Mari Menghitung Harga Oksigen Nafas Kita - Rumah Sae

Halaman

    Social Items

Mari Menghitung Harga Oksigen Nafas Kita

Manusia membutuhkan oksigen atau yang dikenal juga dengan O2 untuk bernafas, ia merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi tubuh. Karena oksigen merupakan kebutuhan dasar bagi manusia untuk melangsungkan kehidupannya. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi tubuh pada seseorang ketika kekurangan asupan oksigen bukan?

Alangkah nikmatnya hidup ini, karena tanpa berdoa untuk memintanya pun sudah tersedia di alam ini secara melimpah. Kita tidak dipungut biaya sepeser pun ketika menghirupnya, sungguh semua itu benar-benar gratis.

Mungkin banyak yang tak menyadarinya ketika dalam keadaan normal, oksigen yang dihirup secara mudah dan gratis ini benar-benar seperti tidak bernilai. Padahal semua itu merupakan karunia Ilahhi yang sungguh luar biasa. Hingga sepertinya tak akan sanggup untuk membayar oksigen yang digunakan untuk bernafas sehari-hari dalam jangka waktu kehidupan manusia.

Sekali bernafas dibutuhkan sekitar 100 ml oksigen dan rata-rata ketika beraktivitas secara normal (bukan berolah raga/bekerja keras) manusia bernafas sebanyak 20 kali untuk setiap menit, jadi:

1 menit berarti 20 X 100 ml = 2.000 ml atau 2 liter O2.
60 menit (1 Jam) berarti 60 X 2 liter = 120 liter O2
24 jam (1 hari) berarti 24 X 120 liter = 2.880 liter O2
1000 liter = 1 m3, berarti 2.880 liter O2 = 2,88 m3 O2
Jika harga 0,5 m3 oksigen sebesar Rp. 20.000 sehingga per liternya adalah Rp. 40.000, maka 2,88 m3 O2 X Rp. 40.000 = Rp. 115.200

Jadi apabila kita harus membayar oksigen untuk bernafas dalam 1 hari akan membutuhkan biaya sebesar Rp. 115.200.

Dalam 1 tahun berarti Rp. 115.200 X 365 = Rp. 42.048.000.

Dan jika manusia hidup selama 60 tahun maka membutuhkan biaya Rp. 42.048.000 X 60 = Rp. 2.522.880.000, lalu bagaimana bagi mereka yang hidup lebih dari 60 tahun?

Dengan melihat perhitungan di atas, mungkin tak semua orang di bumi ini sanggup membayarnya. Memang jika kita baca pada media on line akan didapati berbagai macam perbedaan perhitungannya, sehingga angka-angka yang dihasilkannya pun akan berbeda pula. Ada yang begitu banyak sehingga sangat mencengangkan, tetapi ada pula yang menyangkalnya berdasarkan pengalaman ketika dirawat di rumah sakit.

Mungkin saja perhitungan di atas memang kurang akurat dan jauh dari ketepatan, jadi jika menurut Anda perhitungan itu keliru maka abaikan saja. Namun renungkanlah apa yang tersirat di dalamnya, bahwasanya kita tidak dipungut biaya sedikit pun oleh-Nya ketika menghirup oksigen di alam ini. Jadi bersyukurlah atas semua itu.

Bayangkan betapa repotnya ketika dalam keadaan tertentu yang memaksa manusia membutuhkan peralatan medis untuk sekedar bernafas. Bukan hanya itu, tentu saja akan dibutuhkan biaya atas oksigen yang dihirupnya. Seperti ketika seseorang sakit hingga membutuhkan bantuan medis untuk bernafas, atau ketika alam tidak besahabat seperti terjadinya kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan.

Apalagi pada saat terjebak dalam suatu ruang tanpa celah hingga tak ada sirkulasi udara yang membawa oksigen ke dalamnya atau ketika seseorang tenggelam, sungguh ini akan menyadarkan betapa pentingnya oksigen untuk bernafas bukan?

Maka marilah senantiasa untuk selalu bersyukur atas nafas kita yang tidak dipungut biaya sepeser pun oleh Sang Pencipta alam ini.

Semoga bermanfaat...

Mari Menghitung Harga Oksigen Nafas Kita

Mari Menghitung Harga Oksigen Nafas Kita

Manusia membutuhkan oksigen atau yang dikenal juga dengan O2 untuk bernafas, ia merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi tubuh. Karena oksigen merupakan kebutuhan dasar bagi manusia untuk melangsungkan kehidupannya. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi tubuh pada seseorang ketika kekurangan asupan oksigen bukan?

Alangkah nikmatnya hidup ini, karena tanpa berdoa untuk memintanya pun sudah tersedia di alam ini secara melimpah. Kita tidak dipungut biaya sepeser pun ketika menghirupnya, sungguh semua itu benar-benar gratis.

Mungkin banyak yang tak menyadarinya ketika dalam keadaan normal, oksigen yang dihirup secara mudah dan gratis ini benar-benar seperti tidak bernilai. Padahal semua itu merupakan karunia Ilahhi yang sungguh luar biasa. Hingga sepertinya tak akan sanggup untuk membayar oksigen yang digunakan untuk bernafas sehari-hari dalam jangka waktu kehidupan manusia.

Sekali bernafas dibutuhkan sekitar 100 ml oksigen dan rata-rata ketika beraktivitas secara normal (bukan berolah raga/bekerja keras) manusia bernafas sebanyak 20 kali untuk setiap menit, jadi:

1 menit berarti 20 X 100 ml = 2.000 ml atau 2 liter O2.
60 menit (1 Jam) berarti 60 X 2 liter = 120 liter O2
24 jam (1 hari) berarti 24 X 120 liter = 2.880 liter O2
1000 liter = 1 m3, berarti 2.880 liter O2 = 2,88 m3 O2
Jika harga 0,5 m3 oksigen sebesar Rp. 20.000 sehingga per liternya adalah Rp. 40.000, maka 2,88 m3 O2 X Rp. 40.000 = Rp. 115.200

Jadi apabila kita harus membayar oksigen untuk bernafas dalam 1 hari akan membutuhkan biaya sebesar Rp. 115.200.

Dalam 1 tahun berarti Rp. 115.200 X 365 = Rp. 42.048.000.

Dan jika manusia hidup selama 60 tahun maka membutuhkan biaya Rp. 42.048.000 X 60 = Rp. 2.522.880.000, lalu bagaimana bagi mereka yang hidup lebih dari 60 tahun?

Dengan melihat perhitungan di atas, mungkin tak semua orang di bumi ini sanggup membayarnya. Memang jika kita baca pada media on line akan didapati berbagai macam perbedaan perhitungannya, sehingga angka-angka yang dihasilkannya pun akan berbeda pula. Ada yang begitu banyak sehingga sangat mencengangkan, tetapi ada pula yang menyangkalnya berdasarkan pengalaman ketika dirawat di rumah sakit.

Mungkin saja perhitungan di atas memang kurang akurat dan jauh dari ketepatan, jadi jika menurut Anda perhitungan itu keliru maka abaikan saja. Namun renungkanlah apa yang tersirat di dalamnya, bahwasanya kita tidak dipungut biaya sedikit pun oleh-Nya ketika menghirup oksigen di alam ini. Jadi bersyukurlah atas semua itu.

Bayangkan betapa repotnya ketika dalam keadaan tertentu yang memaksa manusia membutuhkan peralatan medis untuk sekedar bernafas. Bukan hanya itu, tentu saja akan dibutuhkan biaya atas oksigen yang dihirupnya. Seperti ketika seseorang sakit hingga membutuhkan bantuan medis untuk bernafas, atau ketika alam tidak besahabat seperti terjadinya kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan.

Apalagi pada saat terjebak dalam suatu ruang tanpa celah hingga tak ada sirkulasi udara yang membawa oksigen ke dalamnya atau ketika seseorang tenggelam, sungguh ini akan menyadarkan betapa pentingnya oksigen untuk bernafas bukan?

Maka marilah senantiasa untuk selalu bersyukur atas nafas kita yang tidak dipungut biaya sepeser pun oleh Sang Pencipta alam ini.

Semoga bermanfaat...