Social Items

Kriteria Persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal

Rumah sebagai tempat tinggal akan memiliki andil yang cukup besar pengaruhnya pada kesehatan seseorang. Rumah yang sehat tentu menjadi penyokong terhadap kesehatan penghuninya.

Memang gaya hidup serta kebiasan-kebiasan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar rumah juga merupakan faktor yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang, tetapi setidaknya jika rumah sebagai tempat tinggal telah memenuhi persyaratan kesehatan tentu saja akan membawa dampak yang baik.

Kesehatan Perumahan adalah lokasi fisik, kimia dan bilogik di dalam rumah, di lingkungan rumah, dan perumahan, sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal.

Persyaratan Kesehatan Perumahan adalah ketetapan atau ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni rumah, masyarakat yang bermukim di perumahan, dan atau masyarakat sekitarnya dari bahaya atau gangguan kesehatan.

Nah untuk mengetahui apakah rumah Anda telah memenuhi kriteria persyaratan kesehatan perumahan atau belum, yuk simak 1O Persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 berikut ini:

1. Bahan Bangunan

a. Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepas zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain sebagai berikut:
1) Debu total tidak lebih dari 15 ug/m3;
2) Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m3/4 jam;
3) Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg.

b. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikro organisme patogen.

2. Komponen dan Penataan Ruang Rumah

Komponen rumah harus memenuhi persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut:
a. Lantai kedap air, dan mudah dibersihkan;
b. Dinding:
1) Di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara;
2) Di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan;
c. Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan;
d. Bumbungan rumah yang memiliki ketinggian 10 meter atau lebih harus dilengkapi dengan penangkal petir;
e. Ruang di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi, ruang bermain anak;
f. Ruang dapur harus dilengkapi sarana pembuangan asap.

3. Pencahayaan

Pencahayaan alam dan/atau buatan yang langsung maupun tidak langsung dapat menerangi seluruh ruangan minimal intensitasnya 60 lux, dan tidak menyilaukan.

4. Kualitas Udara

Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut:
a) Suhu udara nyaman berkisar 18o sampai dengan 30o Celsius;
b) Kelembapan udara berkisar antara 40% sampai 70%;
c) Konsentrasi gas SO2 tidak melebihi 0,10 ppm/24 jam;
d) Pertukaran udara (“air exchange rate”) 5 kaki kubik per menit per penghuni;
e) Konsetrasi gas CO tidak melebihi 100 ppm/8 jam;
f) Konsentrasi gas formaldehid tidak melebihi 120 mg/m3.

5. Ventilasi

Luas penghawaan atau ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai.

6. Binatang Penular Penyakit

Tidak ada tikus bersarang di dalam rumah.

7. Air

a. Tersedia sarana air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter/hari/orang;
b. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan/atau air minum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

8. Tersedianya sarana penyimpanan makanan yang aman

9. Limbah

a. Limbah cair yang berasal dari rumah tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, dan tidak mencemari permukaan air tanah;
b. Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, pencemaran terhadap permukaan tanah serta air tanah.

10. Kepadatan Hunian Rumah

Luas ruang tidur minimal 8 meter, dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari 2 orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun.

Itulah persyaratan kesehatan rumah tinggal menurut kemenkes, apakah rumah tinggal Anda telah memenuhi kriteria-kriteria di atas?

Semoga bermanfaat...

Kriteria Persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dalam Kepingan dan Dus

Pada dasarnya rumus cara menghitung kebutuhan keramik itu sangatlah sederhana, walau demikian tetaplah harus hati-hati dan teliti agar tidak salah hitung. Penghitungan yang tidak benar dapat berakibat tidak sesuainya antara kebutuhan dan jumlah keramik yang dibeli.

Jika keramik yang dibeli melebihi dari jumlah prosentase antisipasinya, itu artinya akan banyak keramik yang tidak terpakai sehingga akan menyebabkan pemborosan.

Sebalikya jika keramik yang dibeli ternyata kurang dari jumlah yang dibutuhkan, itu berarti harus membelinya kembali sesuai dengan yang sudah dibeli agar ukuran, warna, dan motifnya seragam.

Keramik yang dijual pasaran telah dikemas dalam dus, jadi tidak dijual secara meteran. Rata-rata setiap dusnya seluas 1 m2, ada yang lebih dan ada juga yang kurang. Setiap dus terdiri dari beberapa keping keramik tergantung dari ukurannya.

Langkah-langkah menghitung kebutuhan keramik

Ketahui luas bidang yang akan dipasangi keramik

Baik lantai maupun dinding caranya sama, yaitu dengan menghitung luas bidang yang akan dipasangi keramik. Caranya dengan mengalikan antara panjang dan lebarnya.

Luas bidang yang akan dipasangi keramik = panjang x lebar

Ketahui luas kepingan keramik yang digunakan

Caranya sama yaitu dengan mengalikan panjang dan lebarnya.

Luas kepingan keramik = panjang x lebar


Menghitung jumlah kepingan keramik yang dibutuhkan

Setelah diketahui luas bidang yang akan dipasangi keramik dan luas kepingan keramik yang digunakan, selanjutnya adalah menghitung berapa jumlah kepingan keramik yang dibutuhkan sesuai dengan luas bidang yang akan dipasangi.

Caranya adalah membagi luas bidang yang akan dipasangi keramik dengan luas kepingan keramik.

Jumlah kepingan keramik = Luas bidang yang akan dipasangi keramik : Luas kepingan keramik

Menambah jumlah keramik untuk antisipasi jika ada kesalahan

Setelah diketahui jumlah keping keramik yang dibutuhkan jangan keburu beli dulu, perlu menambah jumlah keramik untuk antisipasi jika ada kesalahan pemotongan, banyak lekukan pada bidang yang akan dipasangi, atau ingin memasangnya secara diagonal.

Jika keramik dipasang biasa (lurus) maka cukup tambahkan 5% dari jumlah keping keramik, tetapi jika ingin dipasang secara diagonal atau banyak lekukan pada bidang yang akan dipasangi keramik maka tambahkan 10% dari jumlah keramik.

Menghitung jumlah total keping keramik yang dibutuhkan

Untuk menghitung total keramik yang dibutuhkan adalah dengan cara menambahkan jumlah kepingan keramik dengan jumlah keramik untuk antisipasi.

Total kebutuhan keramik = Jumlah keping keramik + antisipasi

Menghitung jumlah total dus keramik yang harus dibeli

Biasanya keramik yang dijual dipasaran dalam bentuk kemasan dus, bukan dijual secara satuan atau meteran. Dalam 1 dus keramik biasanya berisi lebih kurang untuk luasan 1 m2.

1 dus keramik = 1 m2 : Luas keping keramik

Baca juga:

Contoh:

Panjang dan lebar lantai kamar tidur pak Sae adalah 4 meter, akan dipasangi keramik yang berukuran 40x40 secara biasa (lurus).

Cara menghitung jumlah total keping keramik yang dibutuhkan:

Luas bidang yang akan dipasangi keramik = 4 m x 4 m
= 16 m2
Luas kepingan keramik yang digunakan = 40 cm x 40 cm
= 0,4 m x 0,4 m
= 0,16 m2
Jumlah keping keramik yang dibutuhkan = 16 m2 : 0,16 m2
= 100 keping
Jumlah keping keramik untuk antisipasi = 5% x 100 keping
= 5 keping
Total keping keramik yang dibutuhkan = 100 keping + 5 keping
= 105 keping

Jadi keramik yang dibutuhkan untuk lantai kamar tidur pak Sae adalah 105 keping.

Cara menghitung jumlah dus keramik yang harus dibeli:

Luas kepingan keramik yang digunakan = 40 cm x 40 cm
= 0,4 m x 0,4 m
= 0,16 m2
1 dus keramik = 1 m2 : 0,16 m2
= 6,25 keping
= 6 keping

Jadi untuk keramik ukuran 40x40 dalam 1 dusnya berisi 6 keping keramik.

Jika yang dibutuhkan 105 keping keramik maka jumlah dus keramik yang harus dibeli yaitu:

Isi 1 dus keramik ukuran 40x40 = 6 keping keramik
Jumlah keping keramik yang dibutuhkan = 105 keping keramik
Jumlah dus keramik yang harus dibeli = 105 : 6
= 17,5 dus
= 18 dus

Jadi untuk bidang seluas 16 m2 membutuhkan 105 keping keramik, sehingga harus membeli 18 dus dan akan mendapatkan keramik sejumlah 108 keping.

Semoga bermanfaat...

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dalam Kepingan dan Dus

Tips Cara Memaku Dinding agar Tidak Retak atau Gompel

Sudah menjadi hal biasa jika dinding rumah dipasangi foto, lukisan, jam dinding, kaligrafi, atau pernak-pernik sebagai hiasan untuk mempercantik tampilan ruang. Biasanya untuk menempelkan atau menganggantungnya dengan cara menancapkan paku pada dinding.

Memaku dinding sepertinya terdengar sepele dan mudah dilakukan, tetapi kadang juga bisa menjadi sesuatu yang sulit membuat paku tertancap dengan sempurna tanpa membuat dinding retak atau gompel.

Bagi tukang bangunan tentu saja bisa menjadi hal yang sangat mudah, tetapi bagi orang awam belum tentu dapat melakukannya dengan baik. Buktinya masih banyak ditemui dinding rumah yang retak atau gompel akibat dari memaku dinding.

Nah untuk meminalisir kerusakan dinding, simak tips cara memaku dinding berikut ini:

Ketahui jenis dindingnya
Perhatikan jenis dinding yang akan dipaku, dinding biasa atau struktural. Jika dinding struktural harus dibor terlebih dahulu sebelum dipaku, karena dinding struktural akan keras jika dipaku.

Gunakan paku beton/baja
Paku beton atau juga yang dikenal dengan paku baja memang lebih mahal dibanding dengan paku biasa, tetapi paku beton lebih kuat dan tak mudah bengkok sehingga mudah ditancapkan pada dinding ketimbang paku kayu. Jadi walaupun harganya lebih mahal, gunakan saja paku beton.

Ada 2 macam paku beton, yaitu berwarna putih (silver) dan hitam. Warna putih lebih kuat dibanding warna hitam, tetapi hargnya lebih mahal.

Gunakan palu dengan kondisi yang baik
Artinya baik kepala palu maupun pegangannya dipastikan dalam keadaan baik, sehingga dapat dugunakan untuk memaku dengan baik pula. Palu yang sudah tidak dalam kondisi baik bisa menyulitkan ketika digunakan, bahkan jika tidak hati-hati bisa menciderai.

Tentukan posisinya secara akurat
Penting menentukan titik posisi dimana paku akan ditancapkan, jangan sampai setelah paku tertancap harus dicabut kembali karena salah posisi. Mencabut paku yang telah tertancap dapat menyebabkan dinding menjadi gompel.

Tandai secara tepat
Setelah ditentukan posisinya, tandai titik yang akan dipaku secara tepat mengunakan balpoin, pensil, spidol, atau bisa juga menggunakan paku.

Tempelkan lakban
Tempelkan lakban pada area titik yang akan dipaku, lakban bisa ditempelkan secara menyilang. Menempelkan lakban ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya keretakan atau gompel pada dinding saat dipaku.

Gunakan lakban bening agar titik sebagai tanda yang akan dipaku dapat terlihat. Jika tidak ada bisa menggunakan lakban coklat, hitam, atau selotip kertas, tetapi titik yang dibuat menjadi tak terlihat sehingga harus menandainya kembali agar tidak salah posisi.

Posisikan paku pada titik yang telah dibuat
Tempelkan paku pada titik yang telah dibuat, kemudian pukul secara perlahan hingga sedikit tertancap.

Pukul paku dengan pukulan sempurna
Setelah paku sedikit tertancap, pukulah secara sempurna hingga paku menancap pada dinding dengan kedalaman sesuai dengan yang diinginkan. Fokus dan berhati-hatilah agar palu dapat mendarat pada kepala paku secara tepat, sehingga paku tidak bengkok atau mengenai tangan.

Lepas lakban pelan-pelan
Setelah paku dapat menancap sempurna dengan kedalaman seseuai yang diinginkan, lepas lakban secara pelan-pelan.


Itulah tips cara untuk mengurangi terjadinya kerusakan dinding seperti retak atau gompel saat memaku dinding.

Tips Cara Memaku Dinding agar Tidak Retak atau Gompel

Yang Perlu Dilakukan Sebelum Membeli Keramik

Membeli keramik baik untuk lantai maupun dinding rumah kadang menjadi perkara yang tak mudah. Ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelumnya, agar nantinya didapatkan hasil yang baik ketika keramik itu telah diaplikasikan pada sebuah bangunan.

Tolak ukurnya bukan hanya secara estetika dimana keramik bisa serasi dengan tema bangunan saja, tetapi kenyamanan, keamanan, dan keawetan perlu juga dipertimbangkan sebagai hasil yang seharusnya menjadi capaian.

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan sebelum membeli keramik

Tentukan untuk dinding apa lantai

Ada keramik yang dibuat untuk diaplikasikan pada lantai ada juga untuk dinding. Memang keduanya bisa diaplikasikan tak harus sesuai dengan peuntukannya, artinya keramik dinding bisa dipasang untuk lantai begitu pula sebaliknya.

Tetapi pabrikan membuat kedua jenis keramik ini berbeda, baik itu ketebalan, kekuatan dalam menopang beban, motif, dan tekstur permukaannya. Yang jelas ada perbedaan diantara keduanya, karena pada dasarnya memang ada fungsi yang berbeda.

Jadi ketika ingin dipasang dilantai maka beli saja keramik lantai, sebaliknya jika ingin dipasang di dinding maka belilah keramik dinding. Ini akan menjadi lebih baik secara keamanan, kenyamanan, dan keawetannya.



Sesuaikan menurut ruangnya

Beda ruang bisa berbeda pula keramiknya, ini akan terkait dengan ukuran keramik, pola, warna, maupun tekstur. Misalnya saja untuk keramik lantai kamar mandi tentu saja akan berbeda dengan keramik yang diaplikasikan pada ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, serta bisa berbeda juga dengan ruang yang lainnya.

Tentukan ukuran keramiknya

Ada beberapa macam ukuran keramik maka tentukan ukuran yang diinginkan atau sesuai dengan kesan yang ingin ditonjolkan.Seperti jika ingin ruang tampak lebih luas maka pilih keramik yang berukuran besar misalnya.

Keramik yang berukuran besar bisa diaplikasikan pada ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, dan dapur. Untuk kamar mandi bisa dipilih keramik yang berukuran kecil hingga medium.

Perlu juga diketahui tidak semua pabrikan keramik memproduksi semua ukuran. Ada ukuran tertentu yang hanya diproduksi oleh merek tertentu.


Ketahui kebutuhan setiap ruangnya

Setelah menentukan ukuran keramik untuk setiap ruangnya, selanjutnya adalah menghitung kebutuhan keramik setiap ruangnya. Hati-hati jika keramik yang dibeli kurang, kadang bisa saja menjadi hal yang tak mudah ketika mencari keramik dengan ukuran, motif, dan warna yang sama.

Begitu juga bila keramik yang dibeli ternyata melebihi dari yang dibutuhkan, hal ini juga akan mengakibatkan banyak yang terbuang.

Biasanya 1 dus keramik berisi 1 meter persegi, silakan hitung luas ruangnya dan untuk antisipasi jika ada salah potong maka tambahakan 5% dari total keramik yang dibutuhkan. Jika ingin memasangnya secara diagonal tambahkan sekitar 7% hingga 10%.


Tentukan warnanya

Soal warna memang menjadi pilihan masing-masing orang, tetapi sebaiknya tidak mengabaikan bahwa warna pada keramik dapat memunculkan kesan tertentu pada ruangan.

Jika menginginkan ruang tampak lega dan terang maka pilihlah keramik yang berwarna cerah. Jika ingin menciptakan kesan hangat pada ruang pilihlah warna pastel atau gelap, tetapi pertimbangkan juga ketercukupan cahaya alami pada ruang.

Jika ruang memiliki cahaya alami yang cukup, maka bisa diaplikasikan keramik berwarna gelap. Sebaliknya jika ruang tak memiliki cahaya alami yag cukup, maka pilih saja yang berwarna putih atau cerah.

Untuk dapur terutama pada meja kompor dan cuci piring sebaiknya pilih saja warna yang gelap agar tidak mudah terlihat kotor.

Tentukan polanya

Soal pola juga bersifat individual, ada yang suka polos ada juga yang menyukai pola tertentu. Yang terpenting adalah tetap selaras dengan tema ruangnya, baik itu untuk keramik dinding maupun lantai.

Perhatikan teksturnya

Untuk keramik dinding pada umumnya memang didesain mengkilap dan licin, tetapi untuk lantai ada yang bertekstur mengkilap, tidak mengkilap, dan kasar.

Memilih keramik yang mengkilap atau tidak mengkilap juga merupakan selera masing-masing orang, tetapi perlu diketahui bahwa keramik mengkilap akan mudah dibersihkan dibanding dengan keramik dengan permukaan tidak mengkilap.

Keramik bertekstur kasar cocok untuk diaplikasikan pada kamar mandi atau garasi agar lantai tidak licin.

Sesuaikan dengan budgetnya

Memang beda harga bisa berbeda kualitasnya, beda merek bisa saja berbea harganya. Yang terpenting sesuaikan saja dengan budgetnya agar tercukupi.

Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum membeli keramik, semoga bermanfaat...

Yang Perlu Dilakukan Sebelum Membeli Keramik

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan Beserta Contohnya

Pajak Bumi dan Bangunan atau yang sering disingkat PBB merupakan pajak yang dikenakan oleh negara atas tanah dan atau bangunan yang dimiliki oleh badan maupun perorangan. Setiap tahun PBB ini harus dibayarkan oleh wajib pajak atas tanah dan atau bangunan yang mereka miliki.

Sesuai dengan namanya, maka objek dari PBB ini ada 2 macam yaitu:
Bumi merupakan permukaan bumi seperti pekarangan, sawah, kebun, dan lain-lain.
Bangunan merupakan konstruksi bangunan yang ditancapkan ke bumi seperti rumah tempat tinggal, tempat usaha, dan lain-lain.

PBB = 0,5% x NJKP

3 faktor yang menjadi dasar pengenaan pajak PBB yaitu:

NJOP

Nilai Jual Objek Pajak atau yang disingkat dengan NJOP merupakan taksiran atau harga jual beli tanah dan bangunan. NJOP ini biasanya disesuaikan setiap tiga tahun oleh menteri keuangan dan untuk suatu daerah tertentu bisa disesuaikan setiap tahun menurut perkembangan dari daerah itu.

Besaran NJOP bisa berbeda untuk masing-masing wilayah. Semakin besar NJOP, tentu akan semakin besar pula PBB yang harus dibayarkan oleh wajib pajak.

Jika tidak ada transaksi jual beli maka penetapan NJOP bisa dilakukan dengan perbandingan harga dengan objek lain, nilai perolehan baru, dan nilai jual pengganti.

Ada dua macam NJOP yaitu:

NJOP Bumi
Ditentukan berdasarkan faktor letak, pemanfaatan, peruntukan, dan kondisi lingkunan.

NJOP Bangunan
Ditentukan berdasarkan faktor bahan bangunan yang digunakan, rekayasa, letak, dan kondisi lingkungan.

NJKP

Merupakan singkatan dari Nilai Jual Kena Pajak, yaitu nilai jual yang dijadikan dasar penghitungan pajak. NJKP ini ditetapkan atas prosentase tertentu dari NJOP, yaitu:
  • NJOP perkebunan, kehutanan, dan pertambangan sebesar 40%
  • NJOP terkait Pajak Perdesaan dan Perkotaan dengan besaran lebih besar dari 1.000.000.000 (satu milyar) sebesar 40%.
  • NJOP terkait Pajak Perdesaan dan Perkotaan dengan besaran kurang dari 1.000.000.000 (satu milyar) sebesar 20%

NJKP = NJOP - NJOPTKP

NJOPTKP

Merupakan singkatan dari Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak, yaitu suatu batasan nilai yang tidak dikenakan pajak. NJOPTKP setiap daerah bisa berbeda-beda dengan batasan maksimum sebesar Rp. 12.000.000 (dua belas juta rupiah).

Jika wajib pajak memiliki lebih dari satu objek pajak PBB, maka yang mendapatkan pengurangan NJOPTKP hanya pada objek yang memiliki nilai paling besar saja.

Contoh:
Luas rumah pak Sae 200 m2 berdiri di atas tanah seluas 250 m2, NJOP sebesar Rp. 500.000 per meter persegi.

Berikut cara menghitungnya:

NJOP Tanah 250 x Rp. 500.000 = Rp. 125.000.000
NJOP Bangunan 200 x Rp. 500.000 = Rp. 100.000.000

Jadi NJOP sebagai Dasar Pengenaan PBB yaitu:
Rp. 150.000.000 + Rp. 100.000.000 = Rp. 250.000.000

NJOPTKP = Rp. 12.000.000
NJOP = Rp. 250.000.000 – Rp. 12.000.000
= Rp. 238.000.000

Karena kurang dari 1 milyar, maka prosentase NJKPnya sebesar 20%

NJKP = 20% x Rp. 238.000.000
= Rp. 47.600.000
PBB Terhutang = 0,5 % x Rp. 47.600.000
= Rp. 238.000

Jadi jumlah PBB yang harus dibayarkan pak Sae dalam satu tahun sebesar Rp. 238.000.

Semoga bermanfaat...

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan Beserta Contohnya


SPJB dan AJB merupakan dokumen penting dalam proses jual beli tanah atau properti seperti rumah. Dokumen penting ini berfungsi sebagai bukti bahwa telah terjadi kesepakatan jual beli antara kedua belah pihak yang bersangkutan.

Mungkin masih banyak yang menganggap sama antara kedua dokumen perjanjian dalam transaksi jual beli itu. Antara SPJB dengan AJB sesungguhnya memiliki perbedaan yang sangat mendasar, maka sebelum melakukan transaksi jual beli tanah atau properti sebaiknya ketahui lebih dulu perbedaannya.

SPJB
Merupakan singkatan dari Surat Perjanjian Jual Beli, dokumen perjanjian jual beli ini sebagai ikatan awal antara penjual dan pembeli tanah atau properti yang bersifat non autentik.

AJB
Merupakan singkatan dari Akta Jual Beli, yaitu dokumen jual beli yang dibuat oleh notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sehingga merupakan akta autentik.

Jadi perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada sifat autentikasinya, yaitu SPJB bersifat non autentik sedangkan AJB bersifat autentik.

Yang dimaksud non autentik di sini adalah merupakan dokumen jual beli yang dibuat antara penjual dan pembeli tanpa campur tangan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), sedangkan yang dimaksud autentik adalah bahwa dalam pembuatan dokumen jual beli melibatkan notaris atau PPAT.

SPJB bersifat non autentik, maka tidak mengikat tanah atau properti sebagai objek perjanjian sehingga tidak dapat menyebabkan beralihnya kepemilikan tanah atau properti dari penjual kepada pembeli. Biasanya SPJB ini dibuat sebagai prasarat untuk membuat AJB, walaupun itu bukanlah sesuatu hal yang wajib.

Berbeda dengan SPJB, AJB dapat menjadikan tanah atau properrti sebagai objek perjanjian sehingga dapat dialihkan atau balik nama dari penjual kepada pembeli.

Itulah perbedaan yang mendasar antara SPJB dengan AJB, semoga bermanfaat...

Perbedaan Mendasar Antara Surat Perjanjian Jual Beli dengan Akta Jual Beli

Tips agar Dinding Rumah Tetap Bersih, Indah, dan Awet

Dinding rumah merupakan pelindung dan juga pembatas ruang, agar tetap awet dan terjaga keindahanya maka perlu perawatan yang berkelanjutan. Perlu juga diperhatikan tentang kebersihannya, karena dinding yang bersih bukan hanya memberikan kenyamanan kepada penghuni rumah saja namun juga akan berdampak baik secara estetika.

Batu bata, batako, dan bata ringan merupakan material penyusun dinding yang paling umum digunakan oleh masyarakat secara luas. Sebagai pelapis permukaannya biasanya dinding akan diplester dan kemudian diaci.

Selain ketiga material di atas, kayu khususnya plywood merupakan material yang sering juga digunakan untuk membuat sekat sebagai pembagi ruang dalam rumah.

Dari beberapa material penyusun dinding itu, secara khusus tentu akan membutuhkan perawatan yang berbeda. Namun secara umum akan ada kesamaan-kesamaan dalam perawatannya, sehingga secara mendasar ada hal-hal yang perlu Anda ketahui.

Banyak faktor sebagai pemicu tampilan dinding menjadi tak indah lagi, sehingga bukan hanya tak nyaman di pandang namun juga dapat mempengaruhi kesehatan penghuni rumah. Seperti adanya retakan, faktor usia, tergores, kualitas cat yang buruk, kelembapan ruang, debu yang menumpuk, jaring laba-laba, dan lain-lain.

Berikut tips membuat dinding rumah bersih, awet, dan tampak indah:

Hindari adanya keretakan pada dinding

Keretakan pada dinding dapat disebabkan karena gempa dan ini tentu saja sulit dihindari. Tetapi ada penyebab retak pada dinding itu yang dapat dicegah seperti kesalahan kontruksi, akar pohon besar di dekat dinding rumah, rendahnya kualitas material, atau kesalahan saat pengacian.

Dinding yang retak tentu saja akan mengurangi estetika, sehingga perlu adanya pencegahan dan pemeriksaan secara berkala. Ketika ditemukan retakan pada dinding, segeralah untuk mengatasinya. Carilah penyebabnya agar sebisa mungkin retakan itu tidak muncul kembali.

Pemilih cat dinding yang tepat dan berkualitas

Dalam memilih cat dinding jangan hanya terfokus pada warna dan harganya saja. Memang warna menjadi suatu hal yang penting dan harga juga sering menjadi pertimbangan, tetapi soal kualitas dan kesesuaian dengan kebutuhan juga seharusnya tidak dikesampingkan.

Cat eksterior dan interior tentu saja berbeda, maka untuk dinding luar tepatnya menggunakan jenis cat dinding untuk eksterior bukan interior. Bagi Anda yang memiliki anak usia balita, akan lebih tepat jika menggunakan cat dinding yang mudah dibersihkan dan debu tak mudah menempel.

Bersihkan dinding secara berkala

Periksalah kebersihan dinding secara berkala, dan segeralah untuk membersihkannya jika diketahui ada kotoran atau debu yang menempel. Jangan tunggu hingga kotoran dan debu itu menumpuk hingga tebal. Bersihkan juga jika terapat jaring laba-laba, jangan tunggu hingga meluas.

Ingatlah kebersihan pada dinding bukan hanya terkait dengan keindahan semata, namun juga akan terkait dengan kenyamanan dan kesehatan penghuni rumah.

Hindari melukai dinding

Dinding juga dapat terluka, seperti tergores, gompel, terkelupas, dan lain-lain. Maka sebisa mungkin hindarilah itu terjadi pada dinding rumah Anda, jika hal itu terjadi segeralah perbaiki dan cat kembali dengan cat dengan jenis dan warna yang sama.

Untuk menghindari luka pada dinding, berhati-hatilah dalam menempatkan furnitur. Berhati-hatilah juga dalam memasang paku, pertimbangkan dan perhitungkan secara tepat letaknya. Jangan sampai setelah paku menancap pada dinding harus dirubah posisinya, karena mencabutnya bisa membuat dinding menjadi gompel. Bila perlu ketika memaku dinding, tempelkan terlebih dahulu lakban/selotip pada area yang hendak dipasangi paku.

Perhatikan kelembaban ruang

Ventilasi udara sangatlat penting bagi kelancaran sirkulasi udara pada suatu ruang, maka usahakan ruang memiliki ventilasi yang cukup sehingga sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik. Begitu pula dengan cahaya alami, usahakanlah agar sinar matahari dapat masuk dengan baik pula.

Sirkulasi udara dan cahaya matahari ini dapat memperngaruhi kelembapan ruang, dimana hal ini juga akan terkait dengan kelembapan dinding. Dinding yang lembab atau ada rembesan air dapat menyebkan dinding kotor, berjamur, cat mengelupas bahkan dinding menjadi rusak. Maka ketika ini terjadi, sebaiknya segera diatasi dan jangan tunggu kondisi seperti itu semakin meluas.

Beri perhatian lebih pada dinding dapur dan kamar mandi

Dapur dan kamar mandi merupakan ruang yang lembab, gampang kotor, dan selalu berhubungan dengan air. Maka usahakan untuk memasang ventilasi udara yang cukup dan usahakan agar cahaya alami dapat masuk dengan baik. Ketika dinding terlihat kotor, segerlah untuk membersihkannya agar tidak menjadi noda yang kelak sulit dibersihkan.

Segera perbaiki kerusakan pada dinding

Apapun kerusakannya, berusahalah untuk segera memperbaikinya agar estetika, kebersihan, dan kenyamanan beraktifitas penghuni rumah dapat terjaga. Kemudian cat kembali sesuai dengan cat sebelumnya, maka akan lebih baik jika menyimpan merek kode warna cat sehingga ketika mengecat kembali pada bagian tertentu dapat sesuai dengan warna pada dinding itu.

Ganti cat yang telah pudar

Mengganti cat yang telah pudar warnanya bukan hanya membuat ruang tampak bersih, tetapi juga dapat menciptakan suasana yang baru pula jika memilih warna yang berbeda.

Itulah cara membuat agar dinding rumah tetap bersih, nyaman, sehat, dan indah.

Semoga bermanfaat...

Tips agar Dinding Rumah Tetap Bersih, Indah, dan Awet

Tips Mendesain Kamar Tidur Minimalis

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kamar tidur merupakan bilik tempat tidur sedangkan minimalis memiliki arti yaitu berkenaan dengan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan terbaik.

Jadi kamar minimalis dapat diartikan sebagai bilik tempat tidur dengan desain dari unsur-unsur yang sederhana atau simple untuk mendapatkan kesan terbaik. Unsur-unsur tersebut merupakan segala sesuatu sebagai elemen penyusun ruang, seperti tempat tidur, seprai, selimut, tirai, meja, rak buku, warna cat dinding, pernak-pernik, dan lain-lain.

Berikut tips dalam mendesain kamar tidur minimalis

Pilih warna cat dinding yang netral

Pilihlah warna-warna netral untuk dinding kamar tidur, seperti putih, abu-abu, coklat muda, atau warna-warna pastel. Warna putih akan memberikan kesan bersih, terang, dan luas sehingga cocok untuk kamar tidur yang minim cahaya. Abu-abu dan coklat muda dapat diterapkan pada kamar yang memiliki cahaya alami secara melimpah, sehingga kamar tidur tidak menjadi gelap.

Baca juga:

Mengaplikasikan warna cat yang gelap pada kamar minim cahaya matahari bukan hanya dapat menyebabkan kamar terkesan gelap dan sempit, tetapi juga bisa menyebabkan pemborosan pemakaian energi listrik karena akan lebih banyak menyalakan lampu.


Pilih cat plafon warna putih

Penting juga memilih warna plafon yang tepat, terlebih lagi jika ukuran kamar tidur mungil. Pilihlah warna putih untuk plafon kamar tidur, selain terang dan bersih juga akan mengesankan ruangan tampat luas.


Perhatikan model, ukuran, dan arah tempat tidur

Pilihlah model tempat tidur yang sederhana, akan lebih baik jika memilih tempat tidur yang kepala dan kolongnya dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan. Selain modelnya, sesuaikan juga ukurannya agar pas dengan ukuran kamarnya. Tentukan juga arahnya secara tepat agar kamar tidur tampak lega.

Gunakan seprai, selimut, dan tirai jendela berwarna netral juga bermotif sederhana

Seprai, selimut, dan tirai jendela termasuk elemen pembentuk ruang, sehingga pemilihan yang tepat akan mendukung desain minimalis pada kamar tidur. Pilihlah yang berwarna netral dan tak banyak motif, akan lebih baik lagi jika memilih yang polos atau tanpa motif.

Pilih ukuran lemari pakain yang pas

Pada umumnya setiap kamar tidur akan terdapat lemari pakaian di dalamnya. Pilihlah lemari pakain dengan ukuran yang tepat, atur juga penempatnya secara tepat agar kamar tidur tampak lega dan tidak mengganggu aktifitas di dalamnya.

Baca juga:

Kreasikan tempat penyimpanan unik pada dinding

Manfaatkan dinding sebagai tempat penyimpanan yang unik dan tampak kreatif. Gunakan rak melayang yang ditempelkan pada dinding untuk menyimpan buku, foto, pernak-pernik, atau barang-barang lainnya yang ingin dipajang, tetapi gunakan seperlunya saja dan jangan berlebihan.

Hindari hiasan dinding yang berlebihan

Memasang aksesoris berlebih pada dinding hanya akan mengilangkan ciri dari minimalis, maka janganlah berlebihan jika ingin menghias dinding kamar tidur agar kesan minimalisnya tidak hilang. Cukup pasang foto atau lukisan dengan warna dasar yang sesuai dengan warna cat kamar tidurnya.

Gunakan cermin untuk menciptakan kesan luas pada kamar tidur

Memasang cermin yang besar pada kamar tidur bukan hanya dapat digunakan untuk berkaca, tetapi juga akan menciptakan ilusi optika sehingga ruangan menjadi tampak luas. Cermin juga dapat memantulkan cahaya, sehingga ruanggan menjadi lebih terang.

Berikut contoh model tempat tidur minimalis:


Itulah tips dalam mendesain kamar minimalis, bagaimana mudah bukan?

Tips Mendesain Kamar Tidur Minimalis

Cara Menambal Atap Seng Bocor Berlubang atau Berkarat

Seng merupakan salah satu material bangunan yang banyak digunakan untuk atap rumah. Selain harganya murah pemasangan pun juga cukup mudah, hal inilah yang menjadi alasan mengapa material seng masih populer dipilih untuk digunakan sebagai atap rumah.

Namun dibalik harganya yang murah dan cara pemasangannya yang murah itu, material seng juga mempunyai kelemahan yaitu sangat rentan terhadap korosi. Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, lambat laut korosi itu akan semakin parah.

Jika korosi pada atap seng telah parah dan meluas, maka harus diganti secara total yaitu dengan lembaran seng yang baru. Jika tidak diganti, atap seng yang mengalami korosi akan bocor sehingga ketika hujan akan menyebabkan air merembes melalui celah-celah pada area korosi itu.

Korosi pada seng bukan hanya menyebabkan terbentuknya celah-celah kecil sebagai jalan merembesnya air hujan, tetapi pada korosi yang parah dapat menyebabkan seng menjadi berlubang sehingga dapat menjadi jalan masuknya air hujan semakin deras.

Nah jika kebocoran pada seng belum parah dan luas daripada menggantinya dengan lembaran atap seng yang baru, ada cara yang mudah dan murah untuk memperbaikinya untuk mengatasi kebocoran itu.

Berikut cara memperbaiki kebocoran pada atap seng:

Menggunakan lakban seng

Lakban seng dapat dibeli di toko bangunan atau secara online. Lebar lakban seng biasanya ada yang 5 cm dengan panjang 10 meter dalam 1 rol dan lebar 10 cm dengan pajang 5 meter setiap rolnya atau ada juga yang dijual panjng 1 meter, maka pastikan diameter lubang tidak melebihi lebar dari lakban seng yang digunakan.

Untuk mengatasi atap seng yang berkarat, silakan potong bagian yang berkarat kemudian bersihkan sekelilingnya menggunakan air lalu lap dan pastikan area seng yang akan dilakban benar-benar bersih agar lakban seng dapat menembel dengan kuat.

Setelah benar-benar bersih, silakan tempelkan lakban dan pastikan benar-benar melekat dengan baik kemudian potong lalu tekan secara kuat dan ratakan.

Karena salah satu material lakban seng ini dari aspal, maka untuk hasil yang maksimal sebaiknya pemasangan lakban seng dilakukan ketika terik sinar matahari dan hindarkan terkena air hujan maksimal 1 x 24 jam agar merekat dengan kuat.

Menggunakan lem dari campuran bensin dan styrofoam

Styrofoam box merupakan gabus yang sering digunakan pada kemasan alat-alat elektronik, jika tidak memilikinya Anda dapat membeli lembaran styrofoam pada toko alat tulis.

Dengan mencampurkannya dengan bensin, ternyata styrofoam ini dapat dijadikan lem dengan kekuatan yang sangat baik. Styrofoam terdiri dari udara dan styrene, untuk melepaskan kandungan udara pada styrofoam dan menjadikan styrene menjadi lem.

Untuk menambal seng menggunakan campuran bensin dan styrofoam caranya adalah:
  • Siapkan gabus styrofoam, bensin, mangkuk, dan kuas.
  • Potong kecil-kecil styrofam dan masukkan ke dalam mangkok.
  • Tuang bensin secukupnya ke dalam mangkok yang berisi potongan styrofoam
  • Aduk secara merata atau diamkan hingga styrofoam mencair menjadi adonan yang mengental seperti pasta
  • Oleskan adonan itu pada permukaan area seng yang bocor secara merata

Setelah lem dari campuran bensin dan styrofoam ini dioleskan pada area seng yang bocor, tunggu 3 hingga 5 jam agar adonan lem itu mengering dengan sempurna.

Kemudian lakukan pengetesan dengan menyiramkan air, telitilah bagian permukaan bawah seng dan pastikan kebocoran telah teratasi. Jika masih terdapat kebocoran, silakan ulangi lagi seperti langkah-langkah di atas.

Itulah cara mengatasi atap seng yang bocor, mudah bukan?

Cara Menambal Atap Seng Bocor Berlubang atau Berkarat

Tips Memilih Warna Cat untuk Plafon Rumah

Pada umumnya banyak yang memilih cat warna putih untuk diaplikasikan pada plafon rumah, tentu saja hal ini bukan karena tanpa alasan. Selain dapat selaras dengan berbagai macam warna cat dinding, memang pemilihan warna putih ini dapat membuat ruangan menjadi tampak terang.

Memberikan sentuhan warna cat selain putih memang akan menghadirkan suasana baru, bahkan dengan pemilihan yang tepat dapat memberikan nuansa keindahan pada ruangan. Tetapi jika kurang tepat dalam memilihnya justru dapat menjadikan ruang menjadi tak indah lagi.

Maka jika Anda berkeinginan memilih warna cat selain putih untuk diaplikasikan pada plafon rumah, pertimbangkanlah dengan sebaik-baiknya dalam memilih warnanya. Jangan sampai warna cat yang dipilih justru mengurangi keindahan bahkan membuat suasana ruang menjadi tak nyaman.

Berikut tips dalam memilih warna cat plafon rumah:

Perhatikan pencahayaan alami

Pencahayaan alami menjadi sangat penting bagi ruangan, ketika suasana ruang tampak gelap pastinya akan sering menghidupkan lampu dan ini dapat menyebabkan pemborosan penggunaan energi listrik di rumah.

Maka bagi ruang yang kurang pencahayaan secara alami, warna plafon yang paling tepat adalah putih. Maka jika ingin memilih warna selain putih perhatikan dahulu pencahayaan pada ruang itu.


Begitu juga pada malam hari, nyala lampu akan terasa lebih terang pada plafon warna putih sehingga tidak membutuhkan lampu dengan watt yang besar. Dengan demikian jika menginginkan suasana terang dan lebih hemat listrik, pilih saja cat warna putih untuk plafon rumah.


Perhatikan ketinggian plafon

Kurang tepat mengaplikasikan warna gelap pada plafon rendah karena akan menciptakan kesan sempit pada ruangan. Warna gelap memang dapat menciptakan kesan hangat pada ruangan, tetapi jika tidak didukung oleh tinggi plafon yang memadai justru akan terasa sumpek ketika berada pada ruang itu.


Perhatikan warna cat dinding

Putih adalah warna netral sehingga dapat selaras dengan berbagai macam warna cat dinding. Jika ingin memilih warna selain putih, selaraskanlah dengan warna cat dindingnya agar tampak serasi sehingga tercipta keindahan pada ruang itu.


Suasana yang diinginkan

Warna terang seperti kuning dapat menciptakan kesan luas pada ruangan sedangkan warna gelap seperti coklat atau krem dapat menciptakan suasana hangat pada ruangan. Jika menginginkan nuansa ketenangan maka warna biru adalah pilihannya.


Itulah tips dalam menentukan warna plafon rumah, sebaiknya pertimbangkanlah dengan sebaik-baiknya dalam menentukannya karena bukan keindahan saja yang menjadi prioritas tetapi kenyamanan juga merupakan suatu yang penting.

Tips Memilih Warna Cat untuk Plafon Rumah

Subscribe Our Newsletter