Social Items

Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Jenis Junior Seat 2-2 Kapasitas 39 dan 41

Denah tempat duduk diperlukan untuk mengatur posisi tempat duduk dari masing-masing peserta wisata. Jika peserta wisata sudah mengetahui nomor kursi mereka, maka akan lebih tertib dan tidak berebutan ketika menaiki bus.

Penentuan nomor kursi biasanya dilakukan dengan cara pengundian, cara ini sepertinya lebih adil karena masing-masing peserta tak dapat memilih posisi semau mereka.

Kecuali untuk orang tertentu dengan kondisi tertentu, biasanya mendapat prioritas sehingga dapat memilih secara langsung nomor kursi yang dirasa paling nyaman.

Ada beberapa tipe bus pariwisata, yaitu big bus, junior bus, medium bus atau yang dikenal dengan sebutan bus ¾, dan yang paling kecil adalah micro bus.

Dari jenis-jenis bus pariwisata itu, terdapat perbedaan ukuran dan kapsitasnya. Harga sewanya pun pastinya berbeda antara bus yang besar dan kecil.

Dengan kapasitas standarnya 39 kursi, junior bus berada diantara big bus dan medium bus. Berarti kapasitas junior bus lebih sedikit dari big bus tetapi lebih banyak dari medium bus.

Baca juga:

Junior bus memang berkapasitas hampir sama dengan medium bus, tetapi bukan berarti junior bus itu jenis bus medium yang diisi 39 kursi.

Body bus jenis junior lebih panjang bila dibandingkan dengan medium bus, tetapi lebih kecil bila dibandingkan dengan big bus.

Junior bus berkapasitas maksimal 39 kursi dengan setelan seat 2-2 di samping kanan dan kiri, sedangkan deretan paling belakang berjumlah 5 kursi dan ada yang berjumlah 3 kursi. Ini tergantung penataan kursi dari masing-masing PO Busnya.

Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Jenis Junior Seat 2-2 Kapasitas 39 dan 41

Berikut 3 contoh denah tempat duduk bus pariwisata jenis junior kapasitas 39 kursi dan yang dimaksimalkan menjadi 41 kursi.

Denah tempat duduk bus pariwisata jenis junior kapasitas 39 seat 2-2 dengan 3 kursi pada deretan belakang:

Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Jenis Junior Seat 2-2 Kapasitas 39 dan 41

Denah tempat duduk bus pariwisata jenis junior kapasitas 39 seat 2-2 dengan 5 kursi pada deretan belakang:

Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Jenis Junior Seat 2-2 Kapasitas 39 dan 41

Denah tempat duduk bus pariwisata jenis junior seat 2-2 yang dimaksimalkan kapasitasnya dari 39 kursi menjadi 41 kursi:

Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Jenis Junior Seat 2-2 Kapasitas 39 dan 41

Pada gambar di atas terlihat pintu belakang tidak difungsikan, ini karena 2 kursi tambahan diletakan pada area tangga pintu belakang. Maka pintu belakang akan dikunci dan tidak difungsikan.

Baca juga:

Dengan melihat kapasitasnya, Junior bus dapat dijadikan alternatif  ketika peserta wisata tidak muncukupi ketika menggunakan jenis big bus tetapi kurang jika menggunakan medium bus. Dengan demikian akan lebih hemat biaya bukan?

Tetapi perlu diketahui jika harga sewa bus bukan hanya dipengaruhi oleh ukuran dan kapasitasnya saja, tetapi fasilitas, kemewahan tampilan eksterior dan interior, dan tahun pembuatan bus juga bisa mempengaruhi besaran tarif sewanya.

Semoga bermanfaat...

Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Jenis Junior Seat 2-2 Kapasitas 39 dan 41


Bus pariwisata jenis medium juga dikenal bus ¾ (tiga per empat), memiliki ukuran body yang tidak besar sehingga dapat menjadi pilihan ketika membutuhkan sarana angkutan pariwisata dengan jumlah peserta yang tidak banyak.

Ukuran bodynya yang tidak besar membuat bus pariwasata jenis ini dapat menjangkau objek wisata dengan akses jalan yang tidak lebar pula, sehingga dapat dijadikan pilihan ketika objek wisata yang dituju memiliki akses jalan yang akan sulit dilalui bus pariwisata jenis big.

Bus pariwisata jenis medium ada yang berkapasitas maksimal 37 dan 35 kursi dengan tatanan seat 2-2 pada samping kanan dan kiri. Untuk deretan paling belakang biasanya berjumlah 5 kursi.

Jika kapasitas kursi dimaksimalkan biasanya pintu belakang tidak bisa difungsikan, karena pintu belakang akan dikunci dan area tangga akan ditempatkan 2 buah kursi.

Sebagai contoh untuk bus medium berkapasitas 31 kursi bisa dimaksimalkan menjadi 35 kursi, itu berarti akan ada penambahan 2 buah kursi. Dengan demikian 2 buah kursi itu akan diletakan pada area pintu belakang, sehingga pintu belakang akan dikunci dan tidak difungsikan.

Untuk kenyamanan tak harus diisi secara maksimal agar lebih longgar dengan mengurangi jumlah kursi dari kapasitas standarnya, selain itu pintu belakang juga bisa difungsikan. Tetapi konsekuensinya, biaya yang harus dikeluarkan oleh peserta wisata menjadi lebih mahal.

Logikanya biaya bus ditanggung oleh 33 orang dan 31 atau 27 orang, pastinya lebih ringan jika ditanggung oleh 33 orang bukan?

Biaya sewa bus pariwisata akan tetap sama walau tidak diisi secara maksimal. Jadi besaran biaya yang harus ditanggung oleh setiap peserta dapat dijadikan pertimbangan ketika menentukan kapasitasnya tidak secara maksimal.

Ketika telah ditentukan jumlah kursinya, selanjutnya adalah mengatur posisi tempat duduk  dari masing-masing peserta agar tidak berebutan kursi. Jika peserta wisata telah mengetahui nomor kursi mereka, pastinya akan lebih tertib dan tidak berebutan ketika menaiki bus.

Untuk dapat mengatur posisi tempat duduk sebelum hari keberangkatan, pastinya diperlukan denah tempat duduk sesuai dengan kapasitasnya.

Baca juga:

Penentuan nomor kursi biasanya dilakukan dengan cara diundi. Kecuali untuk orang tertentu dengan kondisi tertentu, biasanya akan mendapat prioritas sehingga dapat memilih secara langsung nomor kursi yang dirasa paling nyaman.

Contoh denah tempat duduk Medium Bus kapasitas 31 kursi:
Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Medium Seat 2-2

Contoh denah tempat duduk Medium Bus kapasitas 31 kursi yang dimaksimalkan menjadi 33 kursi:
Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Medium Seat 2-2

Baca juga:

Contoh denah tempat duduk Medium Bus kapasitas 35:
Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Medium Seat 2-2

Contoh denah tempat duduk Medium Bus kapasitas 35 kursi yang dimaksimalkan menjadi 37 kursi:
Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Medium Seat 2-2

Itulah contoh denah tempat duduk bus pariwisata jenis medium kapasitas 31, 33, 35, dan 37.

Semoga bermanfaat...

Denah Tempat Duduk Bus Pariwisata Medium Seat 2-2

4 Jenis Bus Pariwisata Menurut Kapasitas Tempat Duduknya

Beda jenis bus pariwisata berbeda pula ukuran, kapasitas, dan besaran sewanya. Maka sebelum menyewanya ketahui lebih dulu jenis-jenisnya agar dapat disesuaikan dengan destinasi wisata yang akan dikunjungi, jumlah peserta, dan budgetnya.

Sesuai dengan destinasi wisata yang akan dikunjungi artinya terkait dengan akses jalan, perlu mempertimbangkannya agar bus pariwisata tidak ada kendala di jalan. Jika jalannya sempit tentu bus yang berukuran besar akan sulit menjangkau hingga destinasi wisata tujuan.

Jumlah peserta juga perlu dijadikan pertimbangan, karena harga sewa bus akan tetap sama walau kursi tidak terisi secara penuh oleh peserta wisata.

Dengan budget yang tinggi tentu dapat memilih bus pariwisata besar dengan setelan tempat duduk tidak penuh, misalnya bus pariwata berkapasitas maksimal 50 hanya diisi kursi sejumlah 40. Dengan demikian akan terasa longgar, sehingga akan lebih nyaman.

Semakin besar kapasitasnya tentu akan semakin besar ukurannya, tarif sewanya juga bisa lebih tinggi. Maka jika budget yang tersedia pas-pasan, hendaknya menyewa bus pariwisata sesuai dengan dana yang tersedia saja.

Misalnya jika peserta hanya berjumlah 35 orang maka bisa menyewa jenis bus pariwisata yang berkapasitas sesuai dengan jumlah pesertanya saja, agar biaya yag dikeluarkan tidak terlalu tinggi.  Namun jika ingin lebih nyaman bisa menggunakan bus berkapasitas di atas 35 dengan setelan kursi menyesuaikan jumlah peserta.

Berikut 4 jenis bus pariwasata berdasarkan kapasitas tempat duduknya:

Micro Bus
Merupakan jenis kendaraan pariwisata roda 4, mikro bus lebih akrab disebut dengan elf. Pastinya jenis ini memiliki ukuran dan kapasitas paling kecil jika dibandingkan dengan bus pariwasata lainnya, jadi cocok untuk rombongan wisata keluarga atau untuk peserta wisata dengan jumlah 10 hingga 20 orang.

Menurut kapasitasnya, ada 2 macam micro bus yaitu:
  • Microbus Short, kapasitas tempat duduk 16 seat (1 seat sopir dan 15 seat penumpang).
  • Microbus Long, kapasitas tempat duduk 20 seat (1 seat sopir dan 19 seat penumpang).

Medium Bus
Bus pariwasata jenis medium sering dikenal juga dengan nama bus 3/4, bus pariwisata jenis ini berkapasitas kursi mulai dari 29, 31, 33, hingga 35. Ukuran bus berkapasitas 35 lebih panjang dari pada yang maksimal 33 seat. Tatanan tempat duduknya 2-2 di samping kanan dan kiri, deretan paling belakang berjumlah 5 seat.


Junior Bus
Junior bus berkapasitas maksimal 39 tempat duduk dengan tatanan seat 2-2, deretan tempat duduk paling belakang berjumlah 5 seat ada juga yang diseting 3 seat.

Kapasitas dan ukuran body junior bus lebih besar daripada bus pariwisata jenis medium, jadi junior bus bukanlah bus pariwisata jenis medium yang ditambah tempat duduknya.


Big Bus
Merupakan jenis bus pariwisata berukuran dan berkapasitas besar yang banyak digunakan untuk transportasi wisata.

Menurut tatanan kursinya ada 2 macam yaitu:
  • Big Bus Seat 2-2 dengan kapasitas tempat duduk maksimal 48 hingga 50 kursi. Jika kursi ditata menjadi 50 seat, biasanya fungsi pintu belakang dimatikan karena posisi kursi berada di area tangga pintu belakang.
  • Big Bus Seat 2-3 dengan kapasitas tempat duduk maksimal 59 kursi.


Itulah 4 jenis bus pariwisata yang sering digunakan sebagai sarana transportasi wisata, semoga bermanfaat...

4 Jenis Bus Pariwisata Menurut Kapasitas Tempat Duduknya

Inilah Barang-Barang dari Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang

Hotel merupakan penginapan yang paling umum digunakan oleh traveler sebagai akomodasi. Selain tempat makan, biasanya hotel juga menyediakan fasilitas-fasilitas lainnya.

Beda jenis penginapan bisa berbeda pula fasilitas yang disediakan. Di kamar hotel biasanya tersedia barang-barang yang dapat dinikmati oleh para tamunya, mulai dari tempat tidur yang empuk, bantal, selimut/bed cover, TV, AC, perlengkapan mandi hingga barang yang dapat dikonsumsi dan lain-lain.


Tetapi barang-barang itu ada yang habis pakai ada pula yang tak habis pakai, ada yang boleh dibawa pulang ada juga yang tidak boleh dibawa pulang. Jadi jangan salah bawa karena hanya barang-barang tertentu saja yang boleh dibawa pulang.

Nah agar tak salah bawa, ketahui barang apa saja yang dapat dibawa pulang itu.

Sandal Kamar

Sandal kamar hotel merupakan salah satu barang yang diperbolehkan untuk dibawa pulang. Bentuknya tipis dan ringan sehingga tak banyak memerlukan ruang di dalam tas atau koper. Silakan bawa pulang, selain untuk kenang-kenangan bisa jiga dimanfaatkan sebagai sandal ruangan di dalam rumah. Jika tak dibawa pulang, maka sandal itu akan dibuang lho.

Perlengkapan Mandi

Sikat gigi, pasta gigi, mouthwash, shampo, kondisioner, penutup kepala, sabun, shower cap, sisir, ikat rambut, dan body lotion merupakan barang-barang hotel yang boleh dibawa pulang. Jadi jangan ragu-ragu untuk memasukannya ke dalam tas atau koper ketika berkemas-kemas untuk check out.

Biasanya hotel juga akan menyediakan beberapa jenis handuk. Perlu diketahui, handuk-handuk itu bukan termasuk perlengkapan mandi yang boleh dibawa pulang lho.


Paket Minuman

Biasaya paket minuman telah tersedia di meja kamar hotel, seperti air mineral kemasan serta kopi, teh, krimer, dan gula untuk diseduh dikamar. Paket minuman yang tidak dikonsumsi saat menginap boleh dibawa pulang, jadi silakan bawa pulang jika Anda menginginkannya.

Alat Tulis

Alat tulis seperti pulpen, pensil, dan notes biasanya juga tersedia di kamar hotel. Barang-barang ini boleh dibawa pulang oleh pengujung hotel. Biasanya paket alat tulis ini memakai brand hotel, jadi bisa digunakan sebagai kenang-kenangan sekaligus media promosi oleh pihak hotel.

Itulah beberapa barang yang berada di kamar hotel dan diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh pengunjung. Jadi jangan sampai salah bawa jika tak ingin menjadi masalah karena ada barang-barang yang diperbolehkan dibawa pulang, tetapi ada juga yang memang tidak diperbolehkan untuk dibawa pulang saat menginap di hotel.

Barang-barang dari kamar hotel yang tidak boleh dibawa pulang seperti: bantal, seprei, selimut/bad cover, handuk, jubah mandi, gantungan baju, ketel atau teko pemanas air, cangkir, cawan, sendok, asbak, vas bunga, lampu tidur, hiasan dinding, tirai, dan keset.

Jika di dalam kamar hotel itu terdapat minibar, ketahuilah bahwa apa yang ada dalam minibar itu tidaklah gratis. Maka ketika pengunjung hotel mengkonsumsi akan dikenakan biaya tambahan.

Inilah Barang-Barang dari Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang

Macam-Macam Handuk yang Disediakan Hotel Beserta Fungsinya

Hotel merupakan penginapan yang menyediakan berbagai macam fasilitas yang dapat dinikmati oleh para tamu yang menginap. Apalagi jika menginap pada hotel berbintang, fasilitas yag disediakan oleh pihak hotel akan semakin lengkap.

Misalnya saja handuk, pada hotel berbintang akan ditemui berbagai macam handuk yang disediakan untuk para tamu yang menginap. Handuk-handuk itu memiliki ukuran dan fungsi yang berbeda-beda lho.

Berikut macam-macam dan fungsi dari masing-masing handuk yang tersedia pada hotel berbintang:

Wash Cloth
Biasanya berbentuk persegi dan memiliki ukuran paling kecil bila dibandingkan dengan handuk-handuk yang lainnya. Wash cloth ini biasanya terletak di meja wastafel. Fungsi dari handuk ini adalah untuk membersihkan wajah dan bisa juga untuk tubuh. Caranya handuk ini dibasahi, kemudian diusapkan pada wajah atau bagian-bagian tubuh yag diinginkan.

Hand Towel
Biasanya berbentuk persegi panjang dan juga terletak pada area wastafel. Berfungsi untuk mengeringkan tangan setelah cuci tangan atau ketika tangan basah setelah membasuh muka dan lain-lain. Jadi pada intinya adalah untuk mengeringkan tangan yang basah.

Bath Mat
Biasanya juga berbentuk persegi dengan ukuran sedikit lebih lebar dari dari hand towel. Handuk jenis ini bukan untuk mengeringkan rambut, muka, tangan, atau bagian tubuh yang lainnya. Bath Mat memiliki fungsi yang berbeda, yaitu sebagai keset untuk menghindari terpeleset karena lantai kamar mandi yang basah.

Bath Towel
Handuk jenis ini biasanya juga berbentuk persegi panjang dengan ukuran cukup besar tetapi bukanlah yang paling besar. Bath Towel terletak pada gantungan baju dan handuk di kamar mandi. Fungsi dari handuk ini adalah untuk mengeringkan rambut setelah keramas serta badan bagian atas. Handuk ini juga dapat digunakan untuk membungkus kepala setelah keramas.

Bath Sheet
Merupakan handuk berukuran paling lebar jika dibandingkan dengan jenis handuk lainnya yang disediakan oleh hotel. Bath sheet digunakan untuk mengeringkan serta membungkus badan setelah mandi.

Bath Robes
Disebut juga dengan jubah mandi, ada juga yang menyebutnya dengan nama handuk kimono. Merupakan handuk yang dipakai untuk menutupi tubuh setelah mandi atau berenang. Jadi jika ingin membungkus tubuh setelah mandi atau berenang, maka biar tidak repot gunakan saja bath robes. Cara pakainya mudah sekali yaitu layaknya memakai baju saja atau jubah.

Itulah beberapa macam handuk yang biasanya tersedia pada hotel berbintang, jangan salah pakai ya...

Macam-Macam Handuk yang Disediakan Hotel Beserta Fungsinya

Jenis-Jenis Penginapan dan Penjelasannya

Penginapan menjadi salah satu hal yang teramat penting dalam traveling, entah itu untuk urusan bisnis, wisata, ataupun kepentingan yang lainnya. Di tempat inilah kita dapat menginap dan beristirahat guna mengumpulkan kembali energi untuk melakukan aktifitas selanjutnya.

Hotel merupakan salah satu jenis penginapan yang sepertinya sudah sangat dikenal oleh masyarakat, padahal selain hotel masih banyak jenis-jenis penginapan yang lainnya.

Nah agar tidak salah pilih, simaklah beberapa jenis penginapan dan penjelasannya berikut ini:

Hotel
Merupakan penginapan yang menggunakan bangunan khusus yang cukup luas. Hotel menyediakan berbagai fasilitas, seperti tempat menginap, tempat makan, kolam renang, dan fasilitas lainnya. Terdapat 2 jenis hotel yaitu hotel berbintang dan tidak berbintang.

Boutique Hotel
Hampir sama dengan hotel tetapi Boutique Hotel mengusung tema tertentu dan memiliki jumlah kamar yang terbatas, sehingga terasa lebih ekslusive.

Resort
Merupakan penginapan yang dibangun pada daerah dengan pemandangan indah nan menawan. Selain sebagai penginapan, resort menyediakan fasilitas berupa restoran, tempat olah raga, kolam renang, perbelanjaan, hiburan sehingga cocok sebagai penginapan sekaligus tempat rekreasi.

Motel
Kata motel merupakan singkatan dari motor hotel, biasanya terletak di luar kota dan berada di pinggir jalan dengan bangunan yang tidak mewah. Motel hanya menyediakan tempat untuk menginap dan parkir kendaraan, biasanya kamar motel berhadapan langsung dengan tempat parkir.

Hostel
Merupakan penginapan dimana fasilitas yang tersedia di dalamnya seperti kamar tidur dan kamar mandi digunakan secara bersama dengan tamu lainnya, tetapi ada juga hostel yang menyediakan kamar pribadi serupa hotel. Sistem penyewaan pada hostel adalah menyewa tempat tidur, konsep kamar pada hostel seperti asrama dengan tempat tidur yang berupa ranjang susun.

Losmen
Merupakan penginapan yang di dalamnya hanya tersedia fasiltas tempat tidur dan lemari tanpa ada televisi, AC, atau pun fasilitas yang lainnya. Losmen hanya menyewakan kamar tanpa menyediakan fasilitas makan.

Homestay
Berarti juga rumah singgah merupakan rumah pribadi yang disewakan sebagai penginapan, sehingga cocok untuk penginapan keluarga atau rombongan karena tidak ada batasan jumlah orang yang menginap. Homestay kadang terletak di dalam perkampungan, jadi tidak mesti berada di pinggir jalan.

Villa
Merupakan penginapan atau tempat tinggal sementara untuk liburan yang berupa satu rumah utuh, biasanya terletak di daerah pegunungan atau yang berhawa sejuk. Menyewa villa berarti menyewa keseluruhan bangunan.

Cottage
Penginapan untuk keluarga yang biasanya berada di daerah pantai atau pegunungan. Bangunannya berupa pondok-pondok yang terpisah-pisah satu dengan lainnya.

Guest House
Merupakan penginapan yang menggunakan bangunan rumah layaknya seperti rumah kost. Guest House menyediakan fasilitas beberapa kamar tidur, kamar mandi, dan dapur. Bahkan tidak sedikit pula yag meyediakan fasilitas layaknya seperti hotel.

Itulah beberapa jenis penginapan yang dapat digunakan untuk akomodasi ketika berlibur, perjalanan bisnis, atau ketika ada kepentingan yang lainnya.

Jenis-Jenis Penginapan dan Penjelasannya


Air terjun Coban Rondo memiliki ketinggian 84 meter, hanya sekitar 30 menit dari Kota Batu Malang Jawa Timur. Merupakan sebuah destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, udara yang sejuk membuat betah berlama-lama di lokasi air terjun ini.

Kata coban berarti air terjun, sedangkan rondo berarti janda, berikut legenda dari Coban Rondo sebuah tempat wisata air terjun di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur yang terletak pada ketinggian 1135 dpl.

Coban Rondo berasal dari sepasang pengantin baru, yaitu Dewi Ajarwati dari Gunung Kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro.

Setelah usia pernikahan mereka mencapai 36 hari (selapan), Dewi Anjarwati berniat mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro.

Namun orang tua Dewi Anjarwati melarangnya, dengan alasan usia pernikahan mereka yang baru berumur selapan.

Walaupun telah dilarang untuk pergi, keduanya tetap bersikeras pergi berangkat ke Gunung Anjasmoro.

Ketika dalam perjalanan, mereka berjumpa dengan Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya. Tampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya dari Raden Baron Kusuma. Maka perkelahian antara Joko Lelono dan Raden baron Kusuma tidak dapat terelakan lagi.

Kepada Punokawan yang menyertainya, Raden Baron Kusuma berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan pada suatu tempat yang ada cobannya (air terjun).

Perkelahian berlangsung seru dan keduanya gugur dalam perkelahian itu, maka dengan demikian Dewi Anjarwati menjadi janda (dalam bahasa jawa: Rondo).

Sejak saat itulah coban tempat Dewi Anjarwati menanti suaminya dikenal dengan nama Coban Rondo, dan konon batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk Dewi Anjarwati.



Itulah legenda Coban Rondo yang berkembang dalam masyarakat, bagaimana apakah tertarik untuk berwisata ke sana?

Legenda Coban Rondo, Wisata Air Terjun di Malang Jawa Timur

Ini Bedanya Tour Leader dan Tour Guide

Ketika berwisata terlebih lagi jika menggunakan jasa biro wisata, sering kita mendengar istilah tour leader dan tour guide. Mungkin banyak yang mengira jika keduanya sama, namun anggapan itu ternyata tidak benar. Mungkin juga sudah tahu ada perbedaan jika dari namanya, namun mengira jika tanggung jawabnya sama.

Antara tour leader dan tour guide tidaklah sama, keduanya memiliki perbedaan. Masing-masing memiliki tanggung jawab dan pengetahuan yang harus dikuasai yang berbeda, sehingga pekerjaan yang dilakukan keduanya akan berbeda pula. Namun seorang tour leader bisa sekaligus menjadi tour guide.

Berikut penjelasan singkat tentang keduanya:

Tour Leader

Sering disingkat dengan nama TL, seorang Tour Leader (TL) merupakan pemimpin rombongan wisata, biasanya istilah TL ini sering kita temui ketika menggunakan jasa biro wisata.

Seorang tour leader bertanggung jawab terhadap kelancaran kegiatan wisata yang dipimpinnya, dari mulai pemberangkatan hingga nanti kembali sampai titik keberangkatan semula. Jadi ia wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan wisata yang dipimpinnya, karena urusan transportasi, konsumsi, penginapan (jika menginap), tiket masuk obyek wisata, dan akomodasi lainnya menjadi tanggung jawabnya.

Tour leader inilah yang mengatur rangkaian kegiatan wisata agar dapat berjalan lancar sesuai jadwal perencanaan (itinerary) yang telah dibuat dan membimbing serta memastikan seluruh perserta dalam keadaan baik.

Tentu saja jadwal itu bisa berubah karena situasi dan kondisi pada saat tour berlangsung atau karena adanya kesepakatan baru dengan seluruh peserta pada waktu itu. Seperti perubahan tujuan destinasi wisata karena adanya jalan longsor menuju tempat wisata yang telah direncanakan misalnya.

Seorang TL sebaiknya menguasai bahasa asing dan dapat berkomunikasi dengan baik. Akan tetapi ia tidak wajib mengusai/mengetahui tentang sejarah, budaya, serta seluk beluk destinasi wisata dan kota-kota yang dikunjungi. Sehingga ia tidak berkewajiban menyampaikan/menjelaskan tentang itu semua kepada para peserta wisata yang dipimpinnya.

Tour Guide

Seorang tour guide atau pemandu wisata dituntut memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang sejarah, budaya, dan seluk beluk daerah/kota dan destinasi wisata tertentu yang selalu up date, karena merupakan tugasnya untuk memaparkan/menjaskan tentang semua itu kepada peserta wisata yang menyewa jasanya.

Tour guide seharusnya menguasai bahasa asing dan dapat berkomunikasi dengan baik, agar dapat memaparkan dengan baik.

Tidak seperti dengan tour leader yang harus mengikuti rangkaian tour dari keberangkatan hingga kembalinya nanti, pemandu wisata hanya bersama rombongan wisata untuk waktu tertentu saja.

Sebagai contoh ketika berwisata ke Candi Borobudur misalnya, wisatawan dapat menggunakan jasa pemandu wisata untuk menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan Candi Borobudur. Setelah tugas selesai maka selesai sudah tanggung jawab dari tour leader.

Ketika berwisata ke Bali, biasanya dari pihak biro wisata akan menyewakan jasa tour guide untuk menemani rombongan wisata dan menjelaskan tentang destinasi wisata tujuan serta sejarah, budaya, dan seluk beluknya. Pemandu wisata ini akan selalu bersama rombongan dari tempat wisata yang satu ke tempat wisata yang lainnya yang berada di pulau Bali, jadi nantinya di dalam bus pariwisata akan ada tour leader dan tour guide.

Ketika tempat-tempat wisata di Bali telah selesai dikunjungi sesuai dengan jadwal perencanaan yang telah dibuat oleh tour leader, maka selesai sudah tugas yang menjadi tanggung jawab seorang pemandu wisata.

Simpulan

Antara tour leader dan tour guide memanglah mirip sehingga banyak yang mengira jika keduanya sama. Ada perbedaan tugas dan tanggung jawab, serta pengetahuan dan wawasan yang harus dikuasai oleh keduanya.

Secara singkat tour leader merupakan pemimpin rombongan wisata yang bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan wisata dari keberangkatan hingga kembali lagi ke titik semula. Urusan transportasi, konsumsi, penginapan, tiket obyek wisata, dan akomodasi lainnya menjadi tanggung jawabnya.

Sedangkan tour guide atau pemandu wisata mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memaparkan/menjelaskan tentang seluk beluk destinasi wisata tujuan. Jadi ia akan bersama rombongan wisata untuk waktu tertentu saja.

Itulah perbedaan antara tour leader dan tour guide, semoga bermanfaat...

Ini Bedanya Tour Leader dan Tour Guide

5 Hal tentang Bus Pariwisata yang Perlu Ditanyakan kepada Biro Wisata

Bus pariwisata merupakan salah satu sarana transportasi untuk melakukan perjalanan wisata. Semakin baik kualitasnya tentu akan semakin nyaman dan aman ketika menaikinya, sehingga membuat perjalanan wisata dapat dinikmati dengan baik.

Beda bus bisa berbeda fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan. Fasilitas memang bisa sama, namun tampilan interior dan eksterior bus dapat berbeda.

Sebagai bentuk penawaran dari harga paket wisata, peserta wisata dalam hal ini bisa diwakili oleh panitia dapat menanyakan tentang bus pariwisata yang hendak digunakan kepada pihak biro wisata dan kemudian memilih atau memesan bus tertentu sesuai keinginan.

Silakan tanyakan 5 hal tentang bus pariwisata di bawah ini, kemudian tuangkan dalam Surat Perjanjian Perjalanan Wisata.

Nama dan Foto Bus Pariwisata
Agar memperoleh gambaran secara nyata mengenai bus yang hendak digunakan, silakan tanyakan PO. Bus dan mintalah fotonya baik eksterior maupun interiornya.

Karoseri Bus Pariwisata
Karoseri merupakan jasa pembuatan bodi mobil berserta interiornya. Jadi meliputi interior dan eksterior bus, sehingga berkaitan dengan penampilan, kenyamanan, keseimbangan, dan lain-lain. Maka dari itu beda karoseri bisa beda pula keindahan penampilannya dan kenyamanan ketika menaikinya.

Untuk itu perlu juga mencantumkan karoseri bus dalam surat perjanjian, apakah karoseri adi putro, New Armada, Laksana, Tri Sakti, atau yang lainnya.

Merek/Mesin Bus Pariwisata
Perlu bertanya kepada biro wisata dan kemudian mencantumkannya dalam surat perjanjian, agar kelak bus yang disediakan benar-benar sesuai dengan yang dijanjikan dan disepakati bersama. Mercedez, Scania, dan Hino merupakan merek-merek yang sudah tak asing lagi bagi kita, masing-masing tentu mempunyai kualitas dan kenyamanan yang berbeda-beda.

Tahun Pembuatan Bus Pariwisata
Tahun pembuatan menjadi salah satu hal yang penting, karena semakin muda tahunnya berarti bus akan semakin baru sehingga secara umum performa dan kenyamanannya tentu akan berbeda. Jadi silakan tanyakan juga tahun pembuatannya.

Fasilitas Bus Pariwisata
Silakan tanyakan juga mengenai fasilitasnya, seperti: bantal, selimut, WiFi, jumlah monitor televisi, dan lain-lain.

Setelah pertanyaan-pertanyaan itu terjawab dan disanggupi oleh pihak biro wisata, catatlah dan ketika telah terjadi kesepakatan silakan tuangkan dalam surat perjanjian bersama kesepakatan-kesepakatan yang lainnya. Perlu juga ditanyakan tentang ganti rugi jika pihak biro tidak bisa menyediakan bus pariwisata sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama.

Jangan lupa tanyakan juga denah tempat duduknya, beda bus bisa berbeda denahnya. Hal ini dapat disebabkan karena posisi pintu belakang yang berbeda, ada yang agak di tengah namun ada juga seperti pada bus umumnya yaitu dibelakang.


Untuk kelancaran buatlah kesepakatan paling tidak minimal 1 (satu) bulan sebelum waktu pelaksanaan, hal ini untuk memberikan kelonggaran bagi biro wisata untuk memenuhi atas apa yang telah disanggupi dan disepakati bersama.

Tentu saja jika lebih dari 1 (satu) bulan akan lebih baik karena pada bulan-bulan tertentu akan banyak sekali dibutuhkan bus pariwisata, seperti pada musim liburan misalnya sehingga bisa saja akan sulit mendapatkan bus pariwisata sesuai dengan yang telah disepakati.

5 Hal tentang Bus Pariwisata yang Perlu Ditanyakan kepada Biro Wisata

Pilih Kelapa Muda atau yang Tua

Sepertinya kita sudah tak asing lagi dengan air kelapa, ia ada yang muda dan tua. Penjual air kelapa muda akan banyak dijumpai ketika berwisata di pantai, atau di kota-kota terutama yang bersuhu udara panas. Ya memang meminumnya tentu akan sangat menyegarkan, sehingga banyak yang memilihnya sebagai pelepas dahaga.

Berbeda halnya dengan air kelapa tua yang akan lebih mudah ditemui pada penjual kelapa di pasar, karena ia umumnya digunakan untuk membuat santan. Walaupun ada perbedaan dengan kelapa muda, bukan berarti air kelapa tua tak menyegarkan jika diminum.

Memang ada perbedaan antara keduanya sehingga dengan mengetahui perbedaannya akan membantu untuk menentukan pilihan, mana yang dibutuhkan oleh tubuh Anda saat itu.

Kelapa Muda
Daging kelapa muda lebih tipis dan empuk, airnya lebih banyak dan manis bila dibandingkan dengan kelapa tua. Mengandung kalori, gula, protein, lemak, vitamin C, zat besi, dan elektrolit yang tinggi terutama kalium.

Air kelapa muda akan sangat nikmat dan menyegarkan jika dikonsumsi ketika cuaca panas, juga sangat baik untuk mengembalikan cairan tubuh setelah beraktifitas. Jadi bukan hanya kenikmatan saja yang akan didapatkan, namun dehidrasi juga akan teratasi.

Kelapa Tua
Seiring berjalannya waktu semakin bertambah tua umur kelapa di pohon maka kandungan akan semakin lengkap. Ia mengandung karbohidrat, kaya serat, kalori, dan juga kalium. Airnya juga tetap menyegarkan jika diminum, hanya saja rasanya tak semanis dan senikmat air pada kelapa muda.

Bila dibandingkan dengan kelapa muda, kelapa tua airnya lebih sedikit dan dagingnya semakin tebal. Untuk mengkonsumsi dagingnya biasanya akan digunakan untuk membuat santan atau parutan kelapa sebagai pelengkap masakan atau makanan, rasanya enak dan gurih.

Itulah perbedaan kelapa muda dan tua, mana yang Anda pilih tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Ketika dalam suasana panas dan dahaga, kelapa muda sepertinya lebih nikmat dan menyegarkan.

Namun ketika ingin rasa gurih pada makanan atau masakan sekaligus mendapatkan asupan karbohidrat maka kelapa tua lebih tepat dijadikan pilihan, airnya bisa juga diminum untuk menghilangkan dahaga walau rasanya tak seperti kelapa muda.

Pilih Kelapa Muda atau yang Tua

Subscribe Our Newsletter