Ukuran Minimal Mushala di Rumah - Rumah Sae

Halaman

    Social Items

Ukuran Minimal Mushala di Rumah

Ketika membuat mushala di dalam rumah, pastikan menggunakan ukuran yang tepat agar nantinya dapat difungsikan secara nyaman dan maksimal. Jangan sampai setelah mushala selesai di buat, karena tanpa perhitungan yang cermat mengakibatkan menjadi tanggung. Artinya digunakan untuk shalat satu orang masih ada sisa tempat, sementara jika digunakan untuk shalat berjamaah tidak cukup.

Jadi sebelum membuat mushala di dalam rumah, tentukan lebih dulu apakah nantinya akan digunakan untuk berjamaah atau hanya diperuntukan untuk satu orang saja. Tentu saja dengan melihat kondisi yang ada, artinya seberapa luas ruang yang tersedia.

Untuk mengetahui ukuran minimalnya silakan ukur saja sajadah orang dewasa. Biasanya sajadah orang dewasa mempunyai ukuran panjang 110 cm – 120 cm, untuk lebarnya 50 cm – 70 cm. Perhitungkan juga arah kiblatnya, karena bukan hal yang mudah untuk membuat ruang mushala yang berada di dalam rumah persis menghadap kiblat.

Ruang ibadah ini tentunya akan bersinggungan dengan ruang yang lainnya, sehingga akan berpengaruh terhadap tata ruang rumah. Ruang mushala tak harus menghadap kiblat karena shalatlah yang harus menghadap kiblat, jadi perhitungkan secara tepat ukurannya dengan mengacu dari ukuran sajadah orang dewasa.


Jika mushala direncanakan hanya untuk digunakan satu orang saja, maka untuk setiap sisinya agar ditambah lebih kurang 20 cm atau beberapa centimeter tergantung arah kiblatnya.

Jika hanya seukuran sajadah saja tanpa menambah beberapa cm untuk sisi-sisnya, maka akan terasa sesak dan dapat mengurangi keleluasan dan kenyamanan dalam melakukan gerakan shalat bahkan bisa saja tak dapat mengarahkannya ke kiblat dengan benar.

Jika merencanakan pembuatan mushala di dalam rumah untuk digunakan secara berjamaah, tentukan lebih dulu berapa shaf yang Anda inginkan dan berapa orang dalam setiap shafnya. Berilah jarak antar shaf setidaknya 10 cm – 20 cm, beri jarak antara shaf paling belakang dengan dinding mushala bagian belakang.

Itulah ukuran minimal mushala di dalam rumah yang mengacu pada ukuran sajadah orang dewasa, agar lebih tepat silakan ukur langsung pada lokasi yang direncanakan. Hamparkan sajadah sesuai arah kiblat, kemudian tambah beberapa centimeter pada sisi mana saja yang dianggap perlu agar diperoleh kenyamanan ketika mengerjakan shalat.

Untuk digunakan berjamaah tidaklah perlu menambah ukuran untuk kanan dan kirinya, cukup gunakan ukuran sajadah saja karena utamanya adalah rapat setiap barisan shalat.

Ukuran Minimal Mushala di Rumah

Ukuran Minimal Mushala di Rumah

Ketika membuat mushala di dalam rumah, pastikan menggunakan ukuran yang tepat agar nantinya dapat difungsikan secara nyaman dan maksimal. Jangan sampai setelah mushala selesai di buat, karena tanpa perhitungan yang cermat mengakibatkan menjadi tanggung. Artinya digunakan untuk shalat satu orang masih ada sisa tempat, sementara jika digunakan untuk shalat berjamaah tidak cukup.

Jadi sebelum membuat mushala di dalam rumah, tentukan lebih dulu apakah nantinya akan digunakan untuk berjamaah atau hanya diperuntukan untuk satu orang saja. Tentu saja dengan melihat kondisi yang ada, artinya seberapa luas ruang yang tersedia.

Untuk mengetahui ukuran minimalnya silakan ukur saja sajadah orang dewasa. Biasanya sajadah orang dewasa mempunyai ukuran panjang 110 cm – 120 cm, untuk lebarnya 50 cm – 70 cm. Perhitungkan juga arah kiblatnya, karena bukan hal yang mudah untuk membuat ruang mushala yang berada di dalam rumah persis menghadap kiblat.

Ruang ibadah ini tentunya akan bersinggungan dengan ruang yang lainnya, sehingga akan berpengaruh terhadap tata ruang rumah. Ruang mushala tak harus menghadap kiblat karena shalatlah yang harus menghadap kiblat, jadi perhitungkan secara tepat ukurannya dengan mengacu dari ukuran sajadah orang dewasa.


Jika mushala direncanakan hanya untuk digunakan satu orang saja, maka untuk setiap sisinya agar ditambah lebih kurang 20 cm atau beberapa centimeter tergantung arah kiblatnya.

Jika hanya seukuran sajadah saja tanpa menambah beberapa cm untuk sisi-sisnya, maka akan terasa sesak dan dapat mengurangi keleluasan dan kenyamanan dalam melakukan gerakan shalat bahkan bisa saja tak dapat mengarahkannya ke kiblat dengan benar.

Jika merencanakan pembuatan mushala di dalam rumah untuk digunakan secara berjamaah, tentukan lebih dulu berapa shaf yang Anda inginkan dan berapa orang dalam setiap shafnya. Berilah jarak antar shaf setidaknya 10 cm – 20 cm, beri jarak antara shaf paling belakang dengan dinding mushala bagian belakang.

Itulah ukuran minimal mushala di dalam rumah yang mengacu pada ukuran sajadah orang dewasa, agar lebih tepat silakan ukur langsung pada lokasi yang direncanakan. Hamparkan sajadah sesuai arah kiblat, kemudian tambah beberapa centimeter pada sisi mana saja yang dianggap perlu agar diperoleh kenyamanan ketika mengerjakan shalat.

Untuk digunakan berjamaah tidaklah perlu menambah ukuran untuk kanan dan kirinya, cukup gunakan ukuran sajadah saja karena utamanya adalah rapat setiap barisan shalat.