Social Items

Cara Sederhana Membasmi Rayap di Rumah

Masalah dapat terjadi pada kayu bukan hanya pelapukan saja, namun rayap juga dapat menjadi ancaman yang dapat datang kapan saja. Rayap merupakan hewan yang hidup secara berkoloni ini sering tanpa disadari kehadirannya di rumah, ia adalah si pemakan kayu yang dahsyat. Maka jika telah diketahui keberadaannya haruslah segera di basmi.

Tak bisa dipungkiri bahwa akan banyak sekali material bangunan maupun perabotan rumah yang terbuat dari kayu. Seperti rangka atap rumah, sekat ruang, kusen beserta daun pintu dan jendela, meja, kursi, lemari, pigura, hingga pernak-pernik hiasan di rumah, dan sebagainya.

Jika ada material kayu di rumah yang telah terserang rayap, maka dapat merembet pada barang-barang lainnya seperti pakaian misalnya.

Membasmi rayap memang kadang dapat menjadi hal yang tak mudah, ini tergantung dari tingkat keparahannya. Jika memang telah mengkhawatirkan baiknya menggunakan jasa tenaga pembasmi rayap yang memang telah ahli di bidangnya.

Atau sebelumnya dapat mencoba membasminya sendiri lebih dulu dengan cara sederhana menggunakan benda-benda seperti berikut ini:

Minyak Tanah
Ternyata minyak tanah dapat dijadikan media pengusir rayap. Caranya cukup oleskan pada kayu yang terserang rayap. Sebagai tindakan pencegahan akan lebih baik lagi jika mengoleskannya sebelum material itu digunakan.

Garam dan temb@kau
Caranya dengan melarutkan keduanya menggunakan air, kemudian semprotkan pada material yang terserang rayap/sarangnya secara merata.

Air Bekas Cucian Beras
Jangan buang begitu saja air bekas untuk mencuci beras, karena ternyata dapat digunakan sebagai pembasmi rayap. Caranya dengan menyemprotkan pada sarang/material yang terserang rayap.

Oli Bekas
Baiknya sekali-kali Anda menyimpan oli bekas kendaraan setelah menggantinya karena dapat dijadikan sebagai pembasmi rayap. Oleskan pada tempat yang menjadi sarang rayap, maka bukan hanya membasminya namun ini juga akan menjaga agar tidak terserang kembali.

Pestisida
Selain bahan-bahan di atas, dapat menggunakan pestisida yang memang diciptakan sebagai pembasmi rayap.

Itulah beberapa cara untuk membasmi rayap, jika memang tidak maksimal berarti memang harus menggunakan jasa profesional untuk membasminya.

Selalu pilihlah kayu yang berkualitas untuk material dan perabotan rumah. Ada baiknya juga jika melapisinya dengan anti rayap, agar terbebas dari hewan si pemakan kayu yang dahsyat itu.

Cara Sederhana Membasmi Rayap di Rumah

Cara Mengganti Silinder Kunci Pintu Rumah Itu Mudah

Setiap rumah pastinya akan terdapat pintu, bahkan biasanya lebih dari satu entah itu sebagai penghubung antar ruang maupun dengan area luar rumah. Sebagai penutupnya pastinya akan dipasang daun pintu, walaupun memang tak semuanya. Biasanya kunci juga akan dipasang yang berfungsi sebagai pengamannya.

Seiring berjalannya waktu, silinder kunci-kunci pintu itu bisa saja menjadi rusak. Entah itu macet, hingga tak bisa dikunci, dibuka, atau ada permasalahan yang lainnya seperti anak kunci patah di dalam silinder misalnya.

Jika memang telah rusak/bermasalah sehingga tak bisa digunakan atau sudah tak nyaman lagi, maka sebaiknya diganti dengan yang baru saja.

Cara menggantinya sangat mudah sekali, seperti berikut ini:
  • Mula-mula sediakan silinder kunci yang baru, dapat Anda beli pada toko bangunan
  • Untuk alatnya, cukup sediakan obeng plus saja
  • Buka pintu dan lihatlah tepat dibawah lidah kunci, di situ terdapat kepala baut plus
  • Lepas baut itu menggunakan obeng
  • Keluarkan silinder kunci yang rusak dari samping dengan cara menekannya
  • Pasang silinder kunci yang baru dengan posisi yang pas, seimbang antara kanan dan kiri (center)
  • Pasang kembali baut di bawah lidah kunci
Itulah cara mengganti silinder kunci pintu rumah, mudah sekali bukan?

Jadi untuk menggantinya tak perlu menggunakan jasa tukang bangunan, karena ini memang sangat mudah sekali tak perlu membongkar kunci pintu secara keseluruhan.

Jadi Anda dapat melakukannya sendiri, cukup sediakan silinder kunci yang baru dan obeng plus saja.

Semoga bermanfaat...

Cara Mengganti Silinder Kunci Pintu Rumah Itu Mudah

Macam-macam Tipe Bukaan Jendela Rumah Tempat Tinggal

Fungsi utama jendela adalah sebagai alat untuk pertukaran udara serta meneruskan cahaya. Bermacam-macam model dan bahan untuk membuatnya, jenis bukaan jendela yang diterapkan pada rumah sebagai tempat tinggal juga banyak. Ini semua akan dipengaruhi oleh konsep dari rumah itu sendiri, juga selera dari pemiliknya.

Perbedaan mekanisme bukaan ini akan mempengaruhi seberapa banyak udara serta cahaya yang dapat masuk, juga akan berpengaruh pada terjaga atau tidaknya privasi di dalam rumah ketika jendela itu dibuka.

Inilah berbagai macam tipe bukaan jendela rumah tempat tinggal yang sebaiknya Anda ketahui:

Bukaan di Samping (Cassement Window)
Dengan letak engsel di samping membuat jendela ini dapat mudah dibuka secara penuh, sehingga sirkulasi udara lebih optimal. Layaknya sebuah pintu, bukaan jendela ini ke kanan atau kiri tergantung di sebelah mana letak engselnya. Jika terdiri dari satu lapis biasannya arah bukaannya ke luar. Namun jika terdiri dari dua lapis daun jendela maka bagian luar dibuka keluar dan bagian dalam dibuka ke dalam.

Bukaan di Kedua Samping (French Window)
Terdiri dari 2 buah daun jendela, engsel terletak di samping kanan dan kiri sehingga keduanya dapat dibuka 100% ke arah yang berlawanan. Bukaan jendela pada tipe ini sama persis dengan pintu berdaun ganda.

Bukaan di Atas (Hoppers Window)
Engsel diletakkan di bagian bawah, sehingga bukaannya berada di atas. Namun belum banyak yang menerapkan jendela dengan bukaan model ini, padahal ini sangat baik untuk sirkulasi udara dan privasi di dalam rumah juga lebih terjaga.


Bukaan di Bawah (Awning Window)
Banyak orang yang menerapkan jendela dengan bukaan ini pada rumah mereka. Engselnya terletak di atas, sehingga bukaannya berada di bawah. Sepertinya kurang maksimal untuk sirkulasi udara, namun sangat baik untuk menjaga privasi karena biasanya jendela dibuka hanya sebatas panjang ramskar/hak anginnya saja. Jadi suasana di dalam rumah tetap dapat terjaga dari pandangan yang berasal dari luar.

Bukaan Geser Horizontal (Sliding Window)
Terdiri dari dua buah daun jendela dan tidak menggunakan engsel, cara membukanya dengan menggeser secara horizontal ke kanan atau kiri. Dapat juga dengan mematikan salah satu daun jendela, sehingga hanya satu yang dapat dibuka.

Bukaan Geser Vertikal (Hung Window)
Tipe bukaan pada jendela ini juga tidak menggunakan engsel, cara membukanya dengan menggesernya ke atas atau ke bawah. Terdiri dari 2 daun jendela, dan ada 2 macam jenis jika dilihat dari mekanisme bukaannya, yaitu:
  • Single hung window, hanya 1 daun jendela yang dapat dibuka
  • Double hung window, kedua daun jendela dapat dibuka semuanya

Bukaan Memutar (Pivot Window)
Engsel terletak di tengah sehingga cara membukanya adalah dengan memutarnya, udara yang masuk lebih maksimal karena bukaan dapat diputar hingga 180° dan dapat diarahkan sesuai dengan keinginan. Dibuka secara vertikal atau horizontal, tergantung di mana meletakkan engselnya. Jika di atas dan di bawah, maka cara membukanya adalah memutarnya ke arah kanan atau kiri. Sedangkan engsel diletakkan di samping kanan dan kiri, maka untuk membukanya diputar ke atas atau bawah.

Tanpa Bukaan (Fixed Window)
Jendela ini tidak bisa dibuka, jadi fungsinya hanya sebagai pencahayaan saja bukan untuk sirkulasi udara. Bahkan kini banyak yang menerapkan dinding kaca, sehingga cahaya yang masuk lebih banyak. Selain itu juga akan memberikan kesan luas pada ruangan.

Itulah beberapa jenis bukaan jendela, pertimbangkanlah secara matang sebelum menerapkannya agar dapat difungsikan secara maksimal. Ingatlah bahwasanya ada ruang di dalam rumah yang harus terjaga privasinya, agar Anda dapat melakukan aktivitas secara leluasa.

Jadi penerapan bukaan jendela ini seharusnya juga disesuaikan dengan fungsi ruangnya, bukan hanya semata-mata sebagai alat untuk sirkulasi udara dan pencahayaan serta disesuaikan dengan konsep dari rumahnya saja.

Semoga bermanfaat...

Macam-macam Tipe Bukaan Jendela Rumah Tempat Tinggal

Arah Hadap Pintu Utama Rumah yang Seharusnya Dihindari

Pintu utama rumah dapat diibaratkan seperti mulut pada manusia, karena itu seharusnya ia dapat difungsikan dengan mudah dan lancar. Sehingga nantinya apa-apa yang masuk melewatinya tidak mendapatkan halangan dari objek apapun. Maka dari itu sebaiknya benar-benar dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya, baik itu ukuran maupun letaknya.

Kadang untuk menempatkannya hingga dapat mengarah secara baik itu menjadi sesuatu hal yang tidak mudah, karena ini akan dipengaruhi oleh berbagi faktor. Seperti luas tanah yang tersedia untuk mendirikan rumah, tata ruang, dan gaya atau konsep bangunannya. Serta yang tak kalah pentingnya adalah objek yang berada di depannya, dan yang dimaksud objek di sini adalah sesuatu benda permanen yang berada tidak jauh dari pintu itu.

Untuk menentukan arahnya, silakan berdiri pada tempat di mana pintu itu akan diletakkan nantinya. Pandanglah ke arah luar maupun dalam, setelah itu buatlah denah rumahnya. Dengan cara sederhana ini maka akan diketahui objek apa yang berada segaris lurus pada pintu itu, sehingga dapat meletakkannya di tempat paling ideal tidak mengarah pada objek yang memang seharunya dihindari.

Inilah yang harus dihindari dari arah hadap pintu utama rumah:

Pohon dan Tiang

Jika benda ini berada dekat dan tepat di depan pintu rumah tentu akan menghalangi pandangan serta akses dari pintu itu sendiri ketika menggunakannya, karena ini merupakan jalur utama utama untuk masuk maupun ke luar rumah. Selain itu juga akan mengurangi keindahan, akan sangat disayangkan jika rumah telah dibangun dengan desain sedemikian rupa sehingga tampak begitu apik namun tepat di depan pintu utama rumah berdiri pohon maupun tiang.

Segaris Lurus dengan Jalan
Ini khusus rumah tusuk sate, jika arah pintu utama segaris dengan jalan tidaklah baik untuk kesehatan penghuninya karena debu akan sangat mudah masuk ke rumah, juga angin akan terlalu kencang memasuki rumah. Selain itu privasi juga kurang terjaga karena aktivitas penghuninya dapat terlihat begitu mudah ketika pintu terbuka.

Rumah Sakit
Namanya juga rumah sakit, pastinya banyak orang sakit dan itu juga berarti ada penyakit. Di sana juga ada penderitaan serta kesedihan. Maka tidak menghadapkan pintu utama rumah pada rumah sakit itu akan lebih baik.

Tempat Pemakaman
Tidak baik jika pintu mengarah ke tempat ini karena pemakaman sama dengan kematian. Dan tidak dapat dipungkiri jika berbagai hantu akan bersarang pada tempat ini, sehingga ketika pintu utama rumah dibuka akan menghadirkan pandangan yang menyedihkan bahkan mengerikan. Apalagi pada waktu malam hari, bagi seorang penakut ini menjadi sesuatu yang benar-benar dapat membuatnya tidak nyaman. Hingga pada malam hari tidak akan berani membukanya, karena jika dilakukan maka pastilah Ia akan berusaha untuk tidak memandangnya.

Rasa takut dan kesedihan itu sungguh dapat menyiksanya, sehingga kesehatan jasmani maupun rohani dapat terganggu. Jadi pintu utama rumah yang menghadap ke tempat pemakaman dapat membawa pengaruh kurang baik pada penghuni rumah.

Pintu Rumah Tetangga
Menempatkan segaris lurus dengan pintu rumah milik tetangga itu tidaklah baik, karena jika suatu saat sama-sama dalam keadaan terbuka maka akan saling melihat situasi dan kondisi dari keduanya. Jika ketika sama-sama dalam keadaan bahagia itu mungkin tak jadi masalah, namun bagaimana jika salah satu sedang dalam keadaan tidak baik. Keadaan suatu rumah tangga itu tentulah dapat berbeda antara satu dengan yang lainnya, maka hindarilah ini agar tercipta suasana damai antara penghuni rumah itu.

Keirian, kesombongan, dan kebencian mungkin dapat terjadi hanya karena seringnya saling melihat melewati pintu segaris yang sama-sama terbuka, dan akhirnya akan dapat menyebabkan keretakan hubungan bertetangga pada keduanya. Dan ingatlah bahwasanya “rumput tetangga” itu lebih hijau, maka jangan biarkan pasangan Anda tertarik hanya karena saling bertatapan melewati pintu itu.

Pintu Kamar Tidur
Ketika Anda memasuki rumah dan langsung disambut oleh pintu kamar tidur, ini dapat menyebabkan timbulnya rasa malas. Ya karena Anda akan langsung memasuki kamar, kemudian berbaring di tempat tidur. Ini juga dapat menyebabkan keakraban dengan penghuni rumah lainnya akan berkurang, karena lebih memilih langsung masuk ke kamar dan beristirahat ketimbang menyapa penghuni rumah terlebih dahulu.

Saat pintu terbuka juga dapat membawa debu langsung masuk ke dalam kamar, ini menyebabkan udara di dalam kamar menjadi tidak bersih. Sehingga selain kamar menjadi mudah kotor juga tidak baik bagi kesehatan.

Pintu Kamar Mandi
Sebersih apapun kamar mandi itu tetaplah merupakan tempat yang kotor dan sarang kuman. Pintu utama yang segaris lurus dengan pintu kamar mandi akan menimbulkan kesan kurang baik. Apalagi jika kamar mandi itu dalam keadaan kotor dan bau, ini akan menyebabkan pandangan yang tidak nyaman ketika memasuki rumah. Selain itu ketika pintu utama terbuka maka privasi pada kamar mandi juga menjadi kurang terjaga.

Tangga
Pintu utama terletak segaris dengan anak tangga juga tidak baik, karena ketika memasuki rumah akan menimbulkan rasa untuk langsung menaiki tangga. Sehingga sepertinya menjadi tidak peduli ada siapa di lantai pertama rumah itu, ini dapat menyebabkan keakraban antar penghuni rumah berkurang. Udara yang masuk melewati pintu utama rumah juga akan langsung naik ke lantai atas, tanpa berputar-putar terbeih dahulu pada ruang di lantai bawah.


Itulah beberapa objek yang sebaiknya tidak segaris lurus dengan pintu utama rumah. Bukan hanya keindahan saja yang harus Anda perhatikan, namun keamanan dan kenyamanan penghuni rumah juga seharusnya menjadi prioritas ketika membangun tempat tinggal. Maka pertimbangkanlah dengan sungguh-sungguh dalam menentukan letak pintu itu.

Semoga bermanfaat...

Arah Hadap Pintu Utama Rumah yang Seharusnya Dihindari

Alasan Mengapa Menerapkan Jendela Rumah dengan Bukaan Bagian Atas

Pada umumnya banyak orang memilih untuk menerapkan bukaan jendela pada bagian bawah yaitu menempatkan engsel di atas sehingga arah membukanya adalah ke atas. Namun ada juga yang menerapkan layaknya sebuah pintu yaitu arah bukaannya ke samping kanan maupun kiri, atau dapat juga keduanya jika menggunakan jendela ganda.

Selain itu kini banyak ditemukan yang mengaplikasikan secara sliding/geser baik ke samping maupun ke atas untuk membukanya, ada juga dengan cara memutarnya. Bahkan ada jendela yang tidak ada engselnya, sehingga tidak dapat dibuka.

Sepertinya belum banyak yang menerapkan jendela untuk rumah tempat tinggal dengan bukaan di atas, pada jenis ini engsel berada di bawah. Mungkin mempertimbangkan faktor keamanan, karena jika pengait/ramskar/hak anginnya lepas maka daun jendela akan langsung membuka secara total hingga membentur apa yang ada di bawahnya.

Hal ini dapat mengakibatkan kacanya menjadi pecah, akan lebih fatal jika mengenai seseorang. Padahal tentu saja model bukaan jendela seperti ini akan menggunakan pengait yang sekiranya aman sebagai penopang daun jendela agar tidak membahayakan ketika dibuka.

Selain faktor keamanan, bisa jadi karena ketidaktahuan akan manfaatnya. Padahal ini sangat baik untuk diterapkan, terutama pada rumah di daerah perkotaan dimana polusi udara dan cuaca panas sering tidak bisa dihindari.


Inilah alasan bagi yang menerapkan jendela dengan bukaan bagian atas pada rumah mereka:

Meminimalisir Polusi Udara Masuk ke Dalam Rumah
Salah satu fungsi jendela adalah sebagai alat untuk sirkulasi udara. Mengingat kini polusi udara semakin tidak bisa dihindari, sehingga dapat masuk ke dalam rumah seiring dengan pergerakan udara melalui jendela. Dengan menerapkan model bukaan jendela ke bawah, itu berarti udara yang berada di atas akan lebih dominan untuk memasuki rumah.

Sehingga ini dapat meminimalisir masuknya polusi udara ke dalam rumah. Apalagi jika berada di pinggir jalan dimana akan terdapat berbagai macam polusi udara, baik itu debu maupun asap kendaraan bermotor. Jadi selain lebih sehat, area di dalam rumah juga akan lebih bersih karena tidak banyak debu yang masuk terbawa oleh angin.

Rumah Lebih Sejuk
Bukaan jendela pada model ini berarti udara akan masuk lewat atas, kemudian bergerak menuju lantai lalu ke atap sebelum ke luar dan berganti yang baru. Inilah proses sirkulasi udaranya, sehingga rumah akan lebih sejuk karena mendapat begitu banyak pasokan udara bersih.

Privasi Lebih Terjaga
Ketika jendela dibuka maka bagian ataslah yang terbuka secara total, sedangkan kedua sisinya semakin ke bawah akan semakin menyempit. Sehingga privasi akan lebih terjaga karena area di dalam rumah hanya dapat terlihat sedikit melalui sisi jendela.

Unik
Rumah akan terlihat lebih unik jika belum banyak yang menerapkannya, karena memberikan kesan berbeda dengan rumah-rumah di sekitarnya. Sepertinya gaya bangunan rumahnya tidak harus unik pula, karena bukaan jendela model ini dapat diterapkan pada rumah dengan konsep minimalis.

Itulah alasan mengapa menerapkan jendela rumah yang bukaannya pada bagian atas, namun hati-hati saat hujan jika jendela dibiarkan terbuka maka air akan dapat masuk ke dalam rumah.

Mungkin ini juga belum tentu cocok untuk diterapkan pada daerah yang berhawa dingin seperti di daerah pegunungan misalnya, apalagi udara di sana juga dalam keadaan sejuk dan bersih. Jadi model ini sepertinya lebih cocok diterapkan pada rumah-rumah yang terletak di perkotaan, dimana akan terdapat berbagai macam polusi udara.

Semoga bermanfaat...

Alasan Menerapkan Jendela Rumah dengan Bukaan Bagian Atas

Pilih Kusen Kayu atau Alumunium

Kusen merupakan salah satu bagian dari bangunan rumah yang tidak bisa hanya dipandang sebelah mata, karena ia memiliki peranan yang penting terhadap keamanan, kenyamanan, dan keindahan sebuah rumah.

Pada dasarnya kusen digunakan sebagai pintu, jendela, ventilasi, dan juga pemanis pada sebuah bangunan. Apabila mudah digunakan dan dapat berfungsi dengan baik akan memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah. Jika ia dalam keadaan rapi, bersih, model yang sesuai dengan gaya dari desain rumah tentu akan menghadirkan estetika. Sebaliknya jika kotor, rusak, model tidak nyambung dengan tema bangunannya, ini akan membuat tidak sedap untuk dipandang.

Kusen memang dapat dibuat dari berbagai bahan, namun pada umumnya yang banyak digunakan adalah dari bahan kayu dan alumunium. Tentu saja kedua memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:

Kusen Kayu

Kelebihan:
  1. Dapat diterapkan pada pelbagai model/konsep rumah
  2. Bentuknya yang bervariasi sehingga dapat disesuaikan dengan gaya/konsep bangunan atau selera pemiliknya
  3. Kuat sehingga tidak mudah penyok
  4. Serat kayu memunculkan nuansa alami

Kekurangan:
  1. Sulit mendapatkan kayu yang benar-benar berumur tua atau berkualitas, jika ada kemungkinan harganya pun selangit
  2. Kayu yang tidak berkualitas akan mudah lapuk
  3. Dapat dimakan rayap sehingga menjadi keropos
  4. Jika kualitas kurang baik kemungkinan tidak tahan terhadap perubahan suhu udara, sehingga mudah memuai juga menyusut yang mengakibatkan pintu/jendela akan sulit ditutup maupun dibuka
  5. Harganya lebih mahal daripada kusen berbahan alumunium


Kusen Alumuniun

Kelebihan:
  1. Alumunium lebih ringan daripada kayu
  2. Tahan air sehingga tidak mudah lapuk
  3. Tidak dimakan rayap sehingga tidak keropos
  4. Terkesan lebih bersih dan rapi
  5. Lebih tahan terhadap cuaca
  6. Harganya lebih murah daripada kusen kayu
  7. Biaya perawatan lebih murah

Kekurangan:
  1. Variasi atau modelnya terbatas sehingga tidak semua konsep rumah cocok menggunakannya
  2. Walaupun dicat dengan motif kayu, tampilannya tidak dapat sealami kayu yang asli
  3. Pemasangannya menggunakan skrup yang ditanam pada dinding di sekeliling kusen, jadi seharusnya memilih tukang yang profesional dan berpengalaman serta menggunakan kusen yang berkualitas agar tidak terjadi kesalahan
  4. Jika siku kurang baik/pas maka akan menimbulkan celah yang dapat mengakibatkan masuknya air hujan

Itulah beberapa perbedaan antara kusen dari bahan kayu dan alumunium, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Pertimbangkanlah sebelum memilihnya, bukan hanya konsep bangunan saja yang perlu diperhatikan. Namun keawetan, kemudahan dalam perawatan, serta kertersediaan dana juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukannya.

Mungkin untuk aplikasi di rumah dapat menggunakan keduanya, artinya disesuaikan dengan fungsi dan kesan yang ingin ditonjolkan pada ruangan tanpa mengabaikan konsep dari bangunan rumah itu sendiri. Namun sebaiknya jangan berdampingan karena dapat mengurangi keindahan.

Misalnya jika menginginkan ruang tamu yang tampak alami, maka gunakan kusen dari kayu. Sedangkan untuk dapur dan kamar mandi agar lebih awet serta mudah dalam perawatannya, maka gunakanlah kusen yang terbuat dari alumunium. Karena kedua ruang ini akan mudah kotor dan terkena air.

Bagaimana menurut Anda, Pilih Kusen Kayu atau Alumunium?

Jika bingung pilih saja keduanya, dan terapkan pada ruang atau tempat yang berbeda agar tidak bercampur aduk. Dengan begitu keindahan dan keawetan akan didapatkan, serta dana yang harus dikeluarkannya pun dapat disesuaikan dengan kemampuan.

Semoga bermanfaat...

Pilih Kusen Kayu atau Alumunium

Kesalahan dalam Pembuatan Pintu Pagar Geser

Pagar adalah suatu media yang difungsikan untuk pengaman rumah, baik itu dari hal-hal yang dapat merugikan maupun untuk menjaga privasi. Maka dari itu ia terletak di luar, yaitu sebagai pembatas antara area rumah dengan area publik.

Dengan begitu, pagar akan selalu bersentuhan dengan area luar rumah yang bersifat publik. Seperti kita ketahui, bahwasanya perilaku dan sifat seseorang itu bermacam-macam. Ada yang baik dan tidak baik, ada yang lembut dan ada juga yang kasar. Selain itu pagar rumah juga akan berhadapan dengan berbagai cuaca, baik panas, dingin, maupun hujan.

Jika pagar sebuah rumah akan berhadapan dengan berbagai hal , seperti apa yang telah diuraikan di atas. Maka seharusnya pagar didesain dan dibuat dengan baik dan benar, agar kuat, tahan lama dan mudah digunakan.

Pintu pagar akan selalu bersentuhan dengan banyak orang, karena memang ia sebagai penghubung antara area rumah dengan area publik. Sehingga akan sering dibuka dan ditutup. Dan dalam menggunakannya tentu ada yang hati-hati juga ada yang kurang bahkan tidak hati-hati.

Pintu pagar geser yang tidak dibuat dengan benar, kemungkinan besar akan cepat rusak. Jadi jangan hanya ingin membuatnya dengan biaya yang lebih murah, namun tanpa memperhitungkan kualitasnya.

Seperti apa yang tampak pada gambar adalah pintu pagar geser yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal tersebut dikarenakan ada kesalahan dalam penggunaan materialnya. Memang secara keseluruhan pintu pagar tersebut masih kuat dan kokoh.

Namun permasalahannya adalah roda keluar dari jalurnya, sehingga pintu pagar akan susah dibuka maupun ditutup. Akan sangat berat saat menggesernya, bahkan mungkin akan sangat sulit sekali untuk menggesernya.

Sebenarnya permasalahannya hanya satu, yaitu pada relnya. Penggunaan material yang tidak semestinya, mengakibatkan rel bergeser dari tempat di mana ia ditanamkan. Sehingga rodanya juga tidak berada di atas relnya, dengan demikian pintu pagar tidak mudah untuk digeser.

Kasus yang terjadi seperti yang tampak pada gambar di atas adalah seharusnya material untuk membuat rel menggunakan plat besi, bukan besi beton yang sering digunakan untuk cor pada bangunan.

Besi beton mempunyai bentuk yang bulat, sehingga tidak seharusnya digunakan sebagai rel pada pintu pagar geser. Karena ia tidak akan tertanam secara kuat, akibatnya besi beton tersebut akan mudah lepas dan bergeser dari tempat dimana ia ditanamkan.

Ini berbeda jika menggunakan plat besi yang mempunyai bentuk yang seperti persegi panjang atau segitiga. Plat besi akan tertanam dengan kuat sehingga tidak mudah lepas dan bergeser dari dudukannya. Dengan begitu rel akan tetap dapat berfungsi sebagai mana mestinya.

Simpulan

Kesalahan pada pintu geser seperti yang tampak pada gambar adalah hanya material yang digunakan untuk membuat relnya, seharusnya ia menggunakan plat besi bukan besi beton. Karena kedua jenis besi ini berbeda, memang sama-sama panjang akan tetapi plat besi berbentuk kotak sedangkan besi beton berbentuk bulat.

Semoga bermanfaat...

Kesalahan dalam Pembuatan Pintu Pagar Geser

Pintu Utama Rumah Seharusnya Tidak Membuka Keluar

Ternyata membahas sebuah pintu rumah bukan hanya sebatas pada desain, kusen, ukuran, atau material untuk membuatnya saja. Bukan juga tentang harga perolehannya saja, namun arah bukaan pintu juga perlu untuk dipertimbangkan. Lebih-lebih pada pintu utama rumah yang merupakan salah satu elemen bangunan yang sangat penting.

Arah bukaan pintu utama menjadi sesuatu hal yang perlu adanya pemikiran yang serius, karena bukan hanya akan berhubungan dengan estetika dari sebuah bangunan rumah saja. Namun kemudahan dalam menggunakannya juga perlu menjadi pertimbangan.

Lalu kenapa bukaan pintu utama yang mengarah keluar harus dihindari?

Sesuatu yang harus dihindari biasanya adalah hal yang kurang baik, atau mungkin memang tidak baik sama sekali. Seperti halnya pintu utama dengan arah bukaan keluar itu sepertinya bukan hal yang baik.

Ya, karena bukaan pintu rumah yang langsung berhubungan dengan area luar rumah pada lazimnya akan mengarah ke dalam. Dan secara estetika tentu saja akan terlihat lebih indah bukan?

Sebelum membahasnya lebih dalam, perlu juga diketahui bahwa ada model pintu yang memang arah bukaannya keluar dan ke dalam. Jadi pintu tersebut mempunyai daun pintu 2 lapis,membuka ke luar dan ke dalam. Model ini biasanya terdapat pada rumah zaman dahulu, biasanya daun pintu dengan bukaan keluar terbuat dari kayu tanpa adanya kaca. Sedangkan yang arah ke dalam terbuat dari kaca dengan rangka yang terbuat dari kayu atau juga bisa dikombinasikan antara kayu dan kaca, tentu saja tetap dengan rangka yang terbuat dari kayu.

Nah yang saya maksud di sini adalah daun pintu yang hanya terdiri dari satu lapis, dimana daun pintu tersebut arah bukaannya adalah keluar. Walaupun pintu tersebut terdiri dari 2 daun pintu, namun pintu tersebut hanya terdiri dari satu lapis saja. Silakan lihat gambar berikut ini:

Pintu utama yang arah bukaannya keluar itu dapat diartikan sebagai penolakan atas sesuatu yang hendak masuk, seperti tamu misalnya. Sehingga dapat diibaratkan sebagai simbol atas penolakan dari adanya tamu atau juga dapat diartikan sebagai bentuk pengusiran. Tamu yang datang dan hendak masuk ke dalam rumah akan disambut dengan gerakan pintu yang seakan-akan dikibaskan keluar. Sehingga ini dapat menimbulkan ketidaknyamannan.

Coba bagaimana sikap atau gerakan Anda ketika hendak mengusir sesuatu agar keluar dari rumah?

Pastinya arah ayunan tangan akan mengarah keluar bukan?

Ya karena jika arahnya ke dalam itu sama juga mempersilakannya untuk masuk. Itulah sekedar contoh yang sangat sederhana.

Bukaan pintu utama yang mengarah keluar itu juga dapat membingungkan bagi tamu, karena seperti apa yang telah saya sampaikan di atas bahwasanya sebuah pintu yang berhubungan dengan area luar rumah lazimnya arah bukaannya adalah kedalam. Mungkin tamu akan beranggapan bahwa arah bukaan pintu adalah sama dengan pintu pada umumnya yaitu mengarah kedalam.

Sehingga tamu yang hendak masuk ke dalam rumah harus mundur terlebih dahulu dan mengambil sikap hati-hati ketika pintu dibuka. Bukahkah ketika mengetok pintu atau memencet tombol bel tamu tersebut akan mendekati pintu?

Jadi tentu saja itu bukanlah hal untuk memudahkan bagi tamu, namun tentu saja akan membingungkan. Juga pada saat tamu hendak pulang, tamu tersebut dapat saja lupa jikalau arah bukaan pintu adalah keluar. Sehingga ini bisa saja membuat malu ketika salah dalam membuka pintu.

Mungkin bagi sebagian orang ini adalah sesuatu hal yang sepele, namun bagaimana dengan orang yang mempunyai rasa malu tinggi?

Bahkan jika dilihat dari kacamata feng shui, pintu seperti ini tidaklah baik. Karena dapat mempengaruhi aliran energi positif yang hendak masuk kedalam rumah.

Itulah hal yang membuat Anda sebaiknya menghindari memasang pintu dengan arah bukaan keluar, terutama untuk pintu utama ramah.

Mungkin bagi sebagian orang hanya akan melihat dari bagaimana praktisnya dalam menentukan arah bukaan pintu, hal ini mungkin dikarenakan lahan yang tersedia memanglah terbatas. Sehingga hanya berkonsentrasi pada penataan ruang saja, yaitu bagaimana agar saat pintu dibuka tidak mengganggu perabotan yang berada di dalam rumah. Dengan begitu mereka kurang memperhatikan bagaimana nantinya jika ada tamu yang hendak berkunjung ke rumahnya.

Seperti apa yang telah saya sampaikan di atas, bahwa memang tidak ada aturannya tentang arah bukaan pintu. Jadi semua itu saya kembalikan kepada Anda.

Semoga bermanfaat...

Pintu Utama Rumah Seharusnya Tidak Membuka Keluar

Haruskah Daun Pintu Ganda Menggunakan Ukuran yang Sama

Menggunakan daun pintu ganda yang dijadikan sebagai pintu utama rumah memang sedang digemari oleh sebagian besar masyarakat. Dengan menggunakan pintu yang berdaun ganda itu berarti akan lebih lebar jikalau dibandingkan dengan pintu yang berdaun tunggal. Semakin lebar ukuran sebuah pintu tentu saja akan memudahkan ketika digunakan, selain itu ruangan juga akan tampak semakin lapang.

Aplikasi daun pintu ganda sebaiknya disesuaikan dengan ukuran bangunannya, artinya pintu tersebut harus proporsional dengan ukuran bangunannya. Pintu yang lebar dan tinggi tentu tidak akan cocok diterapkan pada bangunan rumah yang pendek bukan?

Begitu juga sebaliknya. Jika hal tersebut dipaksakan tentu tidak akan terlihat baik apabila dilihat dari segi estetikanya.

Kini dapat dengan mudah kita jumpai pintu rumah yang berdaun ganda, tentu saja dengan ukuran yang sama antara kedua daun pintunya. Namun kini juga banyak yang menggunakan daun pintu ganda akan tetapi tidak sama ukurannya.

Biasanya tingginya sama, namun lebarnya berbeda antara daun pintu yang terletak pada sebelah kanan dengan sebelah kiri. Salah satu bagiannya berukuran standar daun pintu yang normal dan lebar bagian yang satunya adalah setengah atau bahkan kurang dari setengahnya.

Lalu hal yang demikian di atas adakah pengaruhnya baik terhadap bangunan itu sendiri maupun penghuni rumahnya kelak?

Setiap orang mungkin dapat berbeda alasan, mengapa menggunakan model daun pintu ganda namun tidak sama ukuran antara keduanya. Mungkin agar rumah tampak lebih indah, efektifitas tempat dan pertimbangan dana yang diperlukan, atau mungkin dapat juga hanya karena keinginan semata.

Sebenarnya ada atau tidaknya pengaruhnya tentu saja tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Apabila dilihat dari fungsinya, pintu tersebut akan memberikan kemudahan dalam pemakaiannya baik untuk lalulintas orang maupun barang. Karena apabila kedua daun pintu dibuka maka akan lebih lebar daripada pintu berdaun tunggal. Tentu saja mengacu pada standar ukuran pintu yang biasa digunakan untuk rumah sebagai tempat tinggal.

Dengan menggunakan model pintu di atas, biasanya yang lebih sering digunakan untuk akses keluar masuk rumah adalah pada daun pintu yang lebih besar, sedangkan daun pintu yang satunya akan dibuka manakala diperlukan saja.

Selain itu juga tidak membutuhkan tempat yang banyak seperti ketika menggunakan pintu yang berdaun ganda yang biasa diaplikasikan untuk rumah-rumah pada umumnya. Sehingga ini cocok bagi mereka yang mempunyai rumah kecil namun menginginkan pintu utama yang lebih lebar daripada pintu berdaun tunggal.

Jikalau dilihat dari sudut estetika, pastinya pintu tersebut dapat diterapkan asalkan proposional dengan bangunannya. Modelnya pun sebaiknya disesuaikan dengan tema bangunannya.

Itulah jika dilihat dari segi fungsi dan estetika bangunannya, namun bagaimana dengan penghuni rumahnya?

Sudah tidak diragukan lagi, bahwa dalam hal apa saja keseimbangan akan membawa kebaikan. Lalu bagaimana dengan pintu yang berdaun ganda namun tidak sama besar?

Menurut feng shui yang saya baca dari berbagai sumber, daun pintu yang tidak sama ukurannya menandakan ketidakseimbangan. Jadi seyogyanya menggunakan ukuran yang sama, agar terjadi keseimbangan.

Dalam ilmu feng shui bahwasanya laki-laki berada pada sebelah kiri dan sebelah kanannya adalah perempuan. Jadi jika daun pintu sebelah kiri lebih kecil daripada sebelah kanan maka itu berarti suami yang tertekan, begitu juga sebaliknya.

Bukankah dalam sebuah rumah akan lebih baik jika terdapat keseimbangan?

Itulah sedikit uraian tentang pintu yang berdaun ganda namun tidak sama ukurannya. Terlepas dari percaya atau tidak percaya akan akibat yang ditimbulkannya, menurut saya keseimbangan memang sangat diperlukan dalam segala hal.

Jadi seyogyanya memang menggunakan daun pintu yang sama ukurannya. Jangan hanya mengutamakan fungsi dan estetika saja, apalagi hanya karena ikut-ikutan semata. Karena kenyamannan penghuni rumah juga seharusnya menjadi prioritas. Bukankah kebahagiaan menjadi idaman setiap keluarga?

Namun semuanya saya kembalikan pada Anda, karena Andalah yang lebih tahu apa yang dibutuhkan baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga tercinta.

Sekian, semoga bermanfaat...

Haruskah Daun Pintu Ganda Menggunakan Ukuran yang Sama?

Fungsi dan Ukuran Ideal Jendela

Rumah yang sehat dan nyaman untuk dihuni dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Seperti bagaimana kebersihan, pencahayaan, penataan ruang, pergantian udara, dan lain-lain pada rumah tersebut.

Pencahayaan secara alami dan sirkulasi udara merupakan suatu hal yang amat penting, sehingga harus ditata sedemikian rupa ketika mendesain sebuah rumah agar mendapatkan cahaya alami yang cukup didalamnya serta adanya sirkulasi udara yang lancar. Untuk mendapatkan semua itu maka pada umumnya digunakanlah jendela pada bangunan rumah.

Fungsi Jendela
Jendela merupakan lubang pada dinding yang biasanya diberi penutup, jendela berfungsi sebagai jalan masuk cahaya ke dalam ruang rumah dan juga sebagai alat untuk sirkulasi udara.

Yang dimaksud dengan cahaya di atas adalah dapat berupa cahaya alami yaitu yang bersumber dari sinar matahari, dan juga cahaya yang tidak alami yang dapat bersumber dari lampu yang berada pada ruang lain dalam rumah tersebut. Akan tetapi pada dasarnya tujuan pemasangan jendela adalah untuk mentransferkan cahaya alami dari luar menuju kedalam rumah.

Untuk mendapatkan cahaya yang alami maka jendela dipasang padadinding yang berhubungan dengan luar bangunan. Akan tetapi dapat juga dipasang pada dinding yang berada di dalam rumah, namun jendela tersebut tidak akan dapat mentransferkan cahaya alami sebanyak jendela yang dipasang pada dinding yang dijadikan pembatas dengan luar bangunan.

Artinya jendela tersebut berfungsi untuk meneruskan cahaya dari ruang yang banyak terdapat cahaya. Sehingga dengan adanya jendela ini tentu saja akan dapat menghemat energi, itu berarti juga menghemat biaya.

Jendela berfungsi untuk sirkulasi udara yaitu sebagai alat untuk pergantian udara dari dan kedalam rumah, tentu saja ketika penutup jendela tersebut dibuka. Atau mungkin penutup jendela itu didesain dengan memberikan lubang padanya. Jendela juga berfungsi sebagai alat untuk akses pandangan dari dalam mapun luar rumah, ini tergantung dari jenis yang dijadikan penutupnya.

Selain yang telah disebutkan di atas, jendela juga dapat berfungsi untuk estetika dari sebuah bangunan rumah. Model, penempatan, dan ukurannya akan sangat mempengaruhinya.

Ukuran Ideal Jendela
Ukuran jendela pada setiap ruang dalam rumah dapat berbeda ataupun dibuat sama antara ruang yang satu dengan yang lainnya, ini tergantung dari desain dan keinginan pemiliknya. Namun lebih baik dibedakan karena setiap ruang tentu memiliki fungsi yang berbeda-beda, sehingga cahaya dan udara yang dibutuhkan, serta privasi yang perlu dijaga tentu saja berbeda.

Misalnya saja antara ruang tamu dan kamar tidur akan membutuhkan penerangan, volume pergantian udara, dan privasi yang perlu dijaga pun akan berbeda.

Ukuran ideal dari jendela pada dasarnya lebih mengarah pada ukuran tingginya, jadi bukan ukuran luas dari lubang jendelanya. Karena pada penerapannya akan berkaitan dengan tinggi dari pintu-pintu yang ada, agar diperoleh bangunan rumah yang rapi dan indah.

Jadi fokus dari ukuran jendela tersebut yaitu tinggi ambang atas dan bawahnya. Tinggi ambang batas adalah pada kusen bukan pada lubangnya, sedangkan tinggi ambang bawah diukur dari lantai.

Tinggi ambang atas dari jendela sebaiknya bahkan seharusnya agar dibuat sama dengan tinggi dari ambang atas pintu yang ada. Sedangkan tinggi ambang bawah diukur dari lantai yang disesuaikan denganfungsi dari jendela tersebut. Dengan begitu bukan saja akan diperoleh bangunan yang rapi dan indah, namun juga nyaman untuk dihuni.

Lalu, berapakan tinggi ideal ambang bawah jendela itu?

Tinggi ideal ambang bawah jendela untuk ruang tamu dan ruang keluarga yaitu 20 cm - 50 cm, sedangkan untuk kamar tidur, ruang makan, dan dapur adalah 80 cm - 120 cm.

Untuk ruang tamu dapat dikombinasikan yaitu untuk jendela yang berada pada dinding depan menggunakan ukuran 20 cm - 50 cm, dan apabila terdapat jendela yang terletak pada dinding samping ruang tamu maka dapat diterapkan dengan tinggi ambang bawah 80 cm - 120 cm atau setinggi dengan jendela yang lainnya.

Ukuran tinggi ambang bawah jendela di atas adalah penerapan pada bangunan rumah dengan desain pada umumnya. Jadi bukan pada rumah dengan desain tertentu, seperti rumah dengan dinding kaca misalnya, atau desain rumah dengan jendela yang berukuran besar dengan tujuan agar tampak menyatu dengan alam sekitarnya, dan lain-lain.

Fungsi dan Ukuran Ideal Jendela

Subscribe Our Newsletter