Fungsi dan Tinggi Ideal Pagar Rumah - Rumah Sae

Halaman

    Social Items

Fungsi dan Tinggi Ideal Pagar Rumah

Tinggi dan tebal pagar rumah seharusnya dibuat sesuai dengan kebutuhan, selaraskan juga modelnya dengan gaya bangunan rumahnya. Agar pagar bukan hanya dapat difungsikan secara maksimal, namun juga dapat manambah estetika.

Untuk itu sebelum membuatnya ketahui terlebih dahulu fungsinya, agar pagar dibuat sesuai dengan kebutuhan. Dari sinilah dapat dijadikan acuan dalam menentukan seberapa tinggi, tebal, dan bagaimana modelnya.

Berikut fungsi pagar rumah:
  • Sebagai batas kepemilikan tanah, baik dengan tetangga maupun fasilitas umum seperti jalan misalnya
  • Sebagai pengaman rumah baik dari pencuri/orang yang ingin berbuat jahat maupun hal-hal yang diinginkan lainnya
  • Untuk mencegah hewan masuk ke halaman/area rumah
  • Untuk mencegah agar tanaman/taman tidak rusak
  • Untuk mengurangi kebisingan suara, angin, serta debu
  • Menghalangi pandangan dari luar atau untuk menjaga privasi penghuni rumah
  • Memperindah tampilan eksterior rumah

Material untuk membuatnya pun bermacam-macam, seperti besi, kayu, bambu, kawat, beton, batu, dan lain-lain. Agar kuat dan lebih indah dipandang, material-material itu bisa dikombinasikan.

Lalu berapa tinggi idealnya?

Tidak ada aturan yang pasti tentang berapa tinggi ideal dari pagar rumah, maka dalam membuatnya disesuaikan dengan kebutuhan saja. Intinya apa tujuan pembuatan pagar itu?

Jika untuk melindungi privasi penghuni rumah, pagar dibuat dengan ketinggian tidak kurang dari tinggi orang dewasa. Jadi tinggi idealnya adalah tidak kurang dari 180 cm.

Jika sebagai pengaman rumah, tinggi idealnya adalah 180 cm hingga 250 cm. Jika perlu dapat ditambahkan juga kawat berduri, pecahan kaca, serta material lainnya pada bagian atas pagar.

Baca juga: Antara Pagar Rumah yang Nyata dan Ghaib

Pagar sebagai antisipasi dari hal-hal buruk yang mungkin bisa terjadi terjadi, misalnya saja rumah yang terletak disebelah tikungan jalan raya atau tusuk sate maka pagar berfungsi sebagai pencegah agar rumah tidak tertabrak mobil. Maka ketebalannya harus dipastikan kuat agar dapat menahan benturan jika tertabrak mobil. Untuk ketinggiannya dapat disesuaikan dengan kondisi tempatnya.

Baca juga: Tips Membangun Rumah Tusuk Sate

Pagar rumah yang berfungsi untuk meminimalisir kebisingan suara dapat dibuat setinggi 180 cm – 200 cm dengan ketebalan minimal 10 cm. Jika untuk menahan angin yang terlalu kencang, ketebalan pagar dapat ditambah agar benar-benar kuat ketika diterpa angin. Untuk mencegah masuknya debu, dapat menambahkan tanaman bambu yang berfungsi sebagai penyaring udara.

Selain fungsi di atas pagar rumah dapat dibuat setinggi 120 cm - 150 cm, jika terlalu tinggi justru dapat menutupi “wajah” rumah. Sehingga tampilan ekterior rumah tak dapat dinikmati secara visual karena terhalang oleh pagar.

Itulah beberapa ukuran tinggi pagar rumah yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan ketika hendak membuatnya. Sesuaikanlah dengan kebutuhan namun jangan sampai membuat rumah Anda menjadi seperti “tertutup”, perlu juga memperhatikan lingkungan sekitar agar tetap memudahkan silaturahim dengan tetangga.

Semoga bermanfaat...

Fungsi dan Tinggi Ideal Pagar Rumah

Fungsi dan Tinggi Ideal Pagar Rumah

Tinggi dan tebal pagar rumah seharusnya dibuat sesuai dengan kebutuhan, selaraskan juga modelnya dengan gaya bangunan rumahnya. Agar pagar bukan hanya dapat difungsikan secara maksimal, namun juga dapat manambah estetika.

Untuk itu sebelum membuatnya ketahui terlebih dahulu fungsinya, agar pagar dibuat sesuai dengan kebutuhan. Dari sinilah dapat dijadikan acuan dalam menentukan seberapa tinggi, tebal, dan bagaimana modelnya.

Berikut fungsi pagar rumah:
  • Sebagai batas kepemilikan tanah, baik dengan tetangga maupun fasilitas umum seperti jalan misalnya
  • Sebagai pengaman rumah baik dari pencuri/orang yang ingin berbuat jahat maupun hal-hal yang diinginkan lainnya
  • Untuk mencegah hewan masuk ke halaman/area rumah
  • Untuk mencegah agar tanaman/taman tidak rusak
  • Untuk mengurangi kebisingan suara, angin, serta debu
  • Menghalangi pandangan dari luar atau untuk menjaga privasi penghuni rumah
  • Memperindah tampilan eksterior rumah

Material untuk membuatnya pun bermacam-macam, seperti besi, kayu, bambu, kawat, beton, batu, dan lain-lain. Agar kuat dan lebih indah dipandang, material-material itu bisa dikombinasikan.

Lalu berapa tinggi idealnya?

Tidak ada aturan yang pasti tentang berapa tinggi ideal dari pagar rumah, maka dalam membuatnya disesuaikan dengan kebutuhan saja. Intinya apa tujuan pembuatan pagar itu?

Jika untuk melindungi privasi penghuni rumah, pagar dibuat dengan ketinggian tidak kurang dari tinggi orang dewasa. Jadi tinggi idealnya adalah tidak kurang dari 180 cm.

Jika sebagai pengaman rumah, tinggi idealnya adalah 180 cm hingga 250 cm. Jika perlu dapat ditambahkan juga kawat berduri, pecahan kaca, serta material lainnya pada bagian atas pagar.

Baca juga: Antara Pagar Rumah yang Nyata dan Ghaib

Pagar sebagai antisipasi dari hal-hal buruk yang mungkin bisa terjadi terjadi, misalnya saja rumah yang terletak disebelah tikungan jalan raya atau tusuk sate maka pagar berfungsi sebagai pencegah agar rumah tidak tertabrak mobil. Maka ketebalannya harus dipastikan kuat agar dapat menahan benturan jika tertabrak mobil. Untuk ketinggiannya dapat disesuaikan dengan kondisi tempatnya.

Baca juga: Tips Membangun Rumah Tusuk Sate

Pagar rumah yang berfungsi untuk meminimalisir kebisingan suara dapat dibuat setinggi 180 cm – 200 cm dengan ketebalan minimal 10 cm. Jika untuk menahan angin yang terlalu kencang, ketebalan pagar dapat ditambah agar benar-benar kuat ketika diterpa angin. Untuk mencegah masuknya debu, dapat menambahkan tanaman bambu yang berfungsi sebagai penyaring udara.

Selain fungsi di atas pagar rumah dapat dibuat setinggi 120 cm - 150 cm, jika terlalu tinggi justru dapat menutupi “wajah” rumah. Sehingga tampilan ekterior rumah tak dapat dinikmati secara visual karena terhalang oleh pagar.

Itulah beberapa ukuran tinggi pagar rumah yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan ketika hendak membuatnya. Sesuaikanlah dengan kebutuhan namun jangan sampai membuat rumah Anda menjadi seperti “tertutup”, perlu juga memperhatikan lingkungan sekitar agar tetap memudahkan silaturahim dengan tetangga.

Semoga bermanfaat...