakan polybag, pot, atau wadah lainnya yang berukuran besar agar tanaman cabai dapat tumbuh dan berbuah dengan baik. Namun jangan lupa, berilah lubang sebagai saluran drainase. Kemudian isi wadah itu dengan campuran tanah, kompos, arang sekam, jika ada tambahkan juga pupuk kandang.

Anda juga dapat menanam cabai di rumah dengan menggunakan media tanam dari air, namun cara persemaiannya berbeda dengan menggunakan tanah. Cara tanam ini lebih dikenal dengan nama hidroponik.


Pemindahan Bibit ke Media Tanam

Bibit cabai dapat dipindahkan dari tempat persemaian ke media tanam pada umur 3-4 minggu atau ketika daun telah tumbuh 3-4 helai. Pindahkan dengan cara mencabutnya secara hati-hati agar akarnya tidak rusak, akan lebih baik jika beserta tanah yang menempel pada akarnya. Waktu yang tepat untuk memindahkannya adalah pada pagi atau sore hari.

Perawatan

Siramlah secara teratur pada pagi atau sore hari dengan melihat kondisi media tanamnya, artinya jika turun hujan atau tanah masih dalam keadaan basah maka tidak perlu menyiramnya. Saluran drainase harus berfugsi dengan baik, karena genangan air dapat membuat akar menjadi busuk.

Jangan lupa berikan pupuk secara berkala menggunakan NPK agar tanaman dapat tumbuh dan berbuah dengan baik, juga bunga tidak mudah rontok. Namun tentu saja akan lebih baik jika menggunakan pupuk organik, agar cabai yang dihasilkan lebih sehat tanpa pupuk kimia.

Jika pada masa pertumbuhan terlalu banyak tumbuh tunas-tunas muda maka hilangkanlah sebagian, agar batang benar-benar siap menopang cabang-cabangnya dan tidak terlalu rimbun. Topang tanaman cabai yang telah mencapai ketinggian 20 cm dengan menggunakan bambu, agar dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh.

Jagalah kebersihan media tanam dari tanaman pengganggu, amati juga apakah terdapat hama atau penyakit apa tidak. Jika ada segera atasi dengan menggunakan pestisida sebelum menular pada tanaman cabai lainnya.

Pemanenan

Dengan memiliki tanaman cabai di rumah, maka ketika telah berbuah dapat dipanen kapan pun ketika membutuhkannya. Inilah keuntungan menanamnya di rumah, namun jika cabai telah memerah segera petik saja walaupun belum memerlukannya.

Jika panen dalam jumlah banyak maka Anda dapat memberikannya sebagian kepada tetangga atau bahkan menjualnya, dengan begitu akan bertambah manfaatnya. Sehingga bukan hanya dapat dikonsumsi untuk keluarga saja, namun juga menjadi sarana untuk beramal shalih bahkan akan menghasilkan uang jika dapat menjualnya.

Semoga bermanfaat...

Related Post

Buka Komentar

Subscribe Our Newsletter