Cara Mudah Membedakan Es Batu dari Air Matang dan Air Mentah - Rumah Sae

Halaman

    Social Items

Cara Mudah Membedakan Es Batu dari Air Matang dan Air Mentah

Ketika cuaca terik atau badan terasa gerah sehabis beraktifitas, memang terasa nikmat meminum minumam dingin. Tidak selalu minuman dingin itu karena didinginkan di dalam kulkas, namun untuk mendinginkannya dengan cara memberikan es batu sebagai pelengkapnya.

Seperti es teh, es jeruk, es kelapa muda, jus buah lengkap dengan es batu, dan minuman lainnya yang dilengkapi dengan es batu memang terasa nikmat sebagai pelepas dahaga. Anak-anak pun ternyata juga suka mengkonsumsi jajanan yang bahan dasarnya terbuat dari es batu.

Sepertinya kita tidak akan khawatir jika menggunakan es batu buatan sendiri, karena pastilah akan dibuat dari air matang. Sehingga tidak ada rasa khawatir ketika mengkonsumsinya, es batu yang terbuat dari air matang lebih aman untuk kesehatan pencernaan.

Sebaliknya ketika menggunakan es batu yang dijual di pasaran kadang ada rasa khawatir tentang kebersihannya. Sehingga sering membuat hati bertanya-tanya, terbuat dari air matang atau air mentahkah?

Es batu yang terbuat dari air mentah dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu, apalagi tubuh ketika itu dalam keadaan kurang fit. Beberapa akibat yang dialami setelah mengkonsumsinya yaitu seperti sakit perut, diare, deman, dan lain-lain.

Es batu yang dibuat dari air mentah ini kemungkinan besar terdapat bakteri yang menjadi sumber penyakit. Proses pembekuan tidak lantas membuat bakteri yang terkandung di dalam air mentah itu mati, apalagi jika air yang digunakan tidak higeinis.

Berbeda dengan es batu yang terbuat dari air matang, yang direbus dahulu sebelumnya hingga mendidih. Es batu dari air matang dan higeinis ini lebih aman untuk kesehatan saluran pencernaan, sehingga tidak ada rasa khawatir ketika mengkonsumsinya.

Lalu bagaimana cara membedakan antara es batu yang terbuat dari air matang dan air mentah itu?

Cara membedakannya cukup sederhana, yaitu dengan melihat penampakan dari es batu atau dengan kata lain perbedaan itu terlihat secara kasat mata.

Es batu yang dibuat dari air matang akan terlihat bening, karena pada saat perebusan gas di dalam air akan terlepas.

Es batu yang dibuat dari air mentah akan terlihat berwarna putih seperti susu, karena masih terdapat banyak gas di dalamnya. Gas di dalam air mentah itulah yang menyebabkan es batu menjadi berwarna putih.

Untuk mengetahui tingkat kebersihan air yang digunakan tidak begitu saja mudah terlihat secara kasat mata, karena dibutuhkan uji laboratorium. Namun dengan mengetahui apakah es batu terbuat dari air matang atau mentah mentah setidaknya dapat mengurangi rasa khawatir akan dampaknya bagi kesehatan saluran cerna ketika mengkonsumsinya.

Jadi yang paling aman memanglah menggunakan es batu buatan sendiri di rumah, dan ketika berada di luar rumah akan lebih aman memilih yang didinginkan pada lemari pendingin daripada mencampurkan es batu ke dalam minuman.

Tidak ada salahnya jika kita berhati-hati bukan?

Cara Mudah Membedakan Es Batu dari Air Matang dan Air Mentah

Cara Mudah Membedakan Es Batu dari Air Matang dan Air Mentah

Ketika cuaca terik atau badan terasa gerah sehabis beraktifitas, memang terasa nikmat meminum minumam dingin. Tidak selalu minuman dingin itu karena didinginkan di dalam kulkas, namun untuk mendinginkannya dengan cara memberikan es batu sebagai pelengkapnya.

Seperti es teh, es jeruk, es kelapa muda, jus buah lengkap dengan es batu, dan minuman lainnya yang dilengkapi dengan es batu memang terasa nikmat sebagai pelepas dahaga. Anak-anak pun ternyata juga suka mengkonsumsi jajanan yang bahan dasarnya terbuat dari es batu.

Sepertinya kita tidak akan khawatir jika menggunakan es batu buatan sendiri, karena pastilah akan dibuat dari air matang. Sehingga tidak ada rasa khawatir ketika mengkonsumsinya, es batu yang terbuat dari air matang lebih aman untuk kesehatan pencernaan.

Sebaliknya ketika menggunakan es batu yang dijual di pasaran kadang ada rasa khawatir tentang kebersihannya. Sehingga sering membuat hati bertanya-tanya, terbuat dari air matang atau air mentahkah?

Es batu yang terbuat dari air mentah dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu, apalagi tubuh ketika itu dalam keadaan kurang fit. Beberapa akibat yang dialami setelah mengkonsumsinya yaitu seperti sakit perut, diare, deman, dan lain-lain.

Es batu yang dibuat dari air mentah ini kemungkinan besar terdapat bakteri yang menjadi sumber penyakit. Proses pembekuan tidak lantas membuat bakteri yang terkandung di dalam air mentah itu mati, apalagi jika air yang digunakan tidak higeinis.

Berbeda dengan es batu yang terbuat dari air matang, yang direbus dahulu sebelumnya hingga mendidih. Es batu dari air matang dan higeinis ini lebih aman untuk kesehatan saluran pencernaan, sehingga tidak ada rasa khawatir ketika mengkonsumsinya.

Lalu bagaimana cara membedakan antara es batu yang terbuat dari air matang dan air mentah itu?

Cara membedakannya cukup sederhana, yaitu dengan melihat penampakan dari es batu atau dengan kata lain perbedaan itu terlihat secara kasat mata.

Es batu yang dibuat dari air matang akan terlihat bening, karena pada saat perebusan gas di dalam air akan terlepas.

Es batu yang dibuat dari air mentah akan terlihat berwarna putih seperti susu, karena masih terdapat banyak gas di dalamnya. Gas di dalam air mentah itulah yang menyebabkan es batu menjadi berwarna putih.

Untuk mengetahui tingkat kebersihan air yang digunakan tidak begitu saja mudah terlihat secara kasat mata, karena dibutuhkan uji laboratorium. Namun dengan mengetahui apakah es batu terbuat dari air matang atau mentah mentah setidaknya dapat mengurangi rasa khawatir akan dampaknya bagi kesehatan saluran cerna ketika mengkonsumsinya.

Jadi yang paling aman memanglah menggunakan es batu buatan sendiri di rumah, dan ketika berada di luar rumah akan lebih aman memilih yang didinginkan pada lemari pendingin daripada mencampurkan es batu ke dalam minuman.

Tidak ada salahnya jika kita berhati-hati bukan?