Social Items

4 Jenis Bus Pariwisata Menurut Kapasitas Tempat Duduknya

Beda jenis bus pariwisata berbeda pula ukuran, kapasitas, dan besaran sewanya. Maka sebelum menyewanya ketahui lebih dulu jenis-jenisnya agar dapat disesuaikan dengan destinasi wisata yang akan dikunjungi, jumlah peserta, dan budgetnya.

Sesuai dengan destinasi wisata yang akan dikunjungi artinya terkait dengan akses jalan, perlu mempertimbangkannya agar bus pariwisata tidak ada kendala di jalan. Jika jalannya sempit tentu bus yang berukuran besar akan sulit menjangkau hingga destinasi wisata tujuan.

Jumlah peserta juga perlu dijadikan pertimbangan, karena harga sewa bus akan tetap sama walau kursi tidak terisi secara penuh oleh peserta wisata.

Dengan budget yang tinggi tentu dapat memilih bus pariwisata besar dengan setelan tempat duduk tidak penuh, misalnya bus pariwata berkapasitas maksimal 50 hanya diisi kursi sejumlah 40. Dengan demikian akan terasa longgar, sehingga akan lebih nyaman.

Semakin besar kapasitasnya tentu akan semakin besar ukurannya, tarif sewanya juga bisa lebih tinggi. Maka jika budget yang tersedia pas-pasan, hendaknya menyewa bus pariwisata sesuai dengan dana yang tersedia saja.

Misalnya jika peserta hanya berjumlah 35 orang maka bisa menyewa jenis bus pariwisata yang berkapasitas sesuai dengan jumlah pesertanya saja, agar biaya yag dikeluarkan tidak terlalu tinggi.  Namun jika ingin lebih nyaman bisa menggunakan bus berkapasitas di atas 35 dengan setelan kursi menyesuaikan jumlah peserta.

Berikut 4 jenis bus pariwasata berdasarkan kapasitas tempat duduknya:

Micro Bus
Merupakan jenis kendaraan pariwisata roda 4, mikro bus lebih akrab disebut dengan elf. Pastinya jenis ini memiliki ukuran dan kapasitas paling kecil jika dibandingkan dengan bus pariwasata lainnya, jadi cocok untuk rombongan wisata keluarga atau untuk peserta wisata dengan jumlah 10 hingga 20 orang.

Menurut kapasitasnya, ada 2 macam micro bus yaitu:
  • Microbus Short, kapasitas tempat duduk 16 seat (1 seat sopir dan 15 seat penumpang).
  • Microbus Long, kapasitas tempat duduk 20 seat (1 seat sopir dan 19 seat penumpang).

Medium Bus
Bus pariwasata jenis medium sering dikenal juga dengan nama bus 3/4, bus pariwisata jenis ini berkapasitas kursi mulai dari 29, 31, 33, hingga 35. Ukuran bus berkapasitas 35 lebih panjang dari pada yang maksimal 33 seat. Tatanan tempat duduknya 2-2 di samping kanan dan kiri, deretan paling belakang berjumlah 5 seat.


Junior Bus
Junior bus berkapasitas maksimal 39 tempat duduk dengan tatanan seat 2-2, deretan tempat duduk paling belakang berjumlah 5 seat ada juga yang diseting 3 seat.

Kapasitas dan ukuran body junior bus lebih besar daripada bus pariwisata jenis medium, jadi junior bus bukanlah bus pariwisata jenis medium yang ditambah tempat duduknya.


Big Bus
Merupakan jenis bus pariwisata berukuran dan berkapasitas besar yang banyak digunakan untuk transportasi wisata.

Menurut tatanan kursinya ada 2 macam yaitu:
  • Big Bus Seat 2-2 dengan kapasitas tempat duduk maksimal 48 hingga 50 kursi. Jika kursi ditata menjadi 50 seat, biasanya fungsi pintu belakang dimatikan karena posisi kursi berada di area tangga pintu belakang.
  • Big Bus Seat 2-3 dengan kapasitas tempat duduk maksimal 59 kursi.


Itulah 4 jenis bus pariwisata yang sering digunakan sebagai sarana transportasi wisata, semoga bermanfaat...

4 Jenis Bus Pariwisata Menurut Kapasitas Tempat Duduknya

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dalam Kepingan dan Dus

Pada dasarnya rumus cara menghitung kebutuhan keramik itu sangatlah sederhana, walau demikian tetaplah harus hati-hati dan teliti agar tidak salah hitung. Penghitungan yang tidak benar dapat berakibat tidak sesuainya antara kebutuhan dan jumlah keramik yang dibeli.

Jika keramik yang dibeli melebihi dari jumlah prosentase antisipasinya, itu artinya akan banyak keramik yang tidak terpakai sehingga akan menyebabkan pemborosan.

Sebalikya jika keramik yang dibeli ternyata kurang dari jumlah yang dibutuhkan, itu berarti harus membelinya kembali sesuai dengan yang sudah dibeli agar ukuran, warna, dan motifnya seragam.

Keramik yang dijual pasaran telah dikemas dalam dus, jadi tidak dijual secara meteran. Rata-rata setiap dusnya seluas 1 m2, ada yang lebih dan ada juga yang kurang. Setiap dus terdiri dari beberapa keping keramik tergantung dari ukurannya.

Langkah-langkah menghitung kebutuhan keramik

Ketahui luas bidang yang akan dipasangi keramik

Baik lantai maupun dinding caranya sama, yaitu dengan menghitung luas bidang yang akan dipasangi keramik. Caranya dengan mengalikan antara panjang dan lebarnya.

Luas bidang yang akan dipasangi keramik = panjang x lebar

Ketahui luas kepingan keramik yang digunakan

Caranya sama yaitu dengan mengalikan panjang dan lebarnya.

Luas kepingan keramik = panjang x lebar


Menghitung jumlah kepingan keramik yang dibutuhkan

Setelah diketahui luas bidang yang akan dipasangi keramik dan luas kepingan keramik yang digunakan, selanjutnya adalah menghitung berapa jumlah kepingan keramik yang dibutuhkan sesuai dengan luas bidang yang akan dipasangi.

Caranya adalah membagi luas bidang yang akan dipasangi keramik dengan luas kepingan keramik.

Jumlah kepingan keramik = Luas bidang yang akan dipasangi keramik : Luas kepingan keramik

Menambah jumlah keramik untuk antisipasi jika ada kesalahan

Setelah diketahui jumlah keping keramik yang dibutuhkan jangan keburu beli dulu, perlu menambah jumlah keramik untuk antisipasi jika ada kesalahan pemotongan, banyak lekukan pada bidang yang akan dipasangi, atau ingin memasangnya secara diagonal.

Jika keramik dipasang biasa (lurus) maka cukup tambahkan 5% dari jumlah keping keramik, tetapi jika ingin dipasang secara diagonal atau banyak lekukan pada bidang yang akan dipasangi keramik maka tambahkan 10% dari jumlah keramik.

Menghitung jumlah total keping keramik yang dibutuhkan

Untuk menghitung total keramik yang dibutuhkan adalah dengan cara menambahkan jumlah kepingan keramik dengan jumlah keramik untuk antisipasi.

Total kebutuhan keramik = Jumlah keping keramik + antisipasi

Menghitung jumlah total dus keramik yang harus dibeli

Biasanya keramik yang dijual dipasaran dalam bentuk kemasan dus, bukan dijual secara satuan atau meteran. Dalam 1 dus keramik biasanya berisi lebih kurang untuk luasan 1 m2.

1 dus keramik = 1 m2 : Luas keping keramik

Baca juga:

Contoh:

Panjang dan lebar lantai kamar tidur pak Sae adalah 4 meter, akan dipasangi keramik yang berukuran 40x40 secara biasa (lurus).

Cara menghitung jumlah total keping keramik yang dibutuhkan:

Luas bidang yang akan dipasangi keramik = 4 m x 4 m
= 16 m2
Luas kepingan keramik yang digunakan = 40 cm x 40 cm
= 0,4 m x 0,4 m
= 0,16 m2
Jumlah keping keramik yang dibutuhkan = 16 m2 : 0,16 m2
= 100 keping
Jumlah keping keramik untuk antisipasi = 5% x 100 keping
= 5 keping
Total keping keramik yang dibutuhkan = 100 keping + 5 keping
= 105 keping

Jadi keramik yang dibutuhkan untuk lantai kamar tidur pak Sae adalah 105 keping.

Cara menghitung jumlah dus keramik yang harus dibeli:

Luas kepingan keramik yang digunakan = 40 cm x 40 cm
= 0,4 m x 0,4 m
= 0,16 m2
1 dus keramik = 1 m2 : 0,16 m2
= 6,25 keping
= 6 keping

Jadi untuk keramik ukuran 40x40 dalam 1 dusnya berisi 6 keping keramik.

Jika yang dibutuhkan 105 keping keramik maka jumlah dus keramik yang harus dibeli yaitu:

Isi 1 dus keramik ukuran 40x40 = 6 keping keramik
Jumlah keping keramik yang dibutuhkan = 105 keping keramik
Jumlah dus keramik yang harus dibeli = 105 : 6
= 17,5 dus
= 18 dus

Jadi untuk bidang seluas 16 m2 membutuhkan 105 keping keramik, sehingga harus membeli 18 dus dan akan mendapatkan keramik sejumlah 108 keping.

Semoga bermanfaat...

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dalam Kepingan dan Dus

Tips Cara Memaku Dinding agar Tidak Retak atau Gompel

Sudah menjadi hal biasa jika dinding rumah dipasangi foto, lukisan, jam dinding, kaligrafi, atau pernak-pernik sebagai hiasan untuk mempercantik tampilan ruang. Biasanya untuk menempelkan atau menganggantungnya dengan cara menancapkan paku pada dinding.

Memaku dinding sepertinya terdengar sepele dan mudah dilakukan, tetapi kadang juga bisa menjadi sesuatu yang sulit membuat paku tertancap dengan sempurna tanpa membuat dinding retak atau gompel.

Bagi tukang bangunan tentu saja bisa menjadi hal yang sangat mudah, tetapi bagi orang awam belum tentu dapat melakukannya dengan baik. Buktinya masih banyak ditemui dinding rumah yang retak atau gompel akibat dari memaku dinding.

Nah untuk meminalisir kerusakan dinding, simak tips cara memaku dinding berikut ini:

Ketahui jenis dindingnya
Perhatikan jenis dinding yang akan dipaku, dinding biasa atau struktural. Jika dinding struktural harus dibor terlebih dahulu sebelum dipaku, karena dinding struktural akan keras jika dipaku.

Gunakan paku beton/baja
Paku beton atau juga yang dikenal dengan paku baja memang lebih mahal dibanding dengan paku biasa, tetapi paku beton lebih kuat dan tak mudah bengkok sehingga mudah ditancapkan pada dinding ketimbang paku kayu. Jadi walaupun harganya lebih mahal, gunakan saja paku beton.

Ada 2 macam paku beton, yaitu berwarna putih (silver) dan hitam. Warna putih lebih kuat dibanding warna hitam, tetapi hargnya lebih mahal.

Gunakan palu dengan kondisi yang baik
Artinya baik kepala palu maupun pegangannya dipastikan dalam keadaan baik, sehingga dapat dugunakan untuk memaku dengan baik pula. Palu yang sudah tidak dalam kondisi baik bisa menyulitkan ketika digunakan, bahkan jika tidak hati-hati bisa menciderai.

Tentukan posisinya secara akurat
Penting menentukan titik posisi dimana paku akan ditancapkan, jangan sampai setelah paku tertancap harus dicabut kembali karena salah posisi. Mencabut paku yang telah tertancap dapat menyebabkan dinding menjadi gompel.

Tandai secara tepat
Setelah ditentukan posisinya, tandai titik yang akan dipaku secara tepat mengunakan balpoin, pensil, spidol, atau bisa juga menggunakan paku.

Tempelkan lakban
Tempelkan lakban pada area titik yang akan dipaku, lakban bisa ditempelkan secara menyilang. Menempelkan lakban ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya keretakan atau gompel pada dinding saat dipaku.

Gunakan lakban bening agar titik sebagai tanda yang akan dipaku dapat terlihat. Jika tidak ada bisa menggunakan lakban coklat, hitam, atau selotip kertas, tetapi titik yang dibuat menjadi tak terlihat sehingga harus menandainya kembali agar tidak salah posisi.

Posisikan paku pada titik yang telah dibuat
Tempelkan paku pada titik yang telah dibuat, kemudian pukul secara perlahan hingga sedikit tertancap.

Pukul paku dengan pukulan sempurna
Setelah paku sedikit tertancap, pukulah secara sempurna hingga paku menancap pada dinding dengan kedalaman sesuai dengan yang diinginkan. Fokus dan berhati-hatilah agar palu dapat mendarat pada kepala paku secara tepat, sehingga paku tidak bengkok atau mengenai tangan.

Lepas lakban pelan-pelan
Setelah paku dapat menancap sempurna dengan kedalaman seseuai yang diinginkan, lepas lakban secara pelan-pelan.


Itulah tips cara untuk mengurangi terjadinya kerusakan dinding seperti retak atau gompel saat memaku dinding.

Tips Cara Memaku Dinding agar Tidak Retak atau Gompel

Yang Perlu Dilakukan Sebelum Membeli Keramik

Membeli keramik baik untuk lantai maupun dinding rumah kadang menjadi perkara yang tak mudah. Ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelumnya, agar nantinya didapatkan hasil yang baik ketika keramik itu telah diaplikasikan pada sebuah bangunan.

Tolak ukurnya bukan hanya secara estetika dimana keramik bisa serasi dengan tema bangunan saja, tetapi kenyamanan, keamanan, dan keawetan perlu juga dipertimbangkan sebagai hasil yang seharusnya menjadi capaian.

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan sebelum membeli keramik

Tentukan untuk dinding apa lantai

Ada keramik yang dibuat untuk diaplikasikan pada lantai ada juga untuk dinding. Memang keduanya bisa diaplikasikan tak harus sesuai dengan peuntukannya, artinya keramik dinding bisa dipasang untuk lantai begitu pula sebaliknya.

Tetapi pabrikan membuat kedua jenis keramik ini berbeda, baik itu ketebalan, kekuatan dalam menopang beban, motif, dan tekstur permukaannya. Yang jelas ada perbedaan diantara keduanya, karena pada dasarnya memang ada fungsi yang berbeda.

Jadi ketika ingin dipasang dilantai maka beli saja keramik lantai, sebaliknya jika ingin dipasang di dinding maka belilah keramik dinding. Ini akan menjadi lebih baik secara keamanan, kenyamanan, dan keawetannya.



Sesuaikan menurut ruangnya

Beda ruang bisa berbeda pula keramiknya, ini akan terkait dengan ukuran keramik, pola, warna, maupun tekstur. Misalnya saja untuk keramik lantai kamar mandi tentu saja akan berbeda dengan keramik yang diaplikasikan pada ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, serta bisa berbeda juga dengan ruang yang lainnya.

Tentukan ukuran keramiknya

Ada beberapa macam ukuran keramik maka tentukan ukuran yang diinginkan atau sesuai dengan kesan yang ingin ditonjolkan.Seperti jika ingin ruang tampak lebih luas maka pilih keramik yang berukuran besar misalnya.

Keramik yang berukuran besar bisa diaplikasikan pada ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, dan dapur. Untuk kamar mandi bisa dipilih keramik yang berukuran kecil hingga medium.

Perlu juga diketahui tidak semua pabrikan keramik memproduksi semua ukuran. Ada ukuran tertentu yang hanya diproduksi oleh merek tertentu.


Ketahui kebutuhan setiap ruangnya

Setelah menentukan ukuran keramik untuk setiap ruangnya, selanjutnya adalah menghitung kebutuhan keramik setiap ruangnya. Hati-hati jika keramik yang dibeli kurang, kadang bisa saja menjadi hal yang tak mudah ketika mencari keramik dengan ukuran, motif, dan warna yang sama.

Begitu juga bila keramik yang dibeli ternyata melebihi dari yang dibutuhkan, hal ini juga akan mengakibatkan banyak yang terbuang.

Biasanya 1 dus keramik berisi 1 meter persegi, silakan hitung luas ruangnya dan untuk antisipasi jika ada salah potong maka tambahakan 5% dari total keramik yang dibutuhkan. Jika ingin memasangnya secara diagonal tambahkan sekitar 7% hingga 10%.


Tentukan warnanya

Soal warna memang menjadi pilihan masing-masing orang, tetapi sebaiknya tidak mengabaikan bahwa warna pada keramik dapat memunculkan kesan tertentu pada ruangan.

Jika menginginkan ruang tampak lega dan terang maka pilihlah keramik yang berwarna cerah. Jika ingin menciptakan kesan hangat pada ruang pilihlah warna pastel atau gelap, tetapi pertimbangkan juga ketercukupan cahaya alami pada ruang.

Jika ruang memiliki cahaya alami yang cukup, maka bisa diaplikasikan keramik berwarna gelap. Sebaliknya jika ruang tak memiliki cahaya alami yag cukup, maka pilih saja yang berwarna putih atau cerah.

Untuk dapur terutama pada meja kompor dan cuci piring sebaiknya pilih saja warna yang gelap agar tidak mudah terlihat kotor.

Tentukan polanya

Soal pola juga bersifat individual, ada yang suka polos ada juga yang menyukai pola tertentu. Yang terpenting adalah tetap selaras dengan tema ruangnya, baik itu untuk keramik dinding maupun lantai.

Perhatikan teksturnya

Untuk keramik dinding pada umumnya memang didesain mengkilap dan licin, tetapi untuk lantai ada yang bertekstur mengkilap, tidak mengkilap, dan kasar.

Memilih keramik yang mengkilap atau tidak mengkilap juga merupakan selera masing-masing orang, tetapi perlu diketahui bahwa keramik mengkilap akan mudah dibersihkan dibanding dengan keramik dengan permukaan tidak mengkilap.

Keramik bertekstur kasar cocok untuk diaplikasikan pada kamar mandi atau garasi agar lantai tidak licin.

Sesuaikan dengan budgetnya

Memang beda harga bisa berbeda kualitasnya, beda merek bisa saja berbea harganya. Yang terpenting sesuaikan saja dengan budgetnya agar tercukupi.

Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum membeli keramik, semoga bermanfaat...

Yang Perlu Dilakukan Sebelum Membeli Keramik

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan Beserta Contohnya

Pajak Bumi dan Bangunan atau yang sering disingkat PBB merupakan pajak yang dikenakan oleh negara atas tanah dan atau bangunan yang dimiliki oleh badan maupun perorangan. Setiap tahun PBB ini harus dibayarkan oleh wajib pajak atas tanah dan atau bangunan yang mereka miliki.

Sesuai dengan namanya, maka objek dari PBB ini ada 2 macam yaitu:
Bumi merupakan permukaan bumi seperti pekarangan, sawah, kebun, dan lain-lain.
Bangunan merupakan konstruksi bangunan yang ditancapkan ke bumi seperti rumah tempat tinggal, tempat usaha, dan lain-lain.

PBB = 0,5% x NJKP

3 faktor yang menjadi dasar pengenaan pajak PBB yaitu:

NJOP

Nilai Jual Objek Pajak atau yang disingkat dengan NJOP merupakan taksiran atau harga jual beli tanah dan bangunan. NJOP ini biasanya disesuaikan setiap tiga tahun oleh menteri keuangan dan untuk suatu daerah tertentu bisa disesuaikan setiap tahun menurut perkembangan dari daerah itu.

Besaran NJOP bisa berbeda untuk masing-masing wilayah. Semakin besar NJOP, tentu akan semakin besar pula PBB yang harus dibayarkan oleh wajib pajak.

Jika tidak ada transaksi jual beli maka penetapan NJOP bisa dilakukan dengan perbandingan harga dengan objek lain, nilai perolehan baru, dan nilai jual pengganti.

Ada dua macam NJOP yaitu:

NJOP Bumi
Ditentukan berdasarkan faktor letak, pemanfaatan, peruntukan, dan kondisi lingkunan.

NJOP Bangunan
Ditentukan berdasarkan faktor bahan bangunan yang digunakan, rekayasa, letak, dan kondisi lingkungan.

NJKP

Merupakan singkatan dari Nilai Jual Kena Pajak, yaitu nilai jual yang dijadikan dasar penghitungan pajak. NJKP ini ditetapkan atas prosentase tertentu dari NJOP, yaitu:
  • NJOP perkebunan, kehutanan, dan pertambangan sebesar 40%
  • NJOP terkait Pajak Perdesaan dan Perkotaan dengan besaran lebih besar dari 1.000.000.000 (satu milyar) sebesar 40%.
  • NJOP terkait Pajak Perdesaan dan Perkotaan dengan besaran kurang dari 1.000.000.000 (satu milyar) sebesar 20%

NJKP = NJOP - NJOPTKP

NJOPTKP

Merupakan singkatan dari Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak, yaitu suatu batasan nilai yang tidak dikenakan pajak. NJOPTKP setiap daerah bisa berbeda-beda dengan batasan maksimum sebesar Rp. 12.000.000 (dua belas juta rupiah).

Jika wajib pajak memiliki lebih dari satu objek pajak PBB, maka yang mendapatkan pengurangan NJOPTKP hanya pada objek yang memiliki nilai paling besar saja.

Contoh:
Luas rumah pak Sae 200 m2 berdiri di atas tanah seluas 250 m2, NJOP sebesar Rp. 500.000 per meter persegi.

Berikut cara menghitungnya:

NJOP Tanah 250 x Rp. 500.000 = Rp. 125.000.000
NJOP Bangunan 200 x Rp. 500.000 = Rp. 100.000.000

Jadi NJOP sebagai Dasar Pengenaan PBB yaitu:
Rp. 150.000.000 + Rp. 100.000.000 = Rp. 250.000.000

NJOPTKP = Rp. 12.000.000
NJOP = Rp. 250.000.000 – Rp. 12.000.000
= Rp. 238.000.000

Karena kurang dari 1 milyar, maka prosentase NJKPnya sebesar 20%

NJKP = 20% x Rp. 238.000.000
= Rp. 47.600.000
PBB Terhutang = 0,5 % x Rp. 47.600.000
= Rp. 238.000

Jadi jumlah PBB yang harus dibayarkan pak Sae dalam satu tahun sebesar Rp. 238.000.

Semoga bermanfaat...

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan Beserta Contohnya

Perbedaan Mata Plus, Minus, dan Silinder

Memiliki penglihatan yang baik merupakan dambaan setiap orang, tetapi pada kenyataannya banyak yang mengalami gangguan penglihatan. Untuk dapat melihat dengan baik, seseorang dengan gangguan mata pada umumya akan memakai kacamata atau lensa kontak.

Plus, minus, dan silinder (silindris) merupakan ganggun pada mata yang sama-sama menyebabkan pandangan menjadi tidak normal, tetapi ketiganya tentu saja memiliki perbedaan.

Lantas apa perbedaan dari ketiga gangguan pada mata ini?

Mata Plus (Hipermotropi)

Disebut juga dengan rabun dekat dimana gangguan penglihatan pada mata ini menyebabkan pandangan menjadi kabur saat melihat objek dalam jarak dekat, sebaliknya ketika melihat objek dalam jarak jauh justru malah terlihat jelas.

Pada mata normal cahaya yang masuk ke dalam mata akan jatuh tepat pada retina, tetapi tidak dengan mata plus dimana cahaya justru jatuh di belakang retina.

Perlu diketahui bahwa antara hipermetropi dan presbiopi itu berbeda, walaupun keduanya sama-sama tidak dapat melihat objek dalam jarak dekat denga jelas.

Mata plus atau hipermetropi disebabkan karena bentuk kornea yang tidak seperti pada mata normal yaitu kurang melengkung, sedangkan mata tua atau presbiopi terjadi karena otot disekitar lensa yang kaku karena adanya faktor penuaan.

Mata Minus (Miopi)

Disebut juga dengan rabun jauh dimana ganggua penglihatan pada mata ini menyebabkan pandangan menjadi kabur ketika melihat objek pada jarak jauh, tetapi objek dalam jarak dekat dapat terlihat dengan jelas.

Pada mata minus penyebab utamanya adalah kornea yang terlalu melengkung tidak seperti pada mata normal. Mata tidak dapat membiaskan cahaya dengan benar pada titik fokus tunggal, sehingga cahaya yang masuk tidak dapat fokus dan jatuh tepat pada retina melainkan di depan retina. Hal inilah penyebab pandangan pada objek yang jauh menjadi kabur.

Banyak yang menyakini jika mata minus disebabkan karena faktor keturunan, stres mata, dan kebiasan buruk seperti kurangnya cahaya ketika membaca, terlalu lama terpapar monitor komputer, sering membaca atau menonton televisi dalam jarak dekat, dan lain-lain.

Baca juga:

Mata Silinder (Astigmatisma)

Penderita mata silinder ditandai dengan pandangan yang kabur dan berbayang. Sehingga ketika melihat suatu objek, bukan hanya terlihat kabur tetapi juga akan terdapat bayangan. Penyebabnya karena ketidaksempurnaan bentuk pada kornea atau lensa mata.

Mata silinder bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keturunan, bawaan sejak lair, cedera mata, atau karena penyakit mata tertentu.

Simpulan

Gangguan mata seperti plus, minus, dan silinder sama-sama menyebabkan pandangan menjadi kabur, tetapi dari ketiganya dapat dibedakan:

Mata plus merupakan gangguan penglihatan mata menjadi kabur ketika melihat objek dalam jarak dekat, tetapi mata plus berbeda dengan mata tua. Mata plus terjadi karena bentuk kornea kurang melengkung layaknya mata normal, sedangkan mata tua terjadi karena otot disekitar kornea yang mejadi kaku karena faktor penuaan.

Mata minus merupakan gangguan penglihatan mata menjadi kabur ketika melihat objek dalam jarak jauh, pandangan kabur ini tidak disertai dengan timbulnya bayangang pada objek yang dilihat.

Mata silinder merupakan gangguan pada mata yang bukan hanya menyebabkan penglihatan menjadi kabur ketika melihat objek dalam jarak dekat maupun jauh, tetapi objek itu juga akan menjadi berbayang.

Itulah perbedaan mata plus, mata minus, dan mata silinder. Gangguan penglihatan ini bukan hanya menyebabkan pandangan menjadi kabur, seringkali juga dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, mual, mata terasa panas, dan lain-lain.

Perbedaan Mata Plus, Minus, dan Silinder

Amankan Chat WhatsApp di Android dengan Fingerprint Lock WA

Fitur kunci sidik jari atau fingerprint lock WhatsApp untuk android telah diluncurkan, dimana fitur pemindai sidik jari ini sebelumnya telah hadir pada perangkat iOS. Fitur ini berfungsi untuk mengunci aplikasi WhatsApp pada smartphone.

Mengaktifkan fingerprint lock pada aplikasi WhatsApp ini berguna untuk melindungi privasi, karena untuk melihat percakapan WA harus membukanya dengan memindai sidik jari terlebih dahulu. Sehingga privasi akan lebih terjaga dari tangan-tangan jahil dan orang-orang yang suka kepo.

Walaupun fitur fingerprint lock WhatsApp ini telah diaktifkan, pengguna tetap dapat menjawab telepon baik panggilan biasa maupun video call tanpa harus membuka kunci itu.

Untuk dapat menggunakan fitur ini pengguna harus mengaktifkannya terlebih dahulu. Jadi ada beberapa langkah yang harus dilakukan pada setelan aplikasi WhatsApp.

Perlu diketahui juga bahwa untuk dapat mengaktifkan fitur ini haruslah didukung juga oleh perangkat pada smartphone yang digunakan, dimana ponsel juga harus memiliki layanan fingerprint.

Berikut cara mengaktifkan fitur pemindai sidik jari WhatsApp pada ponsel android:
  • Buka aplikasi WhatsApp
  • Pilih Setting (Setelan)
  • Pilih Accounts (Akun)
  • Pilih Privacy (Privasi)
  • Aktifkan Fingerprint Lock (Kunci Sidik Jari)

Pengguna layanan ini dapat memilih berapa lama jeda waktu aplikasi akan terkunci setelah ponsel dalam keadaan diam. Sesegera mungkin, setelah 1 menit, dan maksimal 30 menit merupakan pilihan jeda waktu yang tersedia dalam fingerprint lock WhatsApp ini.

Itulah cara mengaktifkan fitur kunci sidik jari atau fingerprint lock WhatsApp pada android. Dengan mengaktifkan firu ini maka chat-chat akan lebih aman, sehingga tak perlu takut lagi dari orang-orang yang suka kepoin kamu.

Amankan WhatsApp di Android dengan Mengaktifkan Fitur Fingerprint Lock WA

Inilah Barang-Barang dari Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang

Hotel merupakan penginapan yang paling umum digunakan oleh traveler sebagai akomodasi. Selain tempat makan, biasanya hotel juga menyediakan fasilitas-fasilitas lainnya.

Beda jenis penginapan bisa berbeda pula fasilitas yang disediakan. Di kamar hotel biasanya tersedia barang-barang yang dapat dinikmati oleh para tamunya, mulai dari tempat tidur yang empuk, bantal, selimut/bed cover, TV, AC, perlengkapan mandi hingga barang yang dapat dikonsumsi dan lain-lain.


Tetapi barang-barang itu ada yang habis pakai ada pula yang tak habis pakai, ada yang boleh dibawa pulang ada juga yang tidak boleh dibawa pulang. Jadi jangan salah bawa karena hanya barang-barang tertentu saja yang boleh dibawa pulang.

Nah agar tak salah bawa, ketahui barang apa saja yang dapat dibawa pulang itu.

Sandal Kamar

Sandal kamar hotel merupakan salah satu barang yang diperbolehkan untuk dibawa pulang. Bentuknya tipis dan ringan sehingga tak banyak memerlukan ruang di dalam tas atau koper. Silakan bawa pulang, selain untuk kenang-kenangan bisa jiga dimanfaatkan sebagai sandal ruangan di dalam rumah. Jika tak dibawa pulang, maka sandal itu akan dibuang lho.

Perlengkapan Mandi

Sikat gigi, pasta gigi, mouthwash, shampo, kondisioner, penutup kepala, sabun, shower cap, sisir, ikat rambut, dan body lotion merupakan barang-barang hotel yang boleh dibawa pulang. Jadi jangan ragu-ragu untuk memasukannya ke dalam tas atau koper ketika berkemas-kemas untuk check out.

Biasanya hotel juga akan menyediakan beberapa jenis handuk. Perlu diketahui, handuk-handuk itu bukan termasuk perlengkapan mandi yang boleh dibawa pulang lho.


Paket Minuman

Biasaya paket minuman telah tersedia di meja kamar hotel, seperti air mineral kemasan serta kopi, teh, krimer, dan gula untuk diseduh dikamar. Paket minuman yang tidak dikonsumsi saat menginap boleh dibawa pulang, jadi silakan bawa pulang jika Anda menginginkannya.

Alat Tulis

Alat tulis seperti pulpen, pensil, dan notes biasanya juga tersedia di kamar hotel. Barang-barang ini boleh dibawa pulang oleh pengujung hotel. Biasanya paket alat tulis ini memakai brand hotel, jadi bisa digunakan sebagai kenang-kenangan sekaligus media promosi oleh pihak hotel.

Itulah beberapa barang yang berada di kamar hotel dan diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh pengunjung. Jadi jangan sampai salah bawa jika tak ingin menjadi masalah karena ada barang-barang yang diperbolehkan dibawa pulang, tetapi ada juga yang memang tidak diperbolehkan untuk dibawa pulang saat menginap di hotel.

Barang-barang dari kamar hotel yang tidak boleh dibawa pulang seperti: bantal, seprei, selimut/bad cover, handuk, jubah mandi, gantungan baju, ketel atau teko pemanas air, cangkir, cawan, sendok, asbak, vas bunga, lampu tidur, hiasan dinding, tirai, dan keset.

Jika di dalam kamar hotel itu terdapat minibar, ketahuilah bahwa apa yang ada dalam minibar itu tidaklah gratis. Maka ketika pengunjung hotel mengkonsumsi akan dikenakan biaya tambahan.

Inilah Barang-Barang dari Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang

Macam-Macam Handuk yang Disediakan Hotel Beserta Fungsinya

Hotel merupakan penginapan yang menyediakan berbagai macam fasilitas yang dapat dinikmati oleh para tamu yang menginap. Apalagi jika menginap pada hotel berbintang, fasilitas yag disediakan oleh pihak hotel akan semakin lengkap.

Misalnya saja handuk, pada hotel berbintang akan ditemui berbagai macam handuk yang disediakan untuk para tamu yang menginap. Handuk-handuk itu memiliki ukuran dan fungsi yang berbeda-beda lho.

Berikut macam-macam dan fungsi dari masing-masing handuk yang tersedia pada hotel berbintang:

Wash Cloth
Biasanya berbentuk persegi dan memiliki ukuran paling kecil bila dibandingkan dengan handuk-handuk yang lainnya. Wash cloth ini biasanya terletak di meja wastafel. Fungsi dari handuk ini adalah untuk membersihkan wajah dan bisa juga untuk tubuh. Caranya handuk ini dibasahi, kemudian diusapkan pada wajah atau bagian-bagian tubuh yag diinginkan.

Hand Towel
Biasanya berbentuk persegi panjang dan juga terletak pada area wastafel. Berfungsi untuk mengeringkan tangan setelah cuci tangan atau ketika tangan basah setelah membasuh muka dan lain-lain. Jadi pada intinya adalah untuk mengeringkan tangan yang basah.

Bath Mat
Biasanya juga berbentuk persegi dengan ukuran sedikit lebih lebar dari dari hand towel. Handuk jenis ini bukan untuk mengeringkan rambut, muka, tangan, atau bagian tubuh yang lainnya. Bath Mat memiliki fungsi yang berbeda, yaitu sebagai keset untuk menghindari terpeleset karena lantai kamar mandi yang basah.

Bath Towel
Handuk jenis ini biasanya juga berbentuk persegi panjang dengan ukuran cukup besar tetapi bukanlah yang paling besar. Bath Towel terletak pada gantungan baju dan handuk di kamar mandi. Fungsi dari handuk ini adalah untuk mengeringkan rambut setelah keramas serta badan bagian atas. Handuk ini juga dapat digunakan untuk membungkus kepala setelah keramas.

Bath Sheet
Merupakan handuk berukuran paling lebar jika dibandingkan dengan jenis handuk lainnya yang disediakan oleh hotel. Bath sheet digunakan untuk mengeringkan serta membungkus badan setelah mandi.

Bath Robes
Disebut juga dengan jubah mandi, ada juga yang menyebutnya dengan nama handuk kimono. Merupakan handuk yang dipakai untuk menutupi tubuh setelah mandi atau berenang. Jadi jika ingin membungkus tubuh setelah mandi atau berenang, maka biar tidak repot gunakan saja bath robes. Cara pakainya mudah sekali yaitu layaknya memakai baju saja atau jubah.

Itulah beberapa macam handuk yang biasanya tersedia pada hotel berbintang, jangan salah pakai ya...

Macam-Macam Handuk yang Disediakan Hotel Beserta Fungsinya

Jenis-Jenis Penginapan dan Penjelasannya

Penginapan menjadi salah satu hal yang teramat penting dalam traveling, entah itu untuk urusan bisnis, wisata, ataupun kepentingan yang lainnya. Di tempat inilah kita dapat menginap dan beristirahat guna mengumpulkan kembali energi untuk melakukan aktifitas selanjutnya.

Hotel merupakan salah satu jenis penginapan yang sepertinya sudah sangat dikenal oleh masyarakat, padahal selain hotel masih banyak jenis-jenis penginapan yang lainnya.

Nah agar tidak salah pilih, simaklah beberapa jenis penginapan dan penjelasannya berikut ini:

Hotel
Merupakan penginapan yang menggunakan bangunan khusus yang cukup luas. Hotel menyediakan berbagai fasilitas, seperti tempat menginap, tempat makan, kolam renang, dan fasilitas lainnya. Terdapat 2 jenis hotel yaitu hotel berbintang dan tidak berbintang.

Boutique Hotel
Hampir sama dengan hotel tetapi Boutique Hotel mengusung tema tertentu dan memiliki jumlah kamar yang terbatas, sehingga terasa lebih ekslusive.

Resort
Merupakan penginapan yang dibangun pada daerah dengan pemandangan indah nan menawan. Selain sebagai penginapan, resort menyediakan fasilitas berupa restoran, tempat olah raga, kolam renang, perbelanjaan, hiburan sehingga cocok sebagai penginapan sekaligus tempat rekreasi.

Motel
Kata motel merupakan singkatan dari motor hotel, biasanya terletak di luar kota dan berada di pinggir jalan dengan bangunan yang tidak mewah. Motel hanya menyediakan tempat untuk menginap dan parkir kendaraan, biasanya kamar motel berhadapan langsung dengan tempat parkir.

Hostel
Merupakan penginapan dimana fasilitas yang tersedia di dalamnya seperti kamar tidur dan kamar mandi digunakan secara bersama dengan tamu lainnya, tetapi ada juga hostel yang menyediakan kamar pribadi serupa hotel. Sistem penyewaan pada hostel adalah menyewa tempat tidur, konsep kamar pada hostel seperti asrama dengan tempat tidur yang berupa ranjang susun.

Losmen
Merupakan penginapan yang di dalamnya hanya tersedia fasiltas tempat tidur dan lemari tanpa ada televisi, AC, atau pun fasilitas yang lainnya. Losmen hanya menyewakan kamar tanpa menyediakan fasilitas makan.

Homestay
Berarti juga rumah singgah merupakan rumah pribadi yang disewakan sebagai penginapan, sehingga cocok untuk penginapan keluarga atau rombongan karena tidak ada batasan jumlah orang yang menginap. Homestay kadang terletak di dalam perkampungan, jadi tidak mesti berada di pinggir jalan.

Villa
Merupakan penginapan atau tempat tinggal sementara untuk liburan yang berupa satu rumah utuh, biasanya terletak di daerah pegunungan atau yang berhawa sejuk. Menyewa villa berarti menyewa keseluruhan bangunan.

Cottage
Penginapan untuk keluarga yang biasanya berada di daerah pantai atau pegunungan. Bangunannya berupa pondok-pondok yang terpisah-pisah satu dengan lainnya.

Guest House
Merupakan penginapan yang menggunakan bangunan rumah layaknya seperti rumah kost. Guest House menyediakan fasilitas beberapa kamar tidur, kamar mandi, dan dapur. Bahkan tidak sedikit pula yag meyediakan fasilitas layaknya seperti hotel.

Itulah beberapa jenis penginapan yang dapat digunakan untuk akomodasi ketika berlibur, perjalanan bisnis, atau ketika ada kepentingan yang lainnya.

Jenis-Jenis Penginapan dan Penjelasannya

Subscribe Our Newsletter