Ternyata Seperti Ini Proses Pembuatan Batik Cap - Rumah Sae

Halaman

    Social Items

Ternyata Seperti Ini Proses Pembuatan Batik Cap

Batik sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan telah mendunia. Pakaian batik dapat dikenakan untuk berbagai acara, mulai dari acara resmi hingga santai. Jadi tak heran jika hampir setiap orang memilikinya. Namun pernahkah Anda berpikir tentang bagaimana proses pembuatannya?

Pembuatan batik dapat dilakukan dengan menggunakan cap, yaitu layaknya seperti stampel. Ini berbeda dengan batik tulis yang menggunakan canting, dan batik printing yang menggunakan teknik cetak seperti pada industri tekstil.

Berikut Proses dalam Pembuatan Batik Cap

Pembuatan Cap Batik
Hal pertama yang dilakukan adalah membuat cap berukuran menggunakan tembaga sesuai dengan motif yang diinginkan.

Pengecapan/Pemberian Malam
Pengecapan dengan malam bertujuan untuk menghasilkan motif sesuai dengan cap yang digunakan. Pada proses ini dibutukan meja dengan permukaan yang benar-benar datar dan rata dan dilapisi dengan bahan yang empuk.

Mula-mula malam direbus hingga mencair dengan suhu 60 hingga 70 derajat celcius dan kain digelar di atas meja. Cap dicelupkan pada cairan malam setinggi 2 cm dari bagian bawah cap, kemudian pengecapan dilakukan dengan tekanan cukup pada kain yang hendak dibatik. Pada proses ini cairan malam akan meresap pada kain sesuai dengan motif cap yang digunakan.

Seperti ini proses pengecapan batik:



Pewarnaan
Setelah pengecapan selesai, selanjutnya adalah tahap pewarnaan dengan cara mencelupkan kain pada tangki yang berisi cairan pewarna tertentu. Kain yang telah dicap dengan cairan malam tidak akan terkena dalam proses pewarnaan ini, sehingga terbentuklah motif batik sesuai dengan cap yang digunakan.

Penggodokan/Pelorotan
Merupakan tahapan dalam pembuatan batik cap untuk menghilangkan/melepaskan malam pada kain, yaitu dengan cara merebusnya. Setelah cairan malam hilang maka akan terbentuklah 2 warna yaitu warna asli (yang tertutup malam) dan warna yang dihasilkan pada proses pewarnaan.

Jika menginginkan kombinasi warna, maka proses pembuatannya diulang mulai dari awal yaitu dari pengecapan/pemberian malam, pewarnaan, dan pelorotan.

Finishing
Proses terakhir adalah dengan merebusnya dengan air yang dicampur dengan soda, ini bertujuan untuk pembersihan dan pencerahan warna. Kemudian langkah selanjutnya adalah mengeringkan dan menyetrikannya.

Itulah proses dalam pembuatan batik cap, dengan mengetahuinya semoga dapat menambah wawasan Anda. Sehingga bukan hanya memakainya saja, melainkan menjadi tahu bagaimana proses dalam pembuatannya dan semakin bangga memakai batik.

Semoga bermanfaat...

Ternyata Seperti Ini Proses Pembuatan Batik Cap

Ternyata Seperti Ini Proses Pembuatan Batik Cap

Batik sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan telah mendunia. Pakaian batik dapat dikenakan untuk berbagai acara, mulai dari acara resmi hingga santai. Jadi tak heran jika hampir setiap orang memilikinya. Namun pernahkah Anda berpikir tentang bagaimana proses pembuatannya?

Pembuatan batik dapat dilakukan dengan menggunakan cap, yaitu layaknya seperti stampel. Ini berbeda dengan batik tulis yang menggunakan canting, dan batik printing yang menggunakan teknik cetak seperti pada industri tekstil.

Berikut Proses dalam Pembuatan Batik Cap

Pembuatan Cap Batik
Hal pertama yang dilakukan adalah membuat cap berukuran menggunakan tembaga sesuai dengan motif yang diinginkan.

Pengecapan/Pemberian Malam
Pengecapan dengan malam bertujuan untuk menghasilkan motif sesuai dengan cap yang digunakan. Pada proses ini dibutukan meja dengan permukaan yang benar-benar datar dan rata dan dilapisi dengan bahan yang empuk.

Mula-mula malam direbus hingga mencair dengan suhu 60 hingga 70 derajat celcius dan kain digelar di atas meja. Cap dicelupkan pada cairan malam setinggi 2 cm dari bagian bawah cap, kemudian pengecapan dilakukan dengan tekanan cukup pada kain yang hendak dibatik. Pada proses ini cairan malam akan meresap pada kain sesuai dengan motif cap yang digunakan.

Seperti ini proses pengecapan batik:



Pewarnaan
Setelah pengecapan selesai, selanjutnya adalah tahap pewarnaan dengan cara mencelupkan kain pada tangki yang berisi cairan pewarna tertentu. Kain yang telah dicap dengan cairan malam tidak akan terkena dalam proses pewarnaan ini, sehingga terbentuklah motif batik sesuai dengan cap yang digunakan.

Penggodokan/Pelorotan
Merupakan tahapan dalam pembuatan batik cap untuk menghilangkan/melepaskan malam pada kain, yaitu dengan cara merebusnya. Setelah cairan malam hilang maka akan terbentuklah 2 warna yaitu warna asli (yang tertutup malam) dan warna yang dihasilkan pada proses pewarnaan.

Jika menginginkan kombinasi warna, maka proses pembuatannya diulang mulai dari awal yaitu dari pengecapan/pemberian malam, pewarnaan, dan pelorotan.

Finishing
Proses terakhir adalah dengan merebusnya dengan air yang dicampur dengan soda, ini bertujuan untuk pembersihan dan pencerahan warna. Kemudian langkah selanjutnya adalah mengeringkan dan menyetrikannya.

Itulah proses dalam pembuatan batik cap, dengan mengetahuinya semoga dapat menambah wawasan Anda. Sehingga bukan hanya memakainya saja, melainkan menjadi tahu bagaimana proses dalam pembuatannya dan semakin bangga memakai batik.

Semoga bermanfaat...