Janganlah Mencabut Uban - Rumah Sae

Halaman

    Social Items

Janganlah Mencabut Uban

Tumbuhnya uban mungkin memang akan mempengaruhi penampilan yang bisa saja membuat seseorang merasa tidak nyaman. Padahal kini si rambut putih itu bukan hanya dapat ditemui pada seseorang yang telah berusia tua saja, namun banyak juga kaum muda yang telah beruban.

Uban sepertinya memang identik dengan usia tua, sehingga tidak sedikit orang yang berusaha melenyapkan dari dirinya agar tampak muda dan cara yang biasa dilakukan adalah dengan jalan mencabutnya.

Mencabut uban tidak lantas membuat rambut yang tumbuh hitam kembali, karena folikel rambut akan tetap berkembang dan uban akan tetap tumbuh kembali. Jika terlalu sering mencabutnya juga bisa menyebabkan kerusakan folikel rambut, sehingga rambut menjadi tak tumbuh lagi.

Jadi sepertinya mencabutnya memang bukan keputusan terbaik, dan ternyata uban kelak akan menjadi cahaya di hari kiamat.

“Barang siapa yang telah beruban dalam Islam, maka dia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang memiliki sehelai uban, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud)

“Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya di hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya suatu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.” (HR. Ibnu Hibban)

Itulah uban yang jika dicabut sama saja akan menghilangkan cahaya di hari kiamat nanti, tentu ini akan sangat merugikan bukan?

Wajarnya uban memang akan tumbuh di usia senja sehingga seharusnya dijadikan sebagai peringatan bagi kita akan dekatnya ajal. Bukankah alasan menghilangkan/menutupi uban agar tampak muda?

Marilah jadikan uban sebagai motivasi agar tidak rakus terhadap dunia dan untuk selalu melakukan kebajikan-kebajikan dalam kehidupan ini sebagai bekal di akhirat kelak.

Janganlah Mencabut Uban

Janganlah Mencabut Uban

Tumbuhnya uban mungkin memang akan mempengaruhi penampilan yang bisa saja membuat seseorang merasa tidak nyaman. Padahal kini si rambut putih itu bukan hanya dapat ditemui pada seseorang yang telah berusia tua saja, namun banyak juga kaum muda yang telah beruban.

Uban sepertinya memang identik dengan usia tua, sehingga tidak sedikit orang yang berusaha melenyapkan dari dirinya agar tampak muda dan cara yang biasa dilakukan adalah dengan jalan mencabutnya.

Mencabut uban tidak lantas membuat rambut yang tumbuh hitam kembali, karena folikel rambut akan tetap berkembang dan uban akan tetap tumbuh kembali. Jika terlalu sering mencabutnya juga bisa menyebabkan kerusakan folikel rambut, sehingga rambut menjadi tak tumbuh lagi.

Jadi sepertinya mencabutnya memang bukan keputusan terbaik, dan ternyata uban kelak akan menjadi cahaya di hari kiamat.

“Barang siapa yang telah beruban dalam Islam, maka dia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang memiliki sehelai uban, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud)

“Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya di hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya suatu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.” (HR. Ibnu Hibban)

Itulah uban yang jika dicabut sama saja akan menghilangkan cahaya di hari kiamat nanti, tentu ini akan sangat merugikan bukan?

Wajarnya uban memang akan tumbuh di usia senja sehingga seharusnya dijadikan sebagai peringatan bagi kita akan dekatnya ajal. Bukankah alasan menghilangkan/menutupi uban agar tampak muda?

Marilah jadikan uban sebagai motivasi agar tidak rakus terhadap dunia dan untuk selalu melakukan kebajikan-kebajikan dalam kehidupan ini sebagai bekal di akhirat kelak.