Social Items

Tips Mendesain Kamar Tidur Minimalis

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kamar tidur merupakan bilik tempat tidur sedangkan minimalis memiliki arti yaitu berkenaan dengan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan terbaik.

Jadi kamar minimalis dapat diartikan sebagai bilik tempat tidur dengan desain dari unsur-unsur yang sederhana atau simple untuk mendapatkan kesan terbaik. Unsur-unsur tersebut merupakan segala sesuatu sebagai elemen penyusun ruang, seperti tempat tidur, seprai, selimut, tirai, meja, rak buku, warna cat dinding, pernak-pernik, dan lain-lain.

Berikut tips dalam mendesain kamar tidur minimalis

Pilih warna cat dinding yang netral

Pilihlah warna-warna netral untuk dinding kamar tidur, seperti putih, abu-abu, coklat muda, atau warna-warna pastel. Warna putih akan memberikan kesan bersih, terang, dan luas sehingga cocok untuk kamar tidur yang minim cahaya. Abu-abu dan coklat muda dapat diterapkan pada kamar yang memiliki cahaya alami secara melimpah, sehingga kamar tidur tidak menjadi gelap.

Baca juga:

Mengaplikasikan warna cat yang gelap pada kamar minim cahaya matahari bukan hanya dapat menyebabkan kamar terkesan gelap dan sempit, tetapi juga bisa menyebabkan pemborosan pemakaian energi listrik karena akan lebih banyak menyalakan lampu.


Pilih cat plafon warna putih

Penting juga memilih warna plafon yang tepat, terlebih lagi jika ukuran kamar tidur mungil. Pilihlah warna putih untuk plafon kamar tidur, selain terang dan bersih juga akan mengesankan ruangan tampat luas.


Perhatikan model, ukuran, dan arah tempat tidur

Pilihlah model tempat tidur yang sederhana, akan lebih baik jika memilih tempat tidur yang kepala dan kolongnya dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan. Selain modelnya, sesuaikan juga ukurannya agar pas dengan ukuran kamarnya. Tentukan juga arahnya secara tepat agar kamar tidur tampak lega.

Gunakan seprai, selimut, dan tirai jendela berwarna netral juga bermotif sederhana

Seprai, selimut, dan tirai jendela termasuk elemen pembentuk ruang, sehingga pemilihan yang tepat akan mendukung desain minimalis pada kamar tidur. Pilihlah yang berwarna netral dan tak banyak motif, akan lebih baik lagi jika memilih yang polos atau tanpa motif.

Pilih ukuran lemari pakain yang pas

Pada umumnya setiap kamar tidur akan terdapat lemari pakaian di dalamnya. Pilihlah lemari pakain dengan ukuran yang tepat, atur juga penempatnya secara tepat agar kamar tidur tampak lega dan tidak mengganggu aktifitas di dalamnya.

Baca juga:

Kreasikan tempat penyimpanan unik pada dinding

Manfaatkan dinding sebagai tempat penyimpanan yang unik dan tampak kreatif. Gunakan rak melayang yang ditempelkan pada dinding untuk menyimpan buku, foto, pernak-pernik, atau barang-barang lainnya yang ingin dipajang, tetapi gunakan seperlunya saja dan jangan berlebihan.

Hindari hiasan dinding yang berlebihan

Memasang aksesoris berlebih pada dinding hanya akan mengilangkan ciri dari minimalis, maka janganlah berlebihan jika ingin menghias dinding kamar tidur agar kesan minimalisnya tidak hilang. Cukup pasang foto atau lukisan dengan warna dasar yang sesuai dengan warna cat kamar tidurnya.

Gunakan cermin untuk menciptakan kesan luas pada kamar tidur

Memasang cermin yang besar pada kamar tidur bukan hanya dapat digunakan untuk berkaca, tetapi juga akan menciptakan ilusi optika sehingga ruangan menjadi tampak luas. Cermin juga dapat memantulkan cahaya, sehingga ruanggan menjadi lebih terang.

Berikut contoh model tempat tidur minimalis:


Itulah tips dalam mendesain kamar minimalis, bagaimana mudah bukan?

Tips Mendesain Kamar Tidur Minimalis

Tips Memilih Warna Cat untuk Plafon Rumah

Pada umumnya banyak yang memilih cat warna putih untuk diaplikasikan pada plafon rumah, tentu saja hal ini bukan karena tanpa alasan. Selain dapat selaras dengan berbagai macam warna cat dinding, memang pemilihan warna putih ini dapat membuat ruangan menjadi tampak terang.

Memberikan sentuhan warna cat selain putih memang akan menghadirkan suasana baru, bahkan dengan pemilihan yang tepat dapat memberikan nuansa keindahan pada ruangan. Tetapi jika kurang tepat dalam memilihnya justru dapat menjadikan ruang menjadi tak indah lagi.

Maka jika Anda berkeinginan memilih warna cat selain putih untuk diaplikasikan pada plafon rumah, pertimbangkanlah dengan sebaik-baiknya dalam memilih warnanya. Jangan sampai warna cat yang dipilih justru mengurangi keindahan bahkan membuat suasana ruang menjadi tak nyaman.

Berikut tips dalam memilih warna cat plafon rumah:

Perhatikan pencahayaan alami

Pencahayaan alami menjadi sangat penting bagi ruangan, ketika suasana ruang tampak gelap pastinya akan sering menghidupkan lampu dan ini dapat menyebabkan pemborosan penggunaan energi listrik di rumah.

Maka bagi ruang yang kurang pencahayaan secara alami, warna plafon yang paling tepat adalah putih. Maka jika ingin memilih warna selain putih perhatikan dahulu pencahayaan pada ruang itu.


Begitu juga pada malam hari, nyala lampu akan terasa lebih terang pada plafon warna putih sehingga tidak membutuhkan lampu dengan watt yang besar. Dengan demikian jika menginginkan suasana terang dan lebih hemat listrik, pilih saja cat warna putih untuk plafon rumah.


Perhatikan ketinggian plafon

Kurang tepat mengaplikasikan warna gelap pada plafon rendah karena akan menciptakan kesan sempit pada ruangan. Warna gelap memang dapat menciptakan kesan hangat pada ruangan, tetapi jika tidak didukung oleh tinggi plafon yang memadai justru akan terasa sumpek ketika berada pada ruang itu.


Perhatikan warna cat dinding

Putih adalah warna netral sehingga dapat selaras dengan berbagai macam warna cat dinding. Jika ingin memilih warna selain putih, selaraskanlah dengan warna cat dindingnya agar tampak serasi sehingga tercipta keindahan pada ruang itu.


Suasana yang diinginkan

Warna terang seperti kuning dapat menciptakan kesan luas pada ruangan sedangkan warna gelap seperti coklat atau krem dapat menciptakan suasana hangat pada ruangan. Jika menginginkan nuansa ketenangan maka warna biru adalah pilihannya.


Itulah tips dalam menentukan warna plafon rumah, sebaiknya pertimbangkanlah dengan sebaik-baiknya dalam menentukannya karena bukan keindahan saja yang menjadi prioritas tetapi kenyamanan juga merupakan suatu yang penting.

Tips Memilih Warna Cat untuk Plafon Rumah

Tinggi Ideal Plafon Rumah

Plafon rumah atau juga yang dikenal dengan nama langit-langit rumah secara sederhana dapat diartikan sebagai penutup konstruksi rangka atap, atau jika pada rumah tingkat plafon merupakan pembatas antara ruang bawah dan di atasnya.

Plafon dengan hiasan arsitektur akan memberikan nilai estetika pada sebuah ruang. Plafon juga berfungsi untuk menyembunyikan instalasi listrik, sehingga ruang akan tampak rapi.

Dalam menentukan seberapa tinggai plafon rumah hendaknya bukan didasarkan pada selera semata, tetapi perlu diperhatikan juga bagaimana iklim di daerah rumah itu. Selain itu pertimbangan juga bisa didasarkan pada luas ruangan, fungsi, dan estetika.

Maka dalam menentukan ketinggian plafon rumah perlu diperhitungkan secara cermat, agar bukan hanya secara estetika saja yang didapatkan tetapi juga dapat memberi kenyamaan ketika berada di dalam rumah.

Berikut ini hal-hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan tinggi ideal plafon rumah:

Iklim

Bagi daerah yang beriklim panas, semakin tinggi plafon akan memberikan kenyamanan. Bukan hanya dapat menciptakan kesan lega, plafon yang tinggi juga dapat membuat sirkulasi udara berlangsung dengan baik sehingga akan mengurangi rasa pengap dan panas dalam ruangan. Maka idealnya tinggi plafon pada daerah yang beriklim panas adalah tidak kurang dari 3 meter.

Untuk daerah yang beriklim dingin, tinggi ideal plafon sebaiknya tidak lebih dari 2,5 meter. Hal ini bertujuan agar ruangan terasa hangat, sehingga dapat menghemat energi karena semakin tinggi plafonya berarti semakin tinggi pula pemanasan yang diperlukan pada sebuah ruang.

Proporsional dengan ukuran ruangnya

Dalam menentukan ketinggian plafon rumah juga dapat dihitung secara sederhana berdasarkan rumus berikut ini:

Tinggi plafon = (panjang ruang + lebar ruang) : 2

Contoh:
Ruang berukuran panjang 4 meter dan lebar 3 meter, maka perhitungannya sebagai berikut:

Tinggi proporsional plafon = (4 m + 3 m) : 2
= 7 m : 2
= 3,5 m

Jadi tinggi proporsional plafon untuk ruangan yang berukuran 4 m x 3 m yaitu 3,5 meter.

Dari rumus di atas dapat disimpulkan bahwa semakin luas ruangan akan semakin tinggi pula plafonnya.

Fungsi

Ada kalanya dalam menentukan tinggi plafon rumah berdasarkan fungsinya. Seperti untuk pencahayaan, sirkulasi udara, atau untuk menutupi instalasi listrik agar terlihat rapi. Sehingga kadang dapat ditemukan pada ruang tertentu ketinggian plafon tidak proporsional dengan ukuran ruangan, seperti pada void rumah misalnya.

Tinggi Ideal Plafon Rumah

Void rumah merupakan ruang kosong terbuka pada rumah tingkat yaitu antara lantai bawah dan lantai di atasnya. Selain untuk menambah estetika, void rumah ini juga berfungsi sebagai ruang untuk menghadirkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang lebih banyak.

Pada void rumah ini, plafon yang tinggi akan tercipta dengan sendirinya sehingga tidak harus proporsional dengan luas ruangnya karena lebih ditekankan pada fungsinya dan estetika.

Estetika

Dekorasi pada plafon memang dapat memberi nuansa keindahan. Begitu pula dengan ketinggian plafon juga merupakan bagian dari terciptanya keindahan itu. Maka secara estetika hendaknya juga menjadi pertimbangan.

Semoga bermanfaat...

Tinggi Ideal Plafon Rumah

Ukuran Ideal Dimensi Anak Tangga

Sangatlah perlu memperhatikan tentang ukuran ideal anak tangga, baik itu panjang, lebar, dan tingginya. Bukan hanya itu saja, bahkah tinggi bebas berdiri pun juga perlu mendapatkan perhatian yang serius, agar keamanan, kemudahan, dan kenyamanan dapat diperoleh ketika digunakan.

Untuk dapat membuat anak tangga dengan ukuran yang ideal, luas dan tinggi ruang tentu saja harus cukup. Model tangga akan berkaitan dengan luas ruang yang dibutuhkan, apakah memanjang, melingkar, Letter L, Letter U, atau bentuk yang lainnya. Pada umumnya tangga dengan model letter L dan letter U yang sering diaplikasikan pada rumah.

Berikut ukuran dimensi ideal untuk anak tangga dan bordes:

Panjang Anak Tangga

Lebar badan orang dewasa rata-rata 60 cm, sehingga minimal panjang anak tangga 70 cm dan idealnya adalah 80 cm jika didesain untuk dilewati oleh 1 orang secara dominan. Namun jika menginginkan dapat dilalui oleh 2 orang secara bersama-sama maka panjangnya lebih dari 80 cm, yaitu minimal 120 cm.

Lebar Anak Tangga (antrade)

Lebar minimal anak tangga disesuaikan dengan panjang telapak kaki rata-rata orang dewasa. Jika kurang dari itu bisa membahayakan karena dapat menyebabkan terpeleset, hal ini disebebakan karena telapak kaki tidak menapak secara sempurna pada anak tangga. Namun jika terlalu lebar akan menyita banyak ruang dan tidak sesuai dengan lebar langkah kaki.

Rata-rata lebar telapak kaki orang dewasa sekitar 25 cm, mungkin juga ada yang lebih dari itu. Jadi lebar anak tangga untuk rumah tempat tinggal paling tidak 27 cm dan lebar idealnya adalah 30 cm.

Tinggi Anak tangga (optrade)

Anak tangga yang terlalu tinggi dapat membuat cepat lelah ketika menaiki tangga, sedangkan ketika menuruninya bisa berbahaya karena seperti turunan yang curam. Jika terlalu pendek dapat berbahaya karena bisa saja ketika terburu-buru langkah kaki akan melompati satu anak tangga sehingga dapat mengakibatkan terpeleset.

Tinggi maksimal anak tangga yaitu 20 cm, sedangkan idealnya adalah antara 17 cm hingga 19 cm. Tinggi anak tangga ini berkaitan dengan tinggi dari bangunan rumahnya, jadi sesuaikanlah dengan tetap memperhitungkan tinggi idealnya agar langkah kaki tetap aman dan nyaman ketika menaiki dan menuruni tangga.


Dimensi bordes

Tangga yang terdapat belokan seperti model latter L dan letter U biasa terdapat bordes, yaitu jeda pada tangga yang mempunyai ukuran lebih luas dari anak tangga namun tingginya tetap sama dengan anak tangga.. Luas bordes ini dapat disesuai dengan desain tangga atau ruang yang tersedia, yaitu bisa berbentuk bujur sangkar, persegi panjang, atau mezanine.

Untuk yang berbentuk bujur sangkar, panjang setiap sisinya sama dengan panjang anak tangga. Misalnya panjang anak tangga adalah 80 cm, maka panjang setiap sisi bordes juga 80 cm.

Sedangkan yang berbentuk persegi panjang, untuk panjangnya bisa disesuaikan dengan ruang yang tersedia asalkan tidak kurang dari panjang anak tangga dan lebarnya dapat dibuat sama dengan ukuran panjang dari anak tangga.

Misalnya panjang anak tangga 80 cm, maka lebar bordes juga dibuat 80 cm sedangkan panjangnya dapat menyesuaikan dengan ruang yang diperuntukan bagi bordes.

Jika bordes akan difungsikan sebagai mezanine, maka luasnya diperhitungkan dengan mempertimbangkan tujuan dari pembuatan mezanine itu sendiri.

Ukuran Ideal Dimensi Anak Tangga

Kenali Bagian-bagian Tangga dan Fungsinya

Tangga merupakan penghubung antar 2 bidang secara vertikal. Pada rumah tingkat tentu saja membutuhkan tangga sebagai penghubung antar lantai.

Sebelum membuat tangga alangkah baiknya jika telah mengenal bagian-bagian tangga beserta fungsinya, sehingga akan menjadi informasi yang tentunya akan berguna.

Ibu tangga, anak tangga, bordes, railing, dan baluster merupakan bagian-bagian tangga. Pastinya sudah banyak yang mengenalnya, tapi sudah tahukah fungsi dari masing-masing bagian tangga itu.

Berikut fungsi beserta penjelasannya:

Kenali Bagian-bagian Tangga dan Fungsinya

Ibu Tangga

Merupakan bagian dari tangga yang berfungsi untuk mengikat atau sebagai penopang dari anak tangga. Jadi ibu tangga adalah sebagai kekuatan utama dari kontruksi tangga yang dapat terbuat dari kayu, baja, besi, dan beton. Ibu tangga dapat terletak di tengah atau tepi dari susunan anak tangga, bahkan pada desain tertentu dapat disembunyikan pada dinding sehingga akan tampak seperti tanpa ibu tangga.

Anak Tangga

Merupakan bagian tangga yang digunakan sebagai pijakan saat menaiki dan menuruni tangga. Seperti ibu tangga, anak tangga juga dapat terbuat dari kayu, baja , besi, dan beton, bahkan ada juga anak tangga yang terbuat dari kaca.

Untuk anak tangga yang terbuat dari beton, biasanya pada permukaannya akan di pasang keramik, marmer, granit, atau dapat juga dilapisi dengan kayu. Dalam pembuatan tangga dapat memadukan material yang berbeda antar ibu tangga dengan anak tangga.


Bordes

Merupakan bagian tangga yang berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat atau sebagai tempat pemberhentian sejenak ketika menaiki atau menuruni tangga. Pada model tangga letter U dan letter L, biasanya bordes terletak pada belokan tangga. Ukuran bordes lebih luas daripada anak tangga, dan sebaiknya tetap sama lebar dengan tangga.

Namun bordes dapat dikembangkan menjadi mezzanine, yaitu ruang pemberhentian sejenak antara 2 lantai yang difungsikan sebagai ruangan. Anda dapat menjadikan ruang pemberhentian tersebut sebagai ruang keluarga, ruang baca, tempat bermain game, dan lain-lain.

Ukuran mezzanine dapat disesuaikan dengan kebutuhan, akan tetapi sebaiknya tetap mempertimbangkan nilai estetikanya. Jadi lebar mezzanine tidak harus sama dengan lebar tangga.

Railing

Merupakan bagian tangga yang digunakan sebagai pegangan ketika menaiki serta menuruni tangga. Railing sangat diperlukan karena akan memberikan keamanan dan kenyamanan.

Baluster

Adalah bagian tangga yang berfungsi sebagai penyangga dari railing dan sebagai pembatas/pagar pada sisi tangga sehingga akan memberikan keamanan terutama pada anak-anak saat menaiki dan menuruni tangga.

Untuk membuat tangga yang baik tentu saja bukan hanya dengan mengetahui nama dari bagian-bagian tangga saja. Ada beberapa hal yang sebaiknya terpenuhi, agar mudah, aman, dan nyaman digunakan serta memiliki nilai estetika.

Kenali Bagian-bagian Tangga dan Fungsinya

Desain Rumah 2 Lantai 13 m x 11 m

Desain rumah 2 lantai ini membutuhkan tanah seluas 143 meter persegi, yaitu dengan panjang 13 meter sedangkan lebarnya 11 meter.
Karena pada sisi kanan dan kiri difungsikan untuk pencahayaan dan ventilasi udara maka masih dibutuhkan masing-masing setidaknya 1 meter lagi. Jadi untuk lebar tanahnya minimal 13 meter.

Pada rumah 2 lantai ini terdapat 4 kamar tidur, yaitu kamar tidur tamu pada lantai 1 sedangkan pada lantai 2 terdapat kamar utama serta 2 kamar tidur anak.

Rumah ini juga dilengkapi dengan musala, jadi untuk urusan tempat salat tak perlu bingung lagi. Di dekat pintu masuk musala telah disediakan tempat khusus untuk wudu juga kamar mandi.

Di area belakang terdapat sedikit lahan untuk dipergunakan sebagai taman, sehingga walaupun tidak luas setidaknya cukup untuk menyegarkan area belakang rumah.

Garasi pada rumah ini cukup luas, sehingga dapat menampung mobil dan juga beberapa sepeda motor sekaligus. Segaris dengan garasi terdapat dapur yang berdampingan dengan taman.

Desain Rumah 2 Lantai 13 m x 11 m

Untuk melihat denahnya silakan baca: Denah Rumah 2 Lantai 13 m x 11 m

Area depan memang begitu dekat dengan jalan sehingga tidak banyak yang dapat digunakan sebagai taman.

Silakan berkreasi untuk memaksimalkan pembuatan taman pada lahan yang tidak luas itu, agar selain difungsikan untuk penghijauan juga dapat menambah estetika.

Desain Rumah 2 Lantai 13 m x 11 m

Ukuran Minimal Mushala di Rumah

Ketika membuat mushala di dalam rumah, pastikan menggunakan ukuran yang tepat agar nantinya dapat difungsikan secara nyaman dan maksimal. Jangan sampai setelah mushala selesai di buat, karena tanpa perhitungan yang cermat mengakibatkan menjadi tanggung. Artinya digunakan untuk shalat satu orang masih ada sisa tempat, sementara jika digunakan untuk shalat berjamaah tidak cukup.

Jadi sebelum membuat mushala di dalam rumah, tentukan lebih dulu apakah nantinya akan digunakan untuk berjamaah atau hanya diperuntukan untuk satu orang saja. Tentu saja dengan melihat kondisi yang ada, artinya seberapa luas ruang yang tersedia.

Untuk mengetahui ukuran minimalnya silakan ukur saja sajadah orang dewasa. Biasanya sajadah orang dewasa mempunyai ukuran panjang 110 cm – 120 cm, untuk lebarnya 50 cm – 70 cm. Perhitungkan juga arah kiblatnya, karena bukan hal yang mudah untuk membuat ruang mushala yang berada di dalam rumah persis menghadap kiblat.

Ruang ibadah ini tentunya akan bersinggungan dengan ruang yang lainnya, sehingga akan berpengaruh terhadap tata ruang rumah. Ruang mushala tak harus menghadap kiblat karena shalatlah yang harus menghadap kiblat, jadi perhitungkan secara tepat ukurannya dengan mengacu dari ukuran sajadah orang dewasa.


Jika mushala direncanakan hanya untuk digunakan satu orang saja, maka untuk setiap sisinya agar ditambah lebih kurang 20 cm atau beberapa centimeter tergantung arah kiblatnya.

Jika hanya seukuran sajadah saja tanpa menambah beberapa cm untuk sisi-sisnya, maka akan terasa sesak dan dapat mengurangi keleluasan dan kenyamanan dalam melakukan gerakan shalat bahkan bisa saja tak dapat mengarahkannya ke kiblat dengan benar.

Jika merencanakan pembuatan mushala di dalam rumah untuk digunakan secara berjamaah, tentukan lebih dulu berapa shaf yang Anda inginkan dan berapa orang dalam setiap shafnya. Berilah jarak antar shaf setidaknya 10 cm – 20 cm, beri jarak antara shaf paling belakang dengan dinding mushala bagian belakang.

Itulah ukuran minimal mushala di dalam rumah yang mengacu pada ukuran sajadah orang dewasa, agar lebih tepat silakan ukur langsung pada lokasi yang direncanakan. Hamparkan sajadah sesuai arah kiblat, kemudian tambah beberapa centimeter pada sisi mana saja yang dianggap perlu agar diperoleh kenyamanan ketika mengerjakan shalat.

Untuk digunakan berjamaah tidaklah perlu menambah ukuran untuk kanan dan kirinya, cukup gunakan ukuran sajadah saja karena utamanya adalah rapat setiap barisan shalat.

Ukuran Minimal Mushala di Rumah

Desain Rumah Minimalis Sederhana Ukuran Tanah 10 m x 10m

Desain rumah kali ini membutuhkan ukuran tanah sekurang-kurangnya panjang 10 meter dan lebarnya juga 10 meter. Seperti yang tampak pada gambar di atas, rumah ini terdiri dari 2 lantai yang tidak menyisakan tanah di samping kanan dan kirinya.

Pada denah lantai 1 dapat dilihat terdapat ruang tamu, ruang makan, kamar utama, dapur, kamar mandi dan toilet. Pada bagian belakang terdapat taman, yang sekaligus berfungsi untuk pencahayaan dan sirkulasi udara.

Pencahayaan dan sirkulasi udara ini sangat penting, yaitu untuk menghemat pemakaian energi listrik. Dengan masuknya cahaya pada area belakang rumah, maka tak perlu menyalakan lampu di siang hari. Begitu juga dengan ada sirkulasi udara, maka paling tidak dapat mengurangi pemakaian kipas angin dan AC.

Bukan hanya carport, pada lantai ini juga terdapat garasi sepeda motor. Namun jika menginginkan, carport dan garasi sepeda motor dapat digabung, sehingga menjadi garasi mobil dan motor. Hanya saja jika pintu garasi diletakan segaris dengan pintu utama, garasi hanya mempunyai panjang 6 meter.


Tangga terletak pada ruang makan, yang terhubung dengan ruang keluarga pada lantai 2. Selain ruang keluarga, pada lantai ini terdapat 3 kamar tidur, mushala, tempat cuci dan wudu, kamar mandi dan toilet, area jemur, dan balkon pada bagian depan rumah yang memanjang.

Jika Anda memiliki tanah dengan panjang lebih dari 10 meter maka bisa untuk menambah halaman depan, dijadikan taman misalnya.

Atau bisa juga bagian belakang yang diperpanjang, dapur dan kamar mandi dapat disesuaikan, yaitu tetap terletak pada batas tanah belakang. Atau jika menginginkan ada pintu belakang bisa juga, tetap sesuai dengan denahnya dan kelebihan ukuran tanah itu bisa digunakan sebagai akses jalan untuk pintu belakang.

Sedangkan letak kamar mandi bisa menyesuaikan, dengan begitu garasi sepeda motor menjadi lebih luas. Atau jika menggabungkan antara carport dan garasi motor, berarti panjangnya dapat bertambah sehingga menjadi semakin longgar.

Semoga bermanfaat...

Desain Rumah Minimalis Sederhana Ukuran Tanah 10 m x 10m

Desain Tempat Wudu Minimalis

Tempat wudu merupakan sesuatu yang dapat dikatakan tak terpisahkan keberadaannya pada sebuah mushola. Karena tanpa tempat untuk bersuci dari hadas kecil ini, sepertinya mushola akan dirasakan ada sesuatu yang kurang lengkap tentunya.

Jadi sudah seharusnya tempat untuk shalat berjamaah tersebut mempunya fasilitas untuk berwudu.

Biasanya tempat wudu akan dibuat pada area mushola, entah itu menempel pada dindingnya maupun terpisah dari mushola itu sendiri. Ini semua tentu saja dapat tergantung dari ketersediaan lahan untuk membangunnya.

Minimalis itu sederhana atau simple, jadi tidak banyak ornamen yang menghiasinya. Seperti apa yang tersaji kali ini, yaitu tempat wudu yang didesain dengan konsep minimalis.

Konsep minimalis dari tempat wudu ini dapat terlihat pada tiang yang berjejer dan berbentuk kotak. Sehingga akan tampak seperti garis-garis tegas, itu semua juga merupakan ciri dari sebuah bangunan yang bergaya minimalis. Sebaiknya desain minimalis itu meminimalisir adanya lekukan atau lengkungan.

Tiang-tiang itu selain dijadikan sebagai pembatas dengan area luar, juga difungsikan untuk meletakkan kran air. Agar tidak begitu terbuka maka anda dapat menambahkan fiberglass untuk menutupi lubang yang terdapat diantara tiang-tiang itu.

Cukup setinggi 120 cm - 150 cm saja dari lantai sepanjang tempat wudu itu. Namun tetap usahakan lebih tinggi dari kran airnya agar percikan air tidak keluar, sehingga area diluar tempat wudu tidak menjadi becek. Anda dapat menempelkannya pada sisi dalam maupun luar area wudu.

Selain menggunakan fiberglass, dapat juga menggunakan dinding permanen. Usahakan juga untuk lebih tinggi dari kran air, dan penempatannya sama dengan fiberglass.

Apabila menempatkannya pada sisi bagian dalam dari area wudu maka kran air tidak lagi ditempelkan pada tiang lagi, namun tempatkanlah pada dinding tersebut.

Untuk atapnya dapat menggunakan kanopi, dengan begitu akan banyak cahaya yang masuk pada area wudu tersebut. Sehingga tempat itu menjadi terang dan tidak lembab, selain itu juga akan menghemat penggunaan lampu pada siang hari.

Tempat ini persis berada pada samping mushola, dengan begitu akan memudahkan ketika digunakan untuk berwudu. Setelah berwudu dapat langsung naik ke serambi mushola sehingga kaki tetap dalam keadaan bersih dan tidak perlu memakai alas kaki.

Untuk menjaga kesucian maka Anda juga dapat membuat kolam kecil yang diperuntukan sebagai sarana mencuci kaki setelah dari toilet maupun setelah berwudu. Tentu saja letak kedua kolam itu berbeda yaitu terletak antara toilet dan tempat wudu, serta antara mushola dan tempat wudu.

Dengan begitu maka kesucian akan benar-benar terjaga sebelum memasuki mushola. Namun jangan lupa bahwa volume air pada kolam itu seharusnya lebih dari 2 kulah, sebaiknya juga selalu dibersihkan dan mengganti airnya akan tetap suci.

Desain Tempat Wudu Minimalis

Desain tempat wudu memang bermacam-macam, namun apa pun konsep dari bangunannya tetap yang terpenting adalah fungsi dari tempat itu sendiri. Jadi yang terpenting adalah bagaimana tempat wudu tersebut dapat digunakan dan dapat berfungsi dengan baik.

Artinya dapat digunakan untuk bersuci dengan mudah dan lancar serta tanpa beresiko terkena najis, sehingga setelah berwudu benar-benar suci dari hadas kecil karena ini merupakan syarat sahnya shalat.

Semoga bermanfaat...

Desain Tempat Wudu Minimalis

Desain Rumah di Lahan 12 m x 10 m
Desain rumah 2 lantai kali ini membutuhkan lahan atau tanah seluas 120 m2, ukuran tepatnya adalah panjang dari depan hingga belakang 12 meter dan lebarnya 10 meter. Memang tidak begitu luas, namun desain rumah ini telah memiliki ruang yang cukup lengkap.

Pada lantai 1 terdapat ruang tamu, 2 kamar tidur yaitu 1 diantaranya adalah kamar tidur utama, ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan, dapur, serta 2 kamar mandi.

Namun kamar mandi yang terdapat pada lantai 1 ini salah satunya terdapat pada kamar utama, sehingga hanya 1 yang bebas digunakan untuk penghuni rumah maupun tamu.

Sedikit keunikan dari desain ini adalah jika dilihat dari depan maka akan tampak seperti memiliki ruang tamu yang luas, namun sebenarnya itu adalah ruang tamu dan ruang keluarga yang telah dipisahkan oleh dinding permanen.

Desain Rumah di Lahan 12 m x 10 m

Disebelah kanan terdapat garasi mobil dan ruang yang dapat difungsikan untuk garasi motor. Pintu garasi mobil terbuat dari pagar besi, ini bertujuan agar garasi mobil tersebut cukup mendapatkan cahaya dan udara alami agar tidak gelap dan pengap. Kehadiran cahaya dan udara alami ini akan menghemat pemakaian energi listrik.

Pada lantai 2 terdapat balkon yang terletak tepat di atas teras rumah, 2 kamar tidur anak, tempat cuci, kamar mandi, mushola yang dilengkapi dengan tempat wudu, area jemu, dan gudang.

Ruang antara kamar tidur anak dan gudang yang merupakan penghubung antara beberapa ruang dengan tempat wudu dan mushala juga dapat difungsikan sebagai ruang santai, ruang baca, atau ruang setrika.

Pintu untuk menuju area jemur terletak pada lorong yang menuju tempat cuci dan kamar mandi, sedangkan pintu gudang terletak pada area jemur sehingga untuk memasukinya tidak bisa dari dalam namun harus melewati area jemur.

Untuk warna catnya dapat disesuaikan dengan keinginan Anda. Warna kuning yang tampak pada gambar bertujuan untuk memberikan kesan cerah dan luas pada bangunan.

Jadi warna kuning tersebut selain dapat memberikan kesan cerah, juga akan memberikan kesan lapang pada ruang yang sempit.
Desain Rumah di Lahan 12 m x 10 m

Itulah gambaran dari Desain Rumah di Lahan 12 m x 10 m, untuk melihat lebih jelas tentang tata ruangnya silakan kunjungi:


Demikian contoh desain rumah kali ini, mudah-mudahan dapat memberikan gambaran bagi Anda. Sehingga dapat menjadikan inspirasi bagi yang saat ini berencana untuk membangun rumah.

Semoga bermanfaat...

Desain Rumah di Lahan 12 m x 10 m

Subscribe Our Newsletter