Perbedaan Mendasar Antara Surat Perjanjian Jual Beli dengan Akta Jual Beli - Rumah Sae

Halaman

    Social Items


SPJB dan AJB merupakan dokumen penting dalam proses jual beli tanah atau properti seperti rumah. Dokumen penting ini berfungsi sebagai bukti bahwa telah terjadi kesepakatan jual beli antara kedua belah pihak yang bersangkutan.

Mungkin masih banyak yang menganggap sama antara kedua dokumen perjanjian dalam transaksi jual beli itu. Antara SPJB dengan AJB sesungguhnya memiliki perbedaan yang sangat mendasar, maka sebelum melakukan transaksi jual beli tanah atau properti sebaiknya ketahui lebih dulu perbedaannya.

SPJB
Merupakan singkatan dari Surat Perjanjian Jual Beli, dokumen perjanjian jual beli ini sebagai ikatan awal antara penjual dan pembeli tanah atau properti yang bersifat non autentik.

AJB
Merupakan singkatan dari Akta Jual Beli, yaitu dokumen jual beli yang dibuat oleh notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sehingga merupakan akta autentik.

Jadi perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada sifat autentikasinya, yaitu SPJB bersifat non autentik sedangkan AJB bersifat autentik.

Yang dimaksud non autentik di sini adalah merupakan dokumen jual beli yang dibuat antara penjual dan pembeli tanpa campur tangan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), sedangkan yang dimaksud autentik adalah bahwa dalam pembuatan dokumen jual beli melibatkan notaris atau PPAT.

SPJB bersifat non autentik, maka tidak mengikat tanah atau properti sebagai objek perjanjian sehingga tidak dapat menyebabkan beralihnya kepemilikan tanah atau properti dari penjual kepada pembeli. Biasanya SPJB ini dibuat sebagai prasarat untuk membuat AJB, walaupun itu bukanlah sesuatu hal yang wajib.

Berbeda dengan SPJB, AJB dapat menjadikan tanah atau properrti sebagai objek perjanjian sehingga dapat dialihkan atau balik nama dari penjual kepada pembeli.

Itulah perbedaan yang mendasar antara SPJB dengan AJB, semoga bermanfaat...

Perbedaan Mendasar Antara Surat Perjanjian Jual Beli dengan Akta Jual Beli


SPJB dan AJB merupakan dokumen penting dalam proses jual beli tanah atau properti seperti rumah. Dokumen penting ini berfungsi sebagai bukti bahwa telah terjadi kesepakatan jual beli antara kedua belah pihak yang bersangkutan.

Mungkin masih banyak yang menganggap sama antara kedua dokumen perjanjian dalam transaksi jual beli itu. Antara SPJB dengan AJB sesungguhnya memiliki perbedaan yang sangat mendasar, maka sebelum melakukan transaksi jual beli tanah atau properti sebaiknya ketahui lebih dulu perbedaannya.

SPJB
Merupakan singkatan dari Surat Perjanjian Jual Beli, dokumen perjanjian jual beli ini sebagai ikatan awal antara penjual dan pembeli tanah atau properti yang bersifat non autentik.

AJB
Merupakan singkatan dari Akta Jual Beli, yaitu dokumen jual beli yang dibuat oleh notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sehingga merupakan akta autentik.

Jadi perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada sifat autentikasinya, yaitu SPJB bersifat non autentik sedangkan AJB bersifat autentik.

Yang dimaksud non autentik di sini adalah merupakan dokumen jual beli yang dibuat antara penjual dan pembeli tanpa campur tangan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), sedangkan yang dimaksud autentik adalah bahwa dalam pembuatan dokumen jual beli melibatkan notaris atau PPAT.

SPJB bersifat non autentik, maka tidak mengikat tanah atau properti sebagai objek perjanjian sehingga tidak dapat menyebabkan beralihnya kepemilikan tanah atau properti dari penjual kepada pembeli. Biasanya SPJB ini dibuat sebagai prasarat untuk membuat AJB, walaupun itu bukanlah sesuatu hal yang wajib.

Berbeda dengan SPJB, AJB dapat menjadikan tanah atau properrti sebagai objek perjanjian sehingga dapat dialihkan atau balik nama dari penjual kepada pembeli.

Itulah perbedaan yang mendasar antara SPJB dengan AJB, semoga bermanfaat...