Social Items

Cara Sederhana Menanam Cabai di Rumah

Tidak ada salahnya jika kita menanam cabai di rumah, mengingat harganya yang sering kali tak menentu. Tak harus menanam dalam jumlah banyak, dengan memiliki beberapa tanaman saja paling tidak dapat mengurangi pengeluaran uang belanja.

Kalau hanya untuk mencukupi konsumsi harian keluarga, baik itu untuk memasak atau sebagai teman memakan gorengan saja maka kita tidak perlu membelinya. Sehingga pengeluaran uang belanja tidak akan terpengaruh ketika harga cabai pada titik yang sangat mahal sekali.

Tidak perlu menggunakan lahan yang luas, cukup teras atau pekarangan rumah saja sudah dapat dijadikan sebagai tempat untuk meletakkan tanaman ini. Dengan cara tanam yang sederhana, maka tanaman cabai sudah dapat dimiliki. Sehingga Anda tak perlu resah ketika harga cabai mahal, karena untuk konsumsi di rumah sudah dapat terpenuhi.

Untuk menanamnya cukup mudah dan sederhana seperti berikut ini:

Pembenihan

Tak perlu repot membeli benih cabai di toko pertanian, cukup gunakan cabai yang Anda punya. Tak harus yang masih segar, namun bisa menggunakan yang telah mengering.

Pilih yang berwarna merah, sobek kulitnya kemudian ambil bijinya. Rendamlah sejenak menggunakan air yang bersih, gunakan benih yang tenggelam saja dan buanglah yang mengambang. Lalu bungkuslah menggunakan kain, kemudian gantung selama 1 malam.

Penyemaian

Siapkan wadah untuk pembenihan, bisa menggunakan polybag atau wadah yang lainnya. Isi dengan campuran tanah dan kompos, usahakan agar campuran itu sehalus mungkin agar nantinya dapat mudah ditembus oleh akar.

Tebar benih pada tempat persemaian secara merata, atau buatlah larikan agar lebih rapi dan mudah ketika nanti memindahkannya pada media tanam. Kemudian gunakan tanah yang halus tapi tipis saja untuk menutupinya.

Letakkan persemaian cabai pada tempat yang teduh atau buatkan pelindung menggunakan plastik transparan untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung, juga untuk menjaga agar air hujan tidak mengenainya.

Media Tanam

Gunakan polybag, pot, atau wadah lainnya yang berukuran besar agar tanaman cabai dapat tumbuh dan berbuah dengan baik. Namun jangan lupa, berilah lubang sebagai saluran drainase. Kemudian isi wadah itu dengan campuran tanah, kompos, arang sekam, jika ada tambahkan juga pupuk kandang.

Anda juga dapat menanam cabai di rumah dengan menggunakan media tanam dari air, namun cara persemaiannya berbeda dengan menggunakan tanah. Cara tanam ini lebih dikenal dengan nama hidroponik.


Pemindahan Bibit ke Media Tanam

Bibit cabai dapat dipindahkan dari tempat persemaian ke media tanam pada umur 3-4 minggu atau ketika daun telah tumbuh 3-4 helai. Pindahkan dengan cara mencabutnya secara hati-hati agar akarnya tidak rusak, akan lebih baik jika beserta tanah yang menempel pada akarnya. Waktu yang tepat untuk memindahkannya adalah pada pagi atau sore hari.

Perawatan

Siramlah secara teratur pada pagi atau sore hari dengan melihat kondisi media tanamnya, artinya jika turun hujan atau tanah masih dalam keadaan basah maka tidak perlu menyiramnya. Saluran drainase harus berfugsi dengan baik, karena genangan air dapat membuat akar menjadi busuk.

Jangan lupa berikan pupuk secara berkala menggunakan NPK agar tanaman dapat tumbuh dan berbuah dengan baik, juga bunga tidak mudah rontok. Namun tentu saja akan lebih baik jika menggunakan pupuk organik, agar cabai yang dihasilkan lebih sehat tanpa pupuk kimia.

Jika pada masa pertumbuhan terlalu banyak tumbuh tunas-tunas muda maka hilangkanlah sebagian, agar batang benar-benar siap menopang cabang-cabangnya dan tidak terlalu rimbun. Topang tanaman cabai yang telah mencapai ketinggian 20 cm dengan menggunakan bambu, agar dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh.

Jagalah kebersihan media tanam dari tanaman pengganggu, amati juga apakah terdapat hama atau penyakit apa tidak. Jika ada segera atasi dengan menggunakan pestisida sebelum menular pada tanaman cabai lainnya.

Pemanenan

Dengan memiliki tanaman cabai di rumah, maka ketika telah berbuah dapat dipanen kapan pun ketika membutuhkannya. Inilah keuntungan menanamnya di rumah, namun jika cabai telah memerah segera petik saja walaupun belum memerlukannya.

Jika panen dalam jumlah banyak maka Anda dapat memberikannya sebagian kepada tetangga atau bahkan menjualnya, dengan begitu akan bertambah manfaatnya. Sehingga bukan hanya dapat dikonsumsi untuk keluarga saja, namun juga menjadi sarana untuk beramal shalih bahkan akan menghasilkan uang jika dapat menjualnya.

Semoga bermanfaat...

Cara Sederhana Menanam Cabai di Rumah

Manfaat Bawang Daun dan Cara Mudah Menanamnya di Rumah

Tumbuhan yang memiliki nama latin Allium Fistulosum ini merupakan salah satu jenis sayuran berbatang lunak berbentuk bulat panjang berongga dengan ujung meruncing. Bawang daun berwarna hijau, sedangkan pangkal batangnya tidak berongga (padat) dan berwarna putih.

Sayuran yang mempunyai bau khas ini sering digunakan pada aneka jenis masakan, utamanya seperti pada martabak telur dan mie ayam. Ia biasanya juga digunakan ketika menggoreng telur, aromanya yang khas dapat menambah kelezatan juga mengurangi bau amis utamanya pada telur bebek dadar.

Bawang daun bukan hanya berfungsi sebagai penyedap masakan namun juga terdapat berbagai manfaat yang dikandungnya bagi kesehatan, seperti berikut ini:

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kandungan allicin pada daun bawang sangat bermanfaat bagi tubuh, yaitu merupakan senyawa belerang yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pencegah Anemia
Daun bawang kaya akan zat besi sehingga bagi Anda yang mengalami kekurangan darah akan sangat baik apabila mengkonsumsinya. Protein ferroportin yang dikandungnya sebagai pembawa zat besi yang dapat meningkatkan jumlah darah.

Baik untuk Jantung
Kandungan polisulfida pada tanaman ini dapat melindungi dari penyakit jantung. Mineral yang terdapat pada bawang daun akan mempertahankan HDL yaitu kolesterol baik di dalam tubuh.

Baik untuk Pencernaan
Serat yang terkandung pada bawang daun berguna untuk menyehatkan pencernaan, sehingga dengan mengkonsumsinya merupakan suatu upaya untuk mencukupi kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh. Itu berarti ia juga dapat digunakan untuk mengatasi sembelit.

Sebagai Antibiotik
Bawang daun juga mempunyai sifat anti bakteri dan anti peradangan, sehingga berguna sebagai anti biotik dan bermanfaat untuk melindungi tubuh dari infeksi.

Itulah beberapa manfaat dari bawang daun jika dikonsumsi, dan untuk mendapatkannya pun juga tidak sulit. Anda dapat membelinya di penjual sayur, atau menanamnya sendiri di rumah. Untuk membudidayakannya tidak harus menggunakan lahan yang luas. Cukup ditanam pada pot, polybag, ember bekas wadah cat, talang air, dan lain-lain.

Cara membudidayakan tanaman bawang daun di rumah cukup mudah, yaitu:

Pembenihan
Budidaya tanaman bawang daun ada 2 macam yaitu secara generatif dengan menggunakan biji, dan vegetatif dengan memisahkan anakan dari rumpun pokoknya. Jika penanaman ditujukan untuk dikonsumsi sendiri, maka pembenihan yang paling mudah adalah dengan cara vegetatif.

Caranya yaitu ketika membeli bawang daun secara utuh, artinya lengkap dengan akarnya. Pastinya akar tidak akan ikut dimasak bukan?

Biasanya yang dimasak adalah mulai dari bagian atas pangkal batang sampai ujungnya. Nah bagian dari pangkal batang tanaman hingga sampai akarnya inilah yang dapat ditanam, sehingga tidak perlu repot melakukan pembenihan dengan menanam dari biji atau membeli bibit yang telah siap tanam. Jadi gunakanlah bagian tanaman yang masih terdapat akar untuk dibudidayakan di rumah, namun pilihlah dari anakan yang besar-besar agar nantinya dapat tumbuh dengan besar pula.

Media Tanam
Seperti apa yang telah disebutkan di atas, bahwa tidak harus mempunyai lahan yang luas untuk menanamnya. Ini tentu saja diperuntukan jika ingin dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual hasil panennya.

Silakan gunakan pot, polybag, maupun wadah lainnya untuk dijadikan sebagai tempat tanam. Isilah wadah itu dengan campuran dari tanah, kompos, arang sekam dengan perbandingan 2:1:1 yang diaduk secara merata sebagai media tanamnya.

Penanaman
Silakan tanam potongan bawang daun pada bagian yang masih terdapat akar itu, cukup 3-5 anakan saja pada setiap wadahnya. Ini tergantung dari besar kecilnya anakannya. Waktu yang paling baik untuk menanamnya adalah di pagi atau sore hari, karena pada waktu ini suhu udara tidak dalam keadaan panas yaitu sinar matahari tidak terlalu terik. Kemudian letakkan pada tempat yang terkena sinar matahari secara penuh.

Perawatan
Siramlah secara teratur setiap 2 atau 3 hari sekali, hal ini tergantung dari keadaan cuaca serta media tanamnya. Usahakan air tidak menggenang di dalam wadah tanam agar akar tidak membusuk. Jagalah kebersihan media tanam dari rumput agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman, potonglah jika ada bawang daun yang kering dari pangkal batangnya. Sedangkan pemupukan dapat dilakukan secara berkala, dengan memperhatikan kesuburan tanaman.

Pemanenan
Untuk dipergunakan secara harian pemanenan tidak harus menunggu hingga dalam keadaan siap panen, artinya dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Caranya dengan memotong beberapa cm di atas pangkal batangnya, jadi tidak dicabut dengan akarnya agar nanti dapat tumbuh lagi dan dapat dipanen kembali. Sehingga tidak perlu melakukan penanaman seperti pada tahap pertama kali ketika menanamnya.

Inilah keuntungan memiliki sendiri tanaman ini di rumah, kapan saja dibutuhkan dapat dipanen untuk dikonsumsi. Berbeda jika hendak dijual karena biasanya akan dicabut beserta akarnya. Jadi ketika hendak memasaknya atau sekedar sebagai campuran telur dadar, maka cukup memotongnya sesuai dengan kebutuhan saja.

Jika melihat berbagai manfaat yang terkandung pada sayuran yang juga dikenal dengan nama loncang (ada yang menyebutnya oncang) ini, serta begitu mudah cara pembudidayaannya maka sepertinya tidak ada ruginya apabila Anda mencoba menanam sendiri di rumah. Karena bukan hanya baik untuk dikonsumsi, namun juga dapat dijadikan sebagai bentuk penghijauan pada tempat tinggal Anda.

Semoga bermanfaat...

Manfaat Bawang Daun dan Cara Mudah Menanamnya di Rumah

Ternyata Taman Bisa Dibuat pada Atap Rumah

Taman memiliki manfaat yang sangat banyak, baik bagi penghuni rumah maupun untuk lingkungan disekitarnya. Udara yang segar akan dihadirkannya, bahkan dengan memandang taman juga dapat menyehatkan mata serta menenangkan hati.

Menanam kemudian merawat dan "menikmati" berbagai jenis bunga pada taman yang kita miliki, itu sungguh menyenangkan. Apalagi dikala matahari masih berada di ufuk timur, ketika embun pagi masih membasahi aneka tumbuhan si penghuni taman itu. Sungguh bercengkrama dengannya pada waktu itu dapat menghadirkan suasana kebahagiaan tersendiri.

Namun kadang yang terjadi pada sebagian orang adalah tidak bisa menikmatinya, mengapa demikian?

Penyebabnya adalah karena keterbatasan lahan yang mereka miliki. Tanah yang ada telah dijadikan rumah secara keseluruhan, sehingga tidak ada sisa lahan yang dapat digunakan untuk membuat taman. Jadi ini terjadi karena permasalahan tempat yang tidak tersedia, bukan karena kesibukan yang mereka miliki.

Betapa tidak, memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwasanya ketersediaan lahan sebagai permukiman kini juga semakin terbatas. Kalau pun ada tentu dengan harga yang selangit. Hal ini membuat mereka terutama yang tinggal di daerah perkotaan akan mendirikan bangunan rumah seluas tanah yang dimiliki, yaitu agar ruang yang ada di dalam rumah nantinya dapat mencukupi untuk digunakan bagi seluruh penghuni rumah.

Memang bukan berarti mereka tidak memiliki tanaman bunga, biasanya pada teras rumah akan terdapat beberapa pot bunga yang ditumbuhi tanaman favorit. Namun yang demikian ini tentu berbeda jika dibandingkan dengan taman bukan?

Karena biasanya sebuah taman akan didesain dengan bentuk tertentu agar tampak seperti alami, bahkan dilengkapi dengan kolam kecil yang dibumbuhi dengan gemericik suara air. Ini sungguh dapat menghadirkan suasana alam yang memberikan kesan kesejukan dan keasrian pada sebuah rumah.

Lalu bagaimana dapat membuatnya jika tanah yang tersedia tidak mencukupi untuk dialokasikan pada taman?

Bahkan tidak semua ruang di dalam rumah dapat dibuat dengan jumlah dan luas yang ideal, apalagi untuk membuat taman. Jika ini masalahnya, tentu sudah pasti mereka lebih memilih untuk memaksimalkan luas bangunannya. Sehingga bangunan akan didirikan seluas tanah yang ada, bahkan mereka hanya menyisakan beberapa centimeter sebagai jarak dari jalan. Dan biasanya tanah antara jalan dengan rumah inilah yang digunakan untuk membuat ruang hijau. Tentu dapat Anda bayangkan bagaimana bentuk taman itu bukan?

Lalu bagaimana solusinya jika hendak mempunyai taman namun tanah yang tersedia itu terbatas?

Solusinya adalah dengan membuat taman pada atap rumah, dengan begitu Anda akan memilikinya sementara bangunan tetap dapat dimaksimalkan seluas tanah yang ada.

Untuk membuat taman pada atap rumah atau yang lebih dikenal dengan nama Roof Garden, tentu membutuhkan konstruksi atap yang kuat. Hal ini dikarenakan agar atap dapat menopang beban baik media tanam, tanaman, air, serta orang yang membebaninya.

Bagaimana cara membuat taman di atap rumah (roof garden) itu?

Caranya Membuat Roof Garden cukup mudah yaitu:

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membuat dak beton layaknya seperti ketika membangun rumah tingkat. Untuk konstruksinya silakan gunakan cor beton bertulang dengan tebal 20 cm. Untuk ukuran kolomnya adalah 20 cm x 20 cm, semakin kecil akan lebih baik. Sedangkan besi yang digunakan yaitu berdiameter 8 mm.

Kemudian buatlah bak (wadah) tanam dengan bentuk sesuai yang Anda inginkan. Untuk permukaannya (dasar) dibuat miring, agar air yang berada di dalamnya dapat mengalir. Sehingga tidak banyak air yang berada di dalam taman itu. Lalu lapisi bak serta dak beton secara keseluruhan dengan menggunakan waterproofing, ini bertujuan untuk melindungi balok kolom dan lantai agar air tidak merembes pada ruangan di bawahnya.

Buatlah instalasi air yang dihubungkan dengan instalasi air bersih pada rumah Anda, nantinya ini digunakan untuk menyiram tanaman. Buatlah juga saluran air kotor yang berfungsi sebagai buangan, akan lebih baik jika tidak dihubungkan pada talang air. Ini bertujuan agar tidak menyumbat talang apabila ada kotoran yang terbawa.

Jadi sebaiknya saluran pembuangan langsung terhubung dengan sumur resapan atau parit di sekitar rumah Anda menggunakan pipa tersendiri. Usahakan juga agar pipa pembuangan air kotor itu tidak ditanam pada dinding, agar lebih mudah dalam perbaikannya jika kelak rusak atau ada kotoran yang menyumbat.

Setelah itu kini saatnya mengisi bak dengan media tanam. Untuk lapisan yang paling bawah silakan isi dengan ijuk, kemudian pasir yang dicampur dengan kerikil, dan untuk lapisan media tanam teratas adalah tanah humus.

Nah sampai di sini berarti taman pada atap telah siap untuk ditanami tumbuhan favorit Anda. Namun jangan menanam tumbuhan yang berakar tunggang, tanamlah tumbuhan yang berakar serabut saja. Anda bisa menanam rerumputan terlebih dahulu pada permukaan roof garden.


Untuk keamanan dan keselamatan silakan pasang pagar pada tepi taman, tepatnya di atas dinding rumah. Pagar tersebut dibuat layaknya seperti pagar pada area balkon. Tidak harus dibuat dengan menggunakan besi, namun dapat juga menggunakan loster/roster baik yang terbuat dari beton maupun tanah liat. Atau dapat juga mengkombinasikan antara pagar besi dan material bangunan yang biasa digunakan sebagai lubang ventilasi itu.

Itulah cara membuat taman di atap rumah, jadi jika Anda ingin mempunyai taman namun lahan yang dimiliki tidak mencukupi maka roof garden ini dapat menjadi solusi. Karena Ternyata Taman Bisa Dibuat pada Atap Rumah.

Semoga bermanfaat...

Ternyata Taman Bisa Dibuat pada Atap Rumah

Keuntungan Menanam Sayuran Sendiri di Rumah

Sayuran memang sangat baik untuk dikonsumsi karena selain kaya vitamin dan mineral, juga sebagai sumber serat bagi tubuh. Jadi untuk menjaga kesehatan seharusnya sayuran dikonsumsi setiap hari.

Namun kadang yang diperhatikan hanyalah bagaimana cara memasaknya dengan benar saja, agar nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak hilang. Itu memang tidak salah, namun ada yang tak kalah penting untuk diperhatikan yaitu bagaimana cara menanamnya. Apakah organik atau menggunakan pupuk juga pembasmi hama yang mengandung bahan-bahan kimia secara berlebihan apa tidak?

Ini menjadi penting karena apa yang diberikan pada tanaman juga akan diserap olehnya, jadi pemberian pupuk serta pembasmi hama yang berlebihan tentu tidak baik. Memang sayuran akan tampak hijau dan segar, juga sepertinya tanpa cacat sedikitpun. Akan tetapi justru sayuran yang seperti ini mungkin menggunakan pembasmi hama yang tidak sedikit, karena sampai ulatpun tidak memakannya. Dan sebaliknya, jika ada bekas gigitan ulat justru ini lebih sehat untuk dikonsumsi.

Memang pemakaian bahan kimia ini sepertinya tidak mungkin dihindari oleh petani, karena jika tanamannya terserang hama dan tidak segera dibasmi tentu hasil panen akan sedikit. Namun tetap saja, semakin sedikit pemakaian bahan kimia akan semakin sehat untuk dikonsumsi.

Menanam sayur tidak harus di sawah atau di ladang, namun sedikit lahan di rumah sudah dapat untuk menanam sayuran. Apalagi sekarang banyak variasi dalam bercocok tanam. Dengan lahan seadanya namun dapat untuk menanam berbagai jenis sayuran, seperti vertikultur misalnya.

Bahkan untuk media tanam juga tidak harus menggunakan tanah, yaitu dapat menggunakan air. Cara seperti ini dikenal dengan nama hidroponik. Menanam secara hidroponik ternyata mudah, dan hasilnya pun juga baik.


Banyak keuntungan yang didapatkan jika menanam sayuran sendiri di rumah, antara lain:

Sayuran Lebih Sehat untuk Dikonsumsi
Dengan menanam sayuran sendiri dan untuk tujuan dikonsumsi sendiri pastinya dalam pemakaian pupuk kimia dan pembasmi hama kimia juga tidak akan berlebihan. Bahkan mungkin kita akan berusaha agar sayuran yang ditanam itu bersifat organik. Bukankah sayuran organik itu lebih sehat untuk di konsumsi?

Namun ini juga bukan berarti sayuran yang dibeli dari pasar itu tidak sehat, hanya kita tidak tahu seberapa banyak dalam pemakaian pupuk serta pembasmi hama yang bersifat kimia. Jadi dengan menanam sayuran sendiri di rumah, kita dapat menentukan sendiri tentang bagaimana pemakaian pupuk serta pembasmi hamanya.

Lebih Irit
Jika menanam sayuran sendiri, tentu akan lebih irit karena Anda tidak perlu membelinya. Apalagi bagi yang tinggal di daerah perkotaan, harga sayuran tentu lebih mahal daripada di perdesaan bukan?

Sarana untuk Menyalurkan Hobi
Banyak orang yang mempunyai hobi bercocok tanam, namun banyak dari mereka yang tidak mempunyai lahan seperti kebun atau sawah misalnya. Sehingga hobi menjadi tidak tersalurkan, dan jika memiliki tanaman di rumah biasanya juga hanya sebatas pada tanaman bunga saja bukan untuk sayuran.

Namun jangan khawatir, karena Anda dapat menanam sayuran dengan memanfaatkan sisa lahan yang ada di rumah dengan menggunakan polybag. Jika memang sisa lahan itu tidak ada, silakan gunakan pipa PVC, talang air, atau dapat juga dengan menggunakan botol bekas air mineral, kemudian tempelkan pada dinding rumah.

Sarana untuk Beramal
Jika sebagian hasil panen dibagikan kepada para tetangga tetangga, selain dapat mempererat tali silaturrahim tentu Anda akan dapat pahala bukan?

Usaha Sampingan
Jika menanam dalam jumlah banyak, tentu hasil panen akan lebih banyak sehingga Anda juga dapat menjualnya. Tidak harus dengan harga yang sama dengan pasar, Anda sudah mendapatkan hasil tambahan. Jadi selain untuk dikonsumsi sendiri dan berbagi dengan tetangga, Anda juga dapat menjualnya. Dengan begitu selain irit karena tidak perlu membeli sayuran, Anda juga akan mendapatkan uang.

Untuk Penghijauan
Dengan menanam sayuran sendiri di rumah bukan saja dapat menikmati hasilnya, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk dijual. Namun kesejukan juga akan Anda dapatkan, dan memandang tumbuhan yang berwarna hijau itu juga baik untuk kesehatan mata. Jadi bukan hanya udara saja yang menjadi segar, namun juga akan menyegarkan mata.

Membahagiakan
Melihat tanaman yang kita tanam dapat tumbuh dengan baik itu sungguh menyenangkan, apalagi saat kita mengkonsumsinya sungguh ada kebahagiaan tersendiri. Dan apalagi jika dapat berbagai dengan tetangga, terlebih lagi jika dapat menghasilkan uang dari tanaman sayuran yang pada awalnya hanya untuk tujuan dikonsumsi sendiri.

Itulah beberapa Keuntungan Menanam Sayuran Sendiri di Rumah. Apakah Anda tertarik untuk melakukannya? Jika ya, ayo tunggu apalagi

Semoga bermanfaat...

Keuntungan Menanam Sayuran Sendiri di Rumah

Pilih Menanam Stroberi Menggunakan Tanah atau Air

Tanah merupakan media tanam yang telah lazim digunakan oleh sebagian besar masyarakat untuk menanam berbagai jenis tumbuhan. Tak terkecuali untuk bercocok tanam di rumah, mereka biasanya menggunakan pot, polybag, botol mineral bekas, pipa PVC, talang air, dan lain-lain sebagai wadah dari media tanamnya. Tentu saja untuk tumbuhan yang berbatang kecil, seperti bunga, sayuran, dan buah-buahan yang tidak dapat tumbuh menjadi pohon besar. Memang ada juga yang menanam tumbuhan yang dapat menjadi besar pada polybag, namun itu hanya untuk pembibitan saja.

Seiring berjalannya waktu, telah banyak juga yang menggunakan air sebagai media tanam. Cara bercocok tanam seperti ini lebih dikenal dengan nama hidroponik. Sayuran dan buah-buahan dapat ditanam dengan menggunakan cara ini. Namun tidak semua jenis tanaman buah cocok ditanam dengan cara ini, jadi hanya yang kecil atau merambat saja. Sedangkan yang dapat tumbuh menjadi pohon yang besar sepertinya tidak dapat ditanam secara hidroponik.

Stroberi merupakan salah satu jenis tanaman buah yang dapat ditanam dengan menggunakan tanah maupun air (hidroponik). Untuk menanamnya tidak diperlukan wadah serta tempat yang besar. Jika memilih menggunakan media tanam berupa tanah maka dapat langsung ditanam pada lahan atau menggunakan wadah seperti polybag, pot, pipa PVC, serta tempat tanam lainnya yang terdapat lubang ventilasi. Sedangkan penanaman secara hidroponik, maka sebagai wadahnya dapat menggunakan ember cat dinding, botol air mineral, talang air, pipa PVC, dan lain-lain. Yang penting tempat tersebut dapat menampung air dan tidak bocor.

Cara Pembibitan Stroberi

Biji stroberi dapat dibeli di toko-toko pertanian. Sebelum menaburkan pada tempat persemaian, masukan biji pada wadah kecil ( toples, gayung, dll ) yang berisi air. Buang jika ada biji yang terapung, jadi yang akan disemai adalah biji yang tenggelam saja. Kemudian bungkus biji tersebut dengan menggunakan kain basah (bisa menggunakan kaos bekas), kemudian gantung selama 12 hingga 24 jam.

Setelah itu tabur pada tanah yang gembur berpasir, dan tutuplah dengan sedikit tanah atau pasir yang halus secara merata. Untuk menghindari sengatan matahari dan air hujan secara langsung, buatlah peneduh di atasnya dengan menggunakan plastik bening atau paranet. Siramlah pada pagi dan sore dengan menggunakan sprayer secara lembut.

Jika memilih air sebagai media tanamnya (hidroponik), maka cara menyemainya adalah dengan menggunakan rockwool. Potong rockwool sesuai dengan netpot yang digunakan, kemudian lubangi dengan menggunakan tusuk gigi/lidi. Setelah itu basahi dan masukkan biji pada lubang tersebut. Letakan pada wadah, buatlah peneduh di atasnya menggunakan plastik bening atau paranet agar terhindar dari sinar matahari dan hujan secara langsung.

Namun sepertinya lebih mudah membeli tanamannya saja daripada menyemai bibit stroberi sendiri. Jangan khawatir karena dengan hanya memiliki 1, 2, atau 3 tanaman stroberi saja, nantinya Anda akan memiliki banyak bibit strawberi tanpa repot harus menyemainya.

Untuk mendapatkan bibit stroberi dengan mudah dan tidak repot yaitu dengan memanfaatkan sulur (stolon) yang tumbuh. Karena selain dengan biji strawberi dapat ditanam dengan cara vegetatif.

Dengan cara ini Anda akan memiliki banyak tanaman strawberi dengan waktu yang tidak lama. Cara yang dilakukan cukup mudah, yaitu memotong sulur yang telah tumbuh layaknya tanamam stroberi kemudian menanamnya pada tempat tanam. Namun sulur yang baik adalah berasal dari induk tanaman yang telah berumur 1 - 2 tahun. Jadi karena membutuhkan waktu yang agak lama, maka belilah beberapa tanaman stroberi, agar dalam masa tersebut Anda tetap dapat menikmati buahnya.


Cara Menanam Stroberi


Media Tanam Menggunakan Tanah

Masukan tanah pada pot, polybag, atau wadah yang lainnya, yang penting wadah tersebut terdapat lubang pada sisi-sisinya. Lubang ini berfungsi sebagai ventilasi dan drainase, ini sangat penting karena tanpa lubang tersebut dapat mengakibatkan terjadinya genangan air di dalamnya. Sehingga dapat mengakibatkan busuk pada akar tanaman, hal ini dapat berakibat fatal bagi tanaman.

Isi dari tempat tanam sebaiknya bukan hanya tanah saja, namun dibuat 3 lapis. Lapisan paling bawah adalah kerikil, pasir, pecahan genting, atau pecahan batu bata merah. Kemudian disusul dengan tanah, sebaiknya pilihlah jenis tanah gembur berkompos dan sedikit berpasir. Untuk lapisan paling atas adalah pupuk kandang.

Kemudian pindahkan tanaman stroberi dari tempat persemaian maupun sulur pada tempat tanam yang telah disiapkan. Menggunakan biji atau sulur sebaiknya tunggulah hingga benar-benar tanaman telah siap dipindahkan.

Dengan menggunakan pipa PVC sebagai tempat tanam permanen, baik dibuat secara vertikal maupun horisontal akan memberikan kesan keindahan tersendiri. Selain itu jumlah tanaman juga akan lebih banyak, sehingga buah yang dihasilkannyapun juga banyak.


Media Tanam Menggunakan Air ( Hidroponik )

Untuk menanam secara hidroponik, gunakan wadah yang dapat menampung air. Anda juga memerlukan rockwool, kain flanel, dan pot. Jika tidak ada netpot sebagai potnya, maka dapat diganti dengan menggunakan gelas plastik jelly/agar-agar. Namun Anda harus melubangi pada sisi-sisnya juga termasuk pada bagian bawahnya. Karena tidak seperti netpot yang telah terdapat lubang pada sisi-sisi dan bagian bawahnya.

Pasanglah kain flanel pada lubang bagian bawah pot, ini sebagai jalan untuk mengalirkan air pada tanaman. Selain itu juga sebagai rambatan bagi akar untuk menuju ke dalam air.

Jika menggunakan ember cat bekas, yang harus Anda lakukan adalah melubangi tutupnya sesuai dengan ukuran pot yang digunakan. Namun jika menggunakan talang air, maka harus membuat penutupnya karena memang tidak tersedia untuk bagian atasnya. Sedangkan penutup untuk bagian ujungnya dapat dibeli pada toko bangunan.

Ada beberapa cara dalam membuat penutupnya, yaitu:
1) Menggunakan stryfoam yaitu dengan cara memotongnya sesuai dengan ukuran talang air
2) Menggunakan potongan talang air, yaitu dengan cara memotongnya tepat pada lipatannya
3) Melipat kedua sisi talang air sampai bersentuhan antara keduanya

Setelah tutup selesai dibuat, silakan lubangi sesuai dengan ukuran pot yang digunakan. Jarak antar lubang yang ideal adalah 20 cm, namun jika dibuat zig-zag maka jarakny 10 cm saja.

Memang lebih mudah menggunakan ember cat bekas, namun dengan menggunakan talang air tentu saja akan lebih banyak tanaman stroberi yang dapat ditanam. Selain panjangnya dapat disesuaikan dengan tempat tersedia, juga dapat dibuat secara bertingkat. Dengan penataan dan desain yang apik juga akan memberikan nuansa keindahan tersendiri.

Setelah tempat tanam selesai dibuat, isilah dengan air bernutrisi. Anda dapat membeli nutrisi untuk dicampurkan pada air yang dijadikan sebagai media tanam pada toko-toko pertanian. Kemudian pindahkan tanaman dari tempat persemaian pada pot-pot yang tersedia. Jika menggunakan bibit yang berasal dari sulur/stolon, maka dapat langsung ditanam pada rockwool kemudian letakkan pada pot. Kemudian masukanlah pot-pot yang telah berisi tanaman stroberi itu pada lubang-lubang penutup tempat tanam hidroponik.

Bagi yang hendak mengalirkan air bernutrisi, maka antara talang air yang satu dengan yang lainnya dihubungkan dengan menggunakan selang/pipa PVC. Talang juga diletakan dengan kemiringan tertentu, agar air dapat mengalir menuju talang yang lainnya sebelum kembali pada bak penampung.



Cara Merawat Tanaman Stroberi

Pupuklah tanaman secara berkala, agar dapat tumbuh dan berbuah dengan baik. Jika menggunakan sistem hidroponik, periksalah ketersedian air bernutrisi pada tempat tanam. Usahakan agar akar selalu terendam dalam air bernutrisi, atau paling tidak rockwool selalu dalam keadaan basah.

Potonglah daun yang telah kering atau yang telah menguning. Jika tumbuh sulur dan tidak akan dijadikan sebagai bibit, maka potong juga sulur itu. Membiarkan tumbuhnya sulur, itu akan mengurangi buah yang dihasilkan.

Tanaman stroberi akan berbuah dengan baik jika ditanam pada daerah pegunungan, jadi pada dasarnya cocok ditanam pada suhu udara dingin. Namun bagi yang tinggal di daerah yang bersuhu udara tidak sedingin di pegunungan, maka usahakanlah tanaman mendapatkan sinar matahari pada pagi hari namun tidak pada siang hari. Gunakan paranet sebagai peneduhnya, agar tidak terkena sinar matahai secara langsung pada siang hari.

Yang tak kalah pentingnya bagi yang menggunakan media tanam dari tanah, maka usahakanlah buah strawberi agar tidak menyentuh tanah. Karena apabila bersentuhan dengan tanah, kemungkinan buah akan menjadi busuk.

Sepertinya gulma atau tanaman pengganggu akan lebih banyak tumbuh apabila menggunakan tanah daripada air sebagai media tanamnya. Jadi jangan biarkan pertumbuhan tanaman terganggu karena nutrisi juga diserap oleh gulma yang tumbuh disekitar tanaman.


Simpulan

Stroberi (strawberry) merupakan jenis tanaman buah yang dapat dibudidayakan dengan menggunakan tanah atau air sebagai media tanamnya. Memang berbeda pada pembuatan tempat tanam, juga dapat berbeda pada waktu yang dibutuhkan untuk merawat tanamannya.

Jika menggunakan air karena kemungkinan kecil gulma akan tumbuh pada pot tanamnya. Ini berbeda apabila menggunakan tanah, sering terdapat gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pokok sehingga buah yang dihasilkannya tidak maksimal. Namun dalam pembuatan tempat tanamnya akan lebih mudah menggunakan tanah, karena tidak perlu repot membuat penutupnya serta menyediakan netpot.

Untuk pemberian nutrisi pada tanaman, media air juga mudah. Jika air bernutrisi sekiranya sudah berkurang, Anda tinggal menambahkannya pada wadah yang dijadikan sebagai tempat tanam atau pada bak penampungnya. Dan karena tidak tersedia lubang ventilasi dan drainase pada wadah yang digunakan untuk menanam, sehingga lebih hemat dalam pemakaian pupuk karena tidak banyak yang terbuang ke luar.

Apabila menggunakan tanah, kemungkinan ada nutrisi yang terbuang mengalir melalui lubang-lubang yang ada pada wadah tanamnya. Namun Anda juga dapat memanfaatkan sampah rumah tangga yang bersifat organik untuk dijadikan sebagai pupuk kompos. Selain buah yang dihasilkannya sehat, juga irit dan dapat mengurangi sampah di bumi ini.

Menggunakan air berarti terdapat tutup pada tempat tanamnya, sehingga buah akan lebih aman dari kemungkinan terjadinya pembusukan. Jika menggunakan tanah, buah pada tanaman yang dibiarkan menyentuh tanah beberapa hari biasanya akan menjadi busuk.

Bagaimana menurut Anda, pilih menanam stroberi menggunakan tanah atau pada media air?

Semoga bermanfaat...

Pilih Menanam Stroberi Menggunakan Tanah atau Air

Memanfaatkan Akar Alang-alang untuk Mengobati Radang Amandel

Tidak semua tumbuhan itu disenangi kehadirannya pada pekarangan rumah, taman, samping jalan, lahan pertanian atau perkebunan, dan bidang tanah lainnya. Karena selain mengurangi keindahan, juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman yang lainnya. Dimana tanaman yang terganggu tersebut adalah tanaman pokok, yang memang sengaja ditanam untuk diambil manfaatnya.

Tanaman yang tidak diinginkan ini sepertinya memang dapat tumbuh dengan mudah, walaupun tak pernah disiram dan dipupuk sekalipun. Artinya tanpa dirawat pun tumbuhan liar seperti akan mudah tumbuh dan berkembangbiak dengan cepat.

Hingga hal ini sungguh dapat menjadikannya sesuatu yang menyibukkan untuk membersihkannya. Karena ketika tanaman itu dimusnahkan, entah itu dengan cara dicabut, dipangkas, atau dengan cara menyemprotkan obat pertanian sebagai pemusnah daripada tumbuhan liar ini. Namun tetap saja setelah beberapa waktu alang-alang akan tumbuh dengan subur kembali.

Alang-alang adalah salah satu jenis tumbuhan yang kadang tidak dinginkan kehadirannya. Dan memang sepertinya pada tempat tertentu tumbuhan ini akan mudah tumbuh dengan subur , tentunya tanpa adanya perawatan. Sehingga akan sangat mudah ditemukan, jadi Anda tidak perlu repot mencarinya.

Tahukah Anda jika akar tumbuhan alang-alang ini bermanfaat untuk mengobati radang amandel?

Amandel atau tonsilitas merupakan penyakit tenggorokan yang sering diderita oleh anak-anak, walaupun kadang juga dapat diderita oleh orang yang telah dewasa. Penyakit ini diperkirakan disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang tenggorokan.

Penyakit radang amandel ditandai dengan tonsil (amandel) yang berwarna merah dan kurang nyaman bahkan terasa sakit untuk menelan, bahkan dapat terjadi kesulitan untuk menelan. Ketika terserang penyakit ini biasanya juga dapat disertai dengan demam, dan pada kondisi yang parah penyakit amandel dapat menyebabkan kesulitan untuk bernafas.

Sebenarnya amandel merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai pencegah infeksi pada anak-anak, namun seiring dengan bertambahnya umur fungsinya mulai tergantikan. Sehingga berangsur-angsur kedua kelenjar yang terdapat pada tenggorokan ini akan menyusut.

Cara Penggunaan Akar Alang-alang untuk Mengobati Radang Amandel

Pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari akar alang-alang terlebih dahulu. Silakan gunakan cangkul atau alat yang lainnya, karena jika dicabut akan sangat sulit. Namun berhati-hatilah karena daunnya dapat melukai. Perlu juga diperhatikan, biasanya orang akan menggunakan obat kimia (pembasmi gulma) untuk memusnahkannya. Jadi pastikan bahwa alang-alang yang Anda ambil tidak habis disemprot minimal selama 3 hari.

Setelah mendapatkannya, silakan ambil akarnya kemudian bersihkan tanah dan kotoran yang menempel. Untuk membersihkannya dapat dilakukan dengan cara mencucinya/menyemprotkan air. Kemudian rebus dengan air secukupnya, tambahkan pula gula batu juga secukupnya saja. Anda dapat membeli gula batu di pasar, terutama yang menjual jamu.

Setelah mendidih, tuanglah ke dalam gelas dan diamkan sejenak tunggu agar tidak panas. Silakan minum rebusan akar alang-alang dan gula batu tersebut ketika dalam keadaan hangat. Jangan tunggu sampai dingin, karena rasanya dapat menjadi seperti basi.

Akar alang-alang yang telah direbus itu jangan Anda buang, karena dapat dipakai untuk beberapa kali lagi. Caranya dengan menuangkan air secukupnya pada akar alang-alang yang telah direbus tadi. Bila perlu tambahkan kembali gula batu, namun secukupnya saja. Kemudian rebus dan diminum seperti cara di atas.

Itulah cara pengobatan radang amandel dengan menggunakan akar alang-alang yang ditambah dengan gula batu. Selain untuk mengobati amandel, akar alang-alang juga menjadi obat herbal yang dapat digunakan untuk mengobati panas dalam dan radang tenggorokan.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba...

Memanfaatkan Akar Alang-alang untuk Mengobati Radang Amandel

Menanam Sayuran secara Hidroponik Menggunakan Talang Air

Sayuran tidak harus di tanam pada sawah atau ladang, namun Anda dapat menanamnya di belakang, samping, atau halaman rumah. Bahkan tamanpun dapat diisi dengan berbagai jenis tanaman sayur, sehingga selain indah dengan warna-warni bunga juga dapat diambil manfaat dari sayuran yang dihasilkannya. Jadi intinya sayuran juga dapat ditanam di rumah dengan memanfaatkan lahan yang ada.

Banyak cara untuk menanamnya, seperti dengan menggunakan media tanah, sekam, atau secara hidroponik. Namun pada tempat-tempat tertentu belum tentu mudah untuk mendapatkan tanah, apalagi bagi Anda yang tinggal di daerah perkotaan. Sungguh ini dapat menjadi perkara yang tidak mudah, mengingat hampir semua permukaan tanah telah diselimuti oleh cor beton maupun paving block.

Untuk itu, menanam secara hidroponik dapat menjadi pilihan bagi Anda. Dimana cara tanam ini tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya, namun menggunakan air. Selain air mudah didapatkan, merawatnya juga mudah.

Sedangkan untuk wadahnya dapat menggunakan talang air, botol air mineral, ember cat, dan lain-lain. Yang penting wadah tersebut tidak berlubang/bocor pada bagian sisinya dan bawahnya, agar air sebagai media tanam tidak habis nantinya.

Silakan simak cara pembuatan talang air untuk dijadikan sebagai tempat menanam sayuran hidroponik di bawah ini:

Proses Pembuatan Talang Hidroponik

Tahap pertama dalam pembuatan talang hidroponik atau gully adalah mengukur lahan yang tersedia, yaitu sebagai tempat dari talang tersebut. Apabila lahan lebih pendek dari talang, maka potonglah talang sesuai dengan tempat yang ada. Jangan khawatir bagi yang mempunyai lahan terbatas, karena Anda dapat membuatnya dengan cara bertingkat.

Selanjutnya tentukan pula, apakah Anda akan menggunakan talang atau styrofoam sebagai penutupnya. Yang dimaksud penutup di sini adalah penutup pada bagian atas, bukan pada kedua ujung talang. Karena untuk penutup pada ujung talang Anda dapat membelinya, sehingga tidak perlu membuat sendiri.

Jika penutup dibuat menggunakan talang, maka potonglah talang menggunakan cater pada lipatannya. Sehingga 1 talang dapat menjadi 3 bagian ( 3 tutup ). Dan jika menggunakan styrofoam, maka ukurlah sesuai dengan lebar talang, usahakan agar rapat saat dipasang nantinya.

Selain itu, Anda juga dapat membuatnya dengan cara melipat kedua bagian sisi talang. Usahakan agar kedua lipatan dapat bertemu, sehingga tutup dalam keadaan rapat nantinya. Namun jika memilih cara ini, maka tinggi talang menjadi lebih pendek.

Langkah selanjutnya adalah melubanginya dengan diameter sesuai netpot atau pot yang digunakan untuk menanam ( gelas plastik jelly/agar-agar ). Silakan lubangi tutup gully tersebut dengan menggunakan bor atau solder. Berikan jarak 20 cm antar lubang agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, karena jika terlalu dekat maka tanaman tidak mendapatkan sinar matahari secara merata. Jika menginginkan jarak antar lubang 10 cm itu bisa saja, namun harus dibuat secara zig-zag ( seperti gambar di atas ).

Setelah penutup selesai dibuat selanjutnya adalah memasangnya pada talang, ini tergantung dari tutup seperti apa yang Anda buat. Apakah menggunakan potongan talang atau styrofoam?

Agar tutup dapat kuat berada pada tempatnya, maka Anda dapat mengikatnya dengan menggunakan kawat. Silakan lubangi talang pada sisi kanan dan kirinya, kemudian masukkanlah kawat sehingga menjadi dudukan untuk tutup talang. Setelah itu temukanlah ujung kawat tersebut melewati permukaan atas dari tutup talang, kemudian ikatlah keduanya.

Jika Anda memilih melipat bagian sisi talang untuk dijadikan penutupnya, maka saat itu tutup telah selesai dibuat. Jadi tinggal melubanginya saja sesuai dengan pot yang digunakan. Setelah itu, pasang kedua tutup talang air pada kedua ujungnya.

Jika Anda hendak membuatnya secara bertingkat, maka jangan diletakkan segaris agar tumbuhan yang berada pada talang paling bawah mendapatkan sinar matahari dengan baik.

Gambar di bawah ini menunjukan tanaman sayuran hidroponik menggunakan talang air, susunannya dibuat bertingkat seperti tangga. Dan juga terlihat ada perbedaan ukuran antara 2 talang di atas dengan 2 talang di bawahnya. Perbedaan tinggi talang itu dikarenakan cara pembuatan penutupnya yang tidak sama, di mana pada 2 talang yang berada di bawah dibuat dengan cara melipatnya sehingga talang terlihat lebih pendek. Sedangkan kedua talang yang berada di atasnya menggunakan penutup dari styrofoam, sehingga tinggi talang air masih seperti aslinya.

Pembuatan Pot Tanam

Bagi yang menggunakan netpot maka tidak perlu melubanginya, karena sudah terdapat lubang pada bagian samping dan bawahnya. Jadi tinggal memasang kain flanel/sumbu pada bagian bawahnya. Tujuan pemasangan kain flanel ini adalah untuk menghantarkan air bernutrisi pada tanaman, juga sebagai tempat bagi akar tanaman menuju ke bawah.

Jika memilih untuk menggunakan gelas plastik jelly/agar-agar maka Anda perlu melubangi pada sisi-sisinya, juga pada bagian bawahnya. Sama seperti netpot, lubang pada bagian bawah berfungsi untuk menempatkan kain flanel/sumbu.

Cara Persemaian dan Penanaman

Potong rockwool sesuai dengan diameter pot yang digunakan, ukuran potongannya tidak perlu sebesar potnya. Sebagai tempat benih, lubangi rockwool menggunakan tusuk gigi/lidi. Setelah itu basahi dengan air, kemudian letakkan biji pada lubang yang telah dibuat.

Pada proses persemaian ini usahakan agar selalu dalam keadaan lembab dan tidak terkena sinar matahari, atau letakkan pada tempat yang gelap. Setelah tumbuh kecambah, Anda memindahkan pada tempat yang terdapat sinar matahari. Akan lebih baik jika mendapatkan sinar matahari pada pagi hari, dan hindari sinar matahari pada siang hari.

Setelah daun tumbuh, pindahkan pada pot yang telah tertata pada talang. Sampai di sini proses pembuatan dan cara menanam sayuran secara hidroponik dengan menggunakan talang telah selesai. Kini Anda tinggal merawatnya, kemudian memanennya jika sudah waktunya. Silakan pantau pertumbuhannya, dan air yang ada pada talang jangan sampai habis. Berikan nutrisi secukupnya, agar sayuran dapat tumbuh dengan baik.

Cara Mengalirkan Air Bernutrisi

Model pengairan yang digunakan di atas masih bersifat pasif, karena tidak mengalirkan air bernutrisi. Jadi akar akan selalu terendam dalam air bernutrisi tersebut. Maka untuk dapat mengalirkannya Anda harus menyediakan beberapa alat dan bahan, yaitu selang, paralon/pipa PVC berikut aksesoris pendukung seperti shock  maupun L pipa PVC  serta lemnya. Untuk penampungnya dapat menggunakan ember besar cat bekas, kolam, dan wadah lainnya dengan ukuran yang cukup besar.

Silakan hubungkan penampung air bernutrisi pada talang yang terletak paling atas, dapat menggunakan selang/pipa PVC. Kemudian untuk mengalirkan pada talang dibawahnya, silakan hubungkan juga dengan selang/pipa PVC yang dipasang pada ujung talang. Apabila terdapat talang lagi dibawahnya, maka juga dapat dihubungkan seperti cara di atas kemudian baru dialirkan menuju bak penampung. Talang-talang tersebut dipasang dengan kemiringan tertentu, agar air bernutrisi yang berada pada talang dapat mengalir.

Jika terdapat beberapa tingkat, Anda juga dapat membaginya menjadi beberapa bagian. Artinya dari bak penampung dapat dialirkan menuju ke beberapa talang, kemudian dari talang tersebut dialirkan pada talang yang lain sebelum kembali pada bak penampung.

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar berikut ini. Model pengairan dibuat menjadi 2 bagian, dimana dari ke 4 talang 2 diantaranya yaitu nomor 2 dan 4 ( dihitung dari bawah ) mendapatkan air bernutrisi langsung dari bak penampung. Jadi tanpa melewati talang terlebih dahulu.

Menanam Sayuran secara Hidroponik Menggunakan Talang Air

Itulah cara pembuatan serta bagaimana proses tentang Menanam Sayuran secara Hidroponik Menggunakan Talang Air. Sebagai dudukan/tempat talang, dapat dibuat dari kayu reng/kaso, bambu, pipa PVC, besi, baja ringan, dan juga cor beton. Silakan pilih sesuai dengan selera Anda.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba...

Menanam Sayuran secara Hidroponik Menggunakan Talang Air

Atasi Busuk Buah pada Tanaman dengan Lalat

Busuknya buah pada tanaman dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya karena lalat. Dengan dihinggapinya oleh serangga kecil bersayap ini, buah pada tanaman dapat menjadi busuk. Hal ini dikarenakan banyak terdapat bakteri, virus, serta kuman pada lalat.

Bukan rahasia lagi kalau lalat suka makan dan hinggap pada sampah juga benda-benda yang kotor dan busuk. Di tempat inilah bersarangnya bakteri, virus, dan kuman yang menyebabkan berbagai penyakit. Dengan demikian, lalat pastinya juga akan membawa banyak penyakit.

Penyakit yang dibawa binatang kotor inilah yang dapat menyebabkan busuk pada buah. Jadi bukan karena buah dimakan oleh lalat, namun hanya karena dihinggapinya saja dapat menjadi busuk.

Diceritakan oleh seorang alim, bahwa ada petani kentang mengeluh kepada beliau tentang hasil panennya. Petani tersebut mengatakan jika hasil panennya menurun karena banyak kentang yang busuk. Kata mereka, lalat adalah merupakan penyebabnya. Hanya karena dihinggapinya saja, maka kentang-kentang akan menjadi busuk dalam beberapa waktu.

Kemudian petani disarankan agar pada saat menyemprot tanaman kentang dengan menggunakan obat pertanian yang biasa digunakan, maka masukkanlah juga 3 atau 4 ekor lalat pada tangki semprot.

Selang beberapa waktu, petani tersebut memberikan beberapa karung kentang kepada orang alim itu. Ini dilakukan sebagai bentuk ucapan terima kasih atas saran yang telah diberikan, karena sekarang kentang-kentang dari hasil pertaniannya sudah tidak busuk lagi.

Dari cerita di atas dapat disimpulkan bahwa lalat dapat dijadikan obat untuk mengatasi busuk pada kentang. Yaitu dengan memasukkan lalat pada tangki semprot, itu berarti lalat dijadikan sebagai obat yang disemprotkan pada tanaman.

Jadi untuk atasi busuk pada buah yang disebabkan oleh lalat dapat menggunakan lalat. Silakan masukkan lalat ke dalam tangki semprot yang telah berisi air. Kemudian semprotkanlah pada buah dan tanaman. Atau anda juga dapat mencampurkan serta obat pertanian pada tangki yang berisi lalat dan air tersebut.

Lalu, mengapa lalat dapat dijadikan obat untuk mengatasi busuk pada buah?

Cerita tentang petani yang menggunakan lalat untuk mengatasi busuk buah pada tanaman kentang di atas, ternyata dapat dihubungkan dengan hadist tentang lalat.

Rasulullah SAW bersabda: "Jika ada seekor lalat yang jatuh ke dalam minuman kalian maka tenggelamkanlah kemudian angkatlah, karena pada salah satu sayapnya penyakit dan sayap lainnya terdapat obatnya." (HR. Bukhari)

Banyak penelitian ilmiah yang membenarkan bahwa pada salah satu sayap lalat (kiri) terdapat penyakit, sayap bagian ini digunakan oleh lalat sebagai pertahanan. Sedangkan sayap sebelah kanan terdapat penawar/obatnya.

Jadi cerita di atas sekaligus merupakan sebagai bentuk pembuktian, bahwa hadist tentang lalat yang juga telah diteliti secara ilmiah memang benar.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Atasi Busuk Buah pada Tanaman dengan Lalat

Taman di Rumah Tidak Harus Berisi Tanaman Bunga Saja

Taman memang akan selalu identik dengan bunga. Apa pun jenisnya, tanaman inilah yang biasanya akan dijumpai pada taman di rumah. Entah itu bunga yang berwarna-warni, merekah nan indah maupun tanaman tanpa adanya bunga. Karena banyak juga tanaman bunga yang terlihat indah nan menarik pada daunnya, atau yang nampak hijau sehingga kesejukan adalah kesan yang ditampilkannya.


Memang walau sekecil apa pun taman itu, sungguh bermanfaat bagi penghuni rumah. Dengan desain dan penataan yang apik akan semakin membuatnya semakin mempesona. Apalagi jika ditambah dengan menghadirkan gemericik air, sungguh suara itu membuat taman semakin tampak alami saja.

Warna-warni bunga yang menebarkan keharuman, keindahan ditampilkan oleh dedaunan dengan aneka motif dan warnanya, serta hijau daunnya hadirkan kesejukan. Sungguh semua itu dapat membahagiakan ketika memandangnya. Hingga merawatnya pun dapat menjadi hobi yang sangat menyenangkan.

Itulah taman dengan aneka jenis tanaman bunga, sungguh bermanfaat bagi penghuni rumah. Taman juga merupakan sebagai media untuk resapan air, sehingga bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Lalu, apakah taman di rumah itu harus berisi tanaman bunga?

Jawabnya adalah tidak. Walau memang taman itu identik dengan bunga, namun bukan berarti harus diisi hanya dengan tanaman bunga saja.

Anda dapat mengisinya dengan aneka jenis tanaman sayur, buah-buahan, serta tanaman obat. Dengan menanam aneka sayuran, ini akan menambah nilai dari taman itu. Selain sayuran lebih sehat untuk dikonsumsi, juga lebih irit karena Anda tidak perlu membelinya. Dengan menanamnya sendiri tentu bisa menghindari pemakaian pupuk kimia, sehingga sayur yang dihasilkan bersifat organik. Bukankah ini lebih baik daripada mengkonsumsi sayuran yang menggunakan pupuk kimia. Atau jika memang harus menggunakan pupuk kimia, tentu saja tidak akan berlebihan dalam pemakaiannya.

Untuk tanaman buah-buahan sebaiknya disesuaikan dengan luas taman serta seberapa dekat letaknya dengan rumah. Apabila taman itu hanya menempati lahan yang sempit dan berdekatan dengan rumah, maka sebaiknya memilih jenis tanaman buah yang tidak dapat tumbuh menjadi besar. Karena jika tanaman itu tumbuh semakin besar, akarnya dapat merusak pondasi rumah. Apabila pohon itu tumbang juga akan membahayakan rumah dan penghuninya. Walaupun memang pohon yang besar dan rindang akan lebih memberikan kesejukan.

Perlu diperhatikan juga, biasanya tanaman buah akan dipengaruhi oleh suhu udara. Jadi tidak semua jenis tanaman buah dapat tumbuh dan berbuah dengan baik pada suatu tempat, karena tanaman ini mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Bisa saja tanaman itu tumbuh dengan baik, namun belum tentu dapat berbuah. Seperti tanaman strawberi akan tumbuh dan berbuah dengan baik jika di tanam pada daerah pegunungan/dingin.

Menanam tananam obat pada taman juga merupakan sesuatu yang baik. Selain sebagai bentuk penghijauan, taman juga akan menjadi media untuk tempat tumbuh dari apotek hidup.

Jadi Taman di Rumah Tidak Harus Berisi Tanaman Bunga Saja , Anda juga dapat menanam berbagai jenis tanaman yang lainnya. Mungkin saja akan lebih baik jika tanaman bunga disandingkan dengan tanaman sayur, buah-buahan, atau tanaman obat.


Dengan begitu, taman bukan hanya menyuguhkan keindahan, keharuman, dan kesejukan semata. Namun dapat memberikan manfaat yang lebih dari itu, yaitu tumbuhan yang ditanam dapat menghasilkan sesuatu untuk dikonsumsi.

Semoga bermanfaat...

Taman di Rumah Tidak Harus Berisi Tanaman Bunga Saja

Subur dan Hemat Pupuk Menanam secara Hidroponik

Media tanam tidak selalu menggunakan tanah, namun dapat juga menggunakan air. Sistem tanam dengan menggunakan media air cocok untuk aneka jenis tanaman sayur dan buah-buahan. Seperti sawi, tomat, cabai, strawberi, dan lain-lain. Bahkan semangka dan melon pun dapat ditanam dengan menggunakan sistem ini.

Hidroponik yang dalam bahasa inggris adalah hydroponic, sebenarnya berasal dari bahasa yunani. Terdiri dari 2 kata yaitu hydro yang berarti air dan ponos berarti daya. Jadi pengertian hidroponik adalah budidaya tanaman dengan menggunakan air sebagai media tanamnya tanpa menggunakan tanah.

Sistem tanam ini ada 2 cara yaitu, dengan mengalirkan air yang telah bercampur nutrisi dengan menggunakan pompa. Sehingga adanya perputaran atau sirkulasi air tersebut yang berasal dari suatu wadah khusus, dan dimana setelah melewati tanaman akan kembali lagi ke dalam tempat asalnya. Sirkulasi ini dilakukan pada waktu tertentu dan berkelanjutan.

Sistem yang ke 2 adalah menempatkan tanaman dan air bernutrisi dalam satu wadah, dimana akar dari tanaman akan selalu berada di dalam air itu. Jadi pada cara ini tidak ada sirkulasi dari air yang telah bercampur nutrisi.

Apapun cara yang dipakai, keuntungan bertanam dengan menggunakan sistem hidroponik adalah tidak terbuangnya nutrisi dengan sia-sia. Nutrisi akan diserap oleh tanaman dengan maksimal, dengan begitu maka tanaman akan tumbuh dengan subur. Sehingga ini juga merupakan suatu bentuk penghematan.

Tidak seperti ketika menanam dengan menggunakan media tanah pada pot atau polibag, air akan ke luar melalui lubang pembuangan yang ada. Bersama keluarnya air tersebut, tentu saja dapat membawa serta nutrisi yang berada pada tanah mengalir ke luar. Dengan begitu tanah harus lebih sering diberi pupuk/nutrisi. Selain itu rumput seringkali akan lebih mudah tumbuh pada tanah, sehingga itu dapat menambah kesibukan dalam merawat tanaman.

Kini bukan hanya masyarakat perkotaan saja yang bertanam dengan menggunakan cara ini, namun di perdesaan pun telah banyak yang menerapkannya. Padahal di daerah perdesaan, tentu saja akan sangat mudah untuk mendapatkan tanah untuk dijadikan sebagai media tanam. Bahkan ada petani menggunakan sistem tanam hidroponik untuk menanam cabai di sawahnya.

Mengapa petani ada yang menggunakan media air untuk menanam cabai, padahal di sawah telah tersedia tanah dalam jumlah banyak?

Bukankah tanah juga merupakan media untuk bercocok tanam?

Tanah memang media tanam yang telah lazim digunakan, akan tetapi ternyata tanaman yang ditanam dengan memanfaatkan sistem hidroponik juga dapat tumbuh dengan baik dan segar. Dengan perawatan yang baik, hidroponik dapat membuat tanaman tumbuh lebih subur. Karena tanaman itu mendapatkan nutrisi yang penuh, sehingga dengan pertumbuhan yang baik maka hasilnya pun juga akan baik.

Selain menghemat biaya karena tidak terbuangnya pupuk/nutrisi yang kemungkinan diserap oleh tumbuhan lain, juga akan menghemat waktu dan tenaga dalam perawatan tanaman. Karena pertumbuhan rumput dapat diminimalisir, bahkan kemungkinan kecil rumput akan tumbuh di sekitar tanaman. Ini karena tertutupnya permukaan wadah yang dijadikan sebagai tempat untuk menanamnya, dan hanya terdapat lubang yang dijadikan sebagai tempat untuk pertumbuhan dari tanaman.

Perlu juga diperhatikan, bukan berarti tanaman itu akan luput dari serangan hama atau penyakit. Sistem tanam ini hanyalah tentang media yang digunakan untuk menanam bukan sebagai bentuk dari penanggulangan dari serangan hama/penyakit. Karena penyakit tanaman dapat berasal dari benih yang memang telah terjangkit suatu penyakit. Menanam satu jenis tanaman dalam jumlah banyak atau dalam jangka waktu yang lama, juga dapat memicu adanya penyakit pada tanaman. Dan selain itu tentu saja masih banyak penyebab yang lainnya.

Semoga bermanfaat...

Subur dan Hemat Pupuk Menanam secara Hidroponik

Subscribe Our Newsletter